- Ditresnarkoba Polda Sumsel menyita 6.000 pil ekstasi dan 150 cartridge etomidate dari sebuah mobil di Sumatera Selatan, Selasa (23/6/2026).
- Dua tersangka berinisial MZ dan MH ditangkap saat membawa barang bukti narkotika tersebut dari Medan menuju ke Palembang.
- Penyalahgunaan etomidate dalam cairan vape ilegal sangat berbahaya karena dapat menyebabkan gangguan kesehatan serius bagi para penggunanya.
SuaraSumsel.id - Pengungkapan kasus penyelundupan 6.000 pil ekstasi oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Selatan tidak hanya mengungkap peredaran narkotika dalam jumlah besar. Dalam operasi tersebut, polisi juga menemukan 150 cartridge etomidate, zat yang mungkin masih asing bagi sebagian besar masyarakat.
Temuan ini langsung menarik perhatian karena etomidate belakangan semakin sering muncul dalam berbagai kasus penyalahgunaan zat berbahaya di sejumlah negara, termasuk kawasan Asia Tenggara.
Lalu, apa sebenarnya etomidate dan mengapa keberadaannya bersama ribuan pil ekstasi menjadi perhatian aparat?
Sejumlah sumber menyebutkan jika Etomidate merupakan obat yang awalnya digunakan di dunia medis sebagai agen anestesi atau obat pembius. Obat ini biasanya diberikan kepada pasien sebelum menjalani tindakan medis tertentu yang membutuhkan pembiusan dalam waktu singkat.
Dalam praktik kedokteran, etomidate dikenal mampu bekerja cepat untuk membuat pasien tidak sadar tanpa memberikan efek yang terlalu besar terhadap tekanan darah dan fungsi jantung.
Karena karakteristik tersebut, etomidate kerap digunakan dalam prosedur gawat darurat dan tindakan anestesi tertentu di rumah sakit.
Namun penggunaan etomidate seharusnya hanya dilakukan di bawah pengawasan tenaga medis profesional, Dalam beberapa tahun terakhir, etomidate mulai menjadi perhatian aparat penegak hukum di sejumlah negara karena ditemukan dalam produk rokok elektrik atau vape ilegal.
Zat ini dicampurkan ke dalam cairan vape untuk menghasilkan efek tertentu pada penggunanya. Praktik tersebut dinilai sangat berbahaya karena penggunaan etomidate di luar pengawasan medis dapat menimbulkan berbagai risiko kesehatan.
Baca Juga: Aksi Mahasiswa Sumsel Kritisi Pemerintahan Prabowo-Gibran Masih Berlanjut di Palembang
Beberapa ahli kesehatan menyebut penyalahgunaan etomidate dapat menyebabkan gangguan kesadaran, pusing berat, gangguan pernapasan, hingga risiko komplikasi serius apabila digunakan secara tidak tepat.
Karena itu, peredaran etomidate tanpa izin menjadi salah satu perhatian dalam pengawasan obat dan zat berbahaya.
Ditemukan Bersama 6.000 Pil Ekstasi
Dalam pengungkapan yang dilakukan Ditresnarkoba Polda Sumsel pada Selasa (23/6/2026) dini hari, petugas menghentikan sebuah Toyota Fortuner hitam yang diduga membawa narkotika dari Medan menuju Palembang.
Dari kendaraan tersebut, polisi menemukan 6.000 butir pil ekstasi dengan berat bruto mencapai 2.729,9 gram.
Selain itu, petugas juga mengamankan 150 cartridge etomidate yang terdiri dari 85 cartridge merek Thugs dan 65 cartridge merek El Cape.
Tag
Berita Terkait
-
Aksi Mahasiswa Sumsel Kritisi Pemerintahan Prabowo-Gibran Masih Berlanjut di Palembang
-
Listrik Padam Lagi di Palembang Pekan Ini, Cek Apakah Wilayah Anda Terdampak
-
Harga Emas Palembang Naik Lagi, Kini Tembus Rp14,3 Juta per Suku
-
Niat Tolong Pria Minta Tumpangan, Pemuda Palembang Dibacok dan Ditusuk Begal
-
Gemilang Palembang Raya x DKG 2026 Siap Digelar, QRIS Sumsel Tumbuh 46 Persen
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Apa Itu Etomidate? Zat yang Ditemukan Bersama 6.000 Pil Ekstasi di Palembang
-
Sengketa Pengawalan Truk CPO Berujung Bentrok Bersenjata, Ada Apa di Muara Lakitan?
-
Mengapa Dodi Reza Dipanggil Kejati? Fakta Baru Kasus Sungai Lalan Mulai Terungkap
-
Pria di Musi Rawas Tewas Diracun Selingkuhan dengan Sianida, Ini Kronologinya
-
Kilang Plaju Cetak Operator Scaffolding Bersertifikat, Dorong Kesiapan Tenaga Kerja Lokal