Tasmalinda
Jum'at, 26 Juni 2026 | 14:30 WIB
Pempek Palembang yang menjadi sumber penghidupan masyarakat lokal [Suara.com/Tasmalinda]
Baca 10 detik
  • Sejak 1986, Wardiah mempertahankan kualitas Pempek 755 di Palembang dengan konsisten menggunakan bahan baku ikan gabus segar.
  • Pempek 755 memperkuat kapasitas usaha melalui akses pembiayaan Kredit Usaha Rakyat dari Bank Sumsel Babel secara produktif.
  • Strategi menjaga mutu dan dukungan modal memungkinkan usaha tersebut memperluas distribusi produk hingga ke berbagai kota Indonesia.

Ada pedagang tepung sagu. Ada tenaga kerja yang menggantungkan hidup di dapur produksi.

Ada jasa pengiriman yang mengantarkan pempek ke berbagai kota. Ada keluarga-keluarga yang memperoleh penghasilan dari satu usaha yang terus berkembang.

Itulah sebabnya pempek tidak pernah sekadar menjadi makanan khas Palembang. Ia telah menjadi denyut ekonomi masyarakat.

Karena itu pula Pemerintah Kota Palembang terus mendorong penguatan sektor UMKM sebagai bagian dari pembangunan ekonomi daerah. Bagi Wali Kota Palembang Ratu Dewa, kuliner khas seperti pempek bukan hanya identitas budaya, tetapi juga kekuatan ekonomi yang harus terus dijaga melalui peningkatan daya saing, kualitas produk, hingga perluasan pasar.

Pada akhirnya, setiap potong pempek yang dinikmati pelanggan bukan hanya menghadirkan rasa khas Palembang. Di baliknya ada cerita tentang kerja keras, ketekunan, kepercayaan, dan kolaborasi.

Ada keluarga yang mempertahankan warisan. Ada bank daerah yang memilih mendampingi pertumbuhan usaha rakyat. Dan ada ribuan tangan yang terus bergerak agar denyut ekonomi Palembang tetap hidup.

Sepiring pempek mungkin hanya mengenyangkan satu orang. Namun bagi Palembang, ia telah menjadi penghidupan bagi begitu banyak keluarga.

Load More