- Seorang nasabah kehilangan uang Rp520 juta setelah komplotan pencuri memecahkan kaca mobilnya di Kecamatan Sekayu, Musi Banyuasin.
- Polda Sumsel menangkap eksekutor berinisial ZS dan menetapkan FF sebagai tersangka atas aksi pencurian terorganisir menggunakan alat khusus.
- Polisi kini memburu dua pelaku lain yang berstatus DPO dan mengimbau masyarakat menggunakan layanan pengawalan gratis saat bertransaksi.
Yang menarik, polisi menemukan para pelaku menggunakan alat khusus pemecah kaca yang dibeli secara daring atau online.
Alat tersebut memungkinkan pelaku memecahkan kaca kendaraan dengan cepat tanpa menimbulkan suara keras sehingga aksi dapat dilakukan hanya dalam hitungan detik.
Modus inilah yang membuat banyak korban tidak menyadari kendaraannya telah menjadi sasaran pencurian hingga pelaku berhasil melarikan diri.
"Kami tidak akan memberikan ruang bagi pelaku kejahatan terorganisir yang meresahkan masyarakat. Pengungkapan ini baru langkah awal. Tim masih terus melakukan pengembangan untuk menangkap seluruh pelaku yang terlibat serta mengungkap kemungkinan keterkaitan dengan kasus serupa di wilayah lain," tegas Kombes Pol Johannes Bangun.
Kasus tersebut sekaligus menjadi peringatan bagi masyarakat yang melakukan transaksi dalam jumlah besar di bank.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya mengingatkan masyarakat agar lebih waspada saat membawa uang tunai dalam jumlah besar.
Ia menyarankan masyarakat memanfaatkan layanan pengawalan kepolisian yang tersedia secara gratis untuk mengurangi risiko menjadi korban kejahatan.
"Kami mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan pengawalan kepolisian apabila membawa uang dalam jumlah besar. Layanan ini tersedia dan dapat dimanfaatkan secara gratis demi menjaga keamanan masyarakat. Polda Sumsel akan terus hadir memberikan perlindungan maksimal dan menindak tegas setiap bentuk kejahatan yang mengganggu rasa aman masyarakat," ujar Nandang.
Saat ini penyidik masih terus melakukan pengembangan kasus untuk memburu dua pelaku yang masih buron serta menelusuri kemungkinan keterlibatan jaringan lain yang beroperasi di Sumatera Selatan maupun daerah sekitarnya.
Baca Juga: Aksi 'Menuju Indonesia Bangkrut' di Palembang Hari Ini, Mahasiswa Bawa 9 Tuntutan ke DPRD
Berita Terkait
-
Aksi 'Menuju Indonesia Bangkrut' di Palembang Hari Ini, Mahasiswa Bawa 9 Tuntutan ke DPRD
-
137 Kali Karhutla, 305 Hektare Lahan Sudah Hangus, Ancaman Asap Kembali Mengintai Sumsel?
-
Sudah Bertahun-tahun Dibahas, Kapan Pelabuhan Tanjung Carat Benar-Benar Terwujud?
-
Setelah Jakarta, Aksi 'Menuju Indonesia Bangkrut' Bakal Digelar di Palembang Senin Besok
-
Kasus BPK Sumsel: Mengapa KPK Belum Tetapkan Kabid BPK Sebagai Tersangka?
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Mau Nabung Emas dengan Fitur Toggle di BRImo, Mudah Banget Caranya
-
Sudah Berjam-jam Bertahan, Mahasiswa Terus Berorasi soal BBM hingga MBG di DPRD
-
Uang Rp520 Juta Raib dalam Hitungan Detik, Sindikat Pecah Kaca Kembali Beraksi di Sumsel
-
Lewat BRImo, BRI Buka Peluang Investasi Global dengan Reksa Dana USD Batavia
-
Aksi 'Menuju Indonesia Bangkrut' di Palembang Hari Ini, Mahasiswa Bawa 9 Tuntutan ke DPRD