Tasmalinda
Rabu, 24 Juni 2026 | 16:48 WIB
PT BCP Group Wilmar dibakar massa, Selasa (24/6/2026) sore
Baca 10 detik
  • Personel gabungan Polda Sumsel dan Polres OKI mengamankan kendaraan serta sawit terkait pencurian di PT BCP, Selasa (23/6/2026).
  • Aksi massa menuntut pengembalian barang sitaan berujung bentrokan, pelemparan batu, hingga pembakaran mess karyawan di lokasi perkebunan tersebut.
  • Dua warga mengalami luka tembak akibat letusan misterius yang kini sedang dalam penyelidikan menyeluruh oleh pihak kepolisian setempat.

SuaraSumsel.id - Kerusuhan yang terjadi di area perkebunan PT Buluh Cawang Plantation (BCP) Group Wilmar di Desa Dabuk Rejo, Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Selasa (23/6/2026), menyisakan banyak pertanyaan.

Peristiwa yang bermula dari pengamanan buah sawit itu berujung bentrokan, korban luka, hingga pembakaran fasilitas perusahaan.

Berikut kronologi lengkap insiden yang kini masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, sekitar pukul 17.00 WIB personel Satgas gabungan Polda Sumsel dan Polres OKI melakukan pengamanan terhadap sejumlah kendaraan roda dua, kendaraan roda empat, serta muatan buah kelapa sawit yang diduga berkaitan dengan dugaan tindak pidana pencurian di area perusahaan.

Pengamanan dilakukan sebagai bagian dari upaya penegakan hukum atas laporan yang diterima terkait aktivitas di kawasan perkebunan PT BCP Group Wilmar.

Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto mengatakan aparat berupaya menjaga situasi tetap kondusif dengan mengedepankan langkah persuasif.

Menurutnya, komunikasi dilakukan agar persoalan yang muncul tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

"Kami mengedepankan langkah persuasif dan memastikan situasi tetap terkendali. Kepolisian juga akan melakukan penyelidikan secara menyeluruh terkait rangkaian peristiwa yang terjadi," kata AKBP Eko Rubiyanto.
Hasil mediasi menghasilkan kesepakatan bahwa kendaraan yang sebelumnya diamankan dikembalikan kepada warga.

Namun untuk buah kelapa sawit yang menjadi objek permasalahan, petugas menyerahkannya kepada pihak perusahaan karena menjadi bagian dari proses yang sedang ditangani.

Baca Juga: Dua Warga Tertembak dan Mess Dibakar, Bagaimana Kerusuhan di PT BCP Group Wilmar Bermula?

Sekitar 100 Warga Datangi Lokasi

Tidak lama setelah pengamanan dilakukan, sekitar 100 warga mendatangi lokasi.

Mereka meminta kendaraan dan muatan sawit yang diamankan petugas dikembalikan. Situasi sempat memanas karena warga berkumpul di sekitar area perkebunan dan meminta penjelasan terkait tindakan aparat.

Untuk menghindari eskalasi yang lebih luas, petugas kemudian mengedepankan pendekatan dialog dan komunikasi dengan masyarakat. Meski sempat terjadi kesepakatan, situasi kembali memanas saat personel gabungan bersiap meninggalkan lokasi.

Menurut informasi yang dihimpun, sejumlah warga diduga melakukan pelemparan batu ke arah kendaraan yang digunakan petugas dan kendaraan perusahaan.

Di tengah situasi yang semakin tegang itu, terdengar suara letusan yang hingga kini masih menjadi fokus penyelidikan kepolisian.

Load More