- PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit III Plaju menerima penghargaan lingkungan dari Pemerintah Kota Palembang pada Senin, 6 Juli 2026.
- Kilang Plaju berperan sebagai pendamping utama Madrasah Aliyah Patra Mandiri Palembang dalam mewujudkan Program Sekolah Adiwiyata yang berkelanjutan.
- Dukungan perusahaan mencakup penyediaan fasilitas fisik serta edukasi lingkungan guna membentuk karakter peduli alam bagi seluruh warga sekolah.
SuaraSumsel.id - Komitmen PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit III (RU III) Plaju dalam mendukung pendidikan berbasis lingkungan kembali mendapat pengakuan. Kilang Plaju menerima penghargaan dari Pemerintah Kota Palembang atas perannya sebagai pendamping utama Madrasah Aliyah (MA) Patra Mandiri Palembang dalam mewujudkan Program Sekolah Adiwiyata.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wali Kota Palembang Ratu Dewa kepada Section Head Environment Kilang Plaju Yogi Wardana pada Apel Gabungan dan Penyerahan Penghargaan Lingkungan Hidup Kota Palembang di Pelataran Rumah Dinas Wali Kota, Senin (6/7/2026).
Penghargaan ini menjadi apresiasi atas kolaborasi antara dunia usaha dan lembaga pendidikan dalam membangun budaya peduli lingkungan di lingkungan sekolah.
Area Manager Communication, Relations & CSR Kilang Plaju Siti Fauzia mengatakan pendampingan menuju Sekolah Adiwiyata merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.
"Kami merasa terhormat menerima penghargaan ini. Bagi Kilang Plaju, pendampingan sekolah menuju Adiwiyata merupakan investasi sosial jangka panjang. Kami ingin menanamkan kesadaran menjaga lingkungan sejak dini sehingga budaya peduli lingkungan dapat tumbuh tidak hanya di sekolah, tetapi juga di keluarga dan masyarakat," ujarnya.
Selama proses pendampingan, Kilang Plaju tidak hanya memberikan dukungan berupa sarana dan prasarana penunjang, tetapi juga menghadirkan berbagai kegiatan edukasi lingkungan bagi guru maupun siswa.
Program tersebut mencakup penguatan partisipasi warga sekolah dalam pengelolaan lingkungan, pelestarian alam, hingga penerapan berbagai kegiatan yang mendukung pemenuhan indikator Sekolah Adiwiyata.
Wali Kota Palembang Ratu Dewa menilai keberhasilan menjaga lingkungan membutuhkan kolaborasi yang berkelanjutan antara pemerintah, dunia pendidikan, dan sektor usaha.
"Sekolah memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda, sementara dunia usaha dapat memperkuat upaya tersebut melalui program-program yang berdampak. Kolaborasi seperti inilah yang kami harapkan terus berkembang agar kepedulian terhadap lingkungan menjadi budaya sejak dini," kata Ratu Dewa.
Baca Juga: PTBA Gandeng Pertamina NRE Sulap Lahan Pascatambang Jadi PLTS, Percepat Transisi Energi Hijau
Sementara itu, Kepala MA Patra Mandiri Palembang Abdul Kadir mengapresiasi dukungan Kilang Plaju yang dinilai konsisten mendampingi sekolah hingga mampu memenuhi berbagai kriteria Program Sekolah Adiwiyata.
Menurutnya, bantuan yang diberikan tidak hanya berupa fasilitas fisik, tetapi juga penguatan pola pikir siswa dan tenaga pendidik mengenai pentingnya pelestarian lingkungan.
"Dukungan Kilang Plaju sangat besar, mulai dari penyediaan fasilitas hingga edukasi tentang pelestarian lingkungan bagi guru dan siswa. Sinergi ini menciptakan suasana belajar yang lebih sehat, hijau, dan berwawasan masa depan," ujarnya.
Kilang Plaju menyatakan akan terus memperluas program pembinaan sekolah peduli lingkungan di Kota Palembang sebagai bagian dari kontribusi perusahaan terhadap peningkatan kualitas pendidikan sekaligus pelestarian lingkungan.
Program tersebut juga menjadi bagian dari dukungan terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya tujuan mengenai pendidikan berkualitas, aksi penanganan perubahan iklim, energi bersih, serta kemitraan dalam pembangunan berkelanjutan.
Tag
Berita Terkait
-
PTBA Gandeng Pertamina NRE Sulap Lahan Pascatambang Jadi PLTS, Percepat Transisi Energi Hijau
-
Kilang Plaju Cetak Operator Scaffolding Bersertifikat, Dorong Kesiapan Tenaga Kerja Lokal
-
Dua Sumur Baru Pertamina EP Zona 4 Tambah Produksi Migas hingga 4.834 Barel per Hari
-
Harga BBM Pertamina Juni 2026 Berubah, Seberapa Besar Hematnya Jika Pakai Dexlite?
-
Bukan Sekadar Kurban, Kilang Pertamina Plaju Hadirkan Kepedulian dan Kebersamaan untuk Warga
Terpopuler
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
Terkini
-
BRI Wujudkan Kerinduan PMI Yuni Lestari Bertemu Ibunya Setelah Ia Berada 10 Tahun di Taiwan
-
Prabowo ke Sumsel Cek Karhutla, Akankah Kembali Tanpa Masker di Tengah Kabut Asap?
-
BRImo Taiwan Hubungkan Kebutuhan Finansial PMI dan Keluarga
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?