Tasmalinda
Senin, 15 Juni 2026 | 23:35 WIB
Puasa 1 Muharram, sunnah atau sekadar tradisi? Ini niat dan penjelasan ulama
Baca 10 detik
  • Bulan Muharram merupakan bulan mulia dalam Islam yang dianjurkan untuk memperbanyak amalan puasa sunnah menurut hadis Rasulullah.
  • Puasa pada tanggal 1 Muharram diperbolehkan sebagai bagian dari ibadah sunnah bulan Muharram, meski tanpa dalil hadis khusus.
  • Umat Islam dianjurkan fokus pada puasa Tasu'a dan Asyura serta memperbanyak amal saleh lainnya sepanjang bulan Muharram.

Niat dapat dibaca pada malam hari sebelum fajar atau ketika hendak memulai puasa sunnah.

Selain puasa, terdapat sejumlah amalan yang dianjurkan selama bulan Muharram, di antaranya:

  • Memperbanyak istigfar dan zikir.
  • Membaca Al-Qur'an.
  • Bersedekah kepada sesama.
  • Menyantuni anak yatim.
  • Memperbanyak doa dan ibadah sunnah lainnya.

Para ulama menyebut Muharram sebagai momentum memperbaiki diri setelah memasuki tahun baru Hijriah. Karena itu, bulan ini sering dijadikan kesempatan untuk memperbanyak amal saleh dan meningkatkan kualitas ibadah.

Kesimpulannya, puasa 1 Muharram bukan sekadar tradisi yang berkembang di masyarakat. Meski tidak ada hadis sahih yang mengkhususkan tanggal 1 Muharram, puasa pada hari tersebut tetap termasuk amalan sunnah karena berada di bulan Muharram yang dianjurkan untuk memperbanyak puasa.

Bagi umat Islam yang ingin menyambut Tahun Baru Hijriah dengan ibadah, puasa 1 Muharram dapat menjadi salah satu pilihan amalan yang bernilai pahala sekaligus momentum memperbaiki diri memasuki tahun yang baru.

Load More