Tasmalinda
Rabu, 10 Juni 2026 | 22:15 WIB
Fuji dan kerupuk produksi kelompoknya
Baca 10 detik
  • Puji dan kelompok perempuan di Desa Suka Maju berhasil menjual 20 kilogram produk olahan pangan menjelang Lebaran 2026.
  • Pendapatan sebesar Rp2 juta dari penjualan keripik membantu perekonomian keluarga serta biaya pendidikan anak para anggota kelompok.
  • Usaha tersebut merupakan dampak positif dari Program Beeyond Honey milik PT Pertamina Hulu Energi Jambi Merang sejak 2021.

Seiring berjalannya waktu, dampak program tidak berhenti pada produksi madu.

Masyarakat membentuk Koperasi Sukma Jaya sebagai wadah pengelolaan usaha madu secara kolektif. Koperasi tersebut juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan berbagai kegiatan ekonomi produktif yang lahir dari program pemberdayaan.

Tak hanya itu, program juga mendorong penanaman kembali sekitar 2.000 tanaman buah dan bunga untuk mendukung keberlanjutan ekosistem sekaligus memperkuat sumber pakan lebah.

Manager Community Involvement and Development (CID) Regional 1 PT Pertamina Hulu Rokan, Iwan Ridwan Faizal mengatakan jika perubahan yang terjadi di Desa Suka Maju menunjukkan bahwa program pemberdayaan masyarakat dapat berkembang melampaui tujuan awalnya. "Beeyond Honey membuktikan bahwa ketika masyarakat diberdayakan dan alam dijaga, keduanya bisa tumbuh bersama," kata Iwan.

Menurut dia, program tersebut tidak hanya menghasilkan manfaat lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru yang dikelola langsung oleh masyarakat.

Apa yang terjadi di Desa Suka Maju menunjukkan bahwa efek berganda industri hulu migas tidak selalu hadir dalam bentuk investasi besar atau pembangunan fisik yang mencolok.

Sering kali dampaknya tumbuh perlahan dan menjalar ke berbagai aspek kehidupan masyarakat.

Pengamat ekonomi Universitas Muhammadiyah Palembang, Amidi, menilai efek berganda industri hulu migas tidak hanya tercermin dari kontribusi sektor tersebut terhadap perekonomian nasional, tetapi juga dari kemampuannya menciptakan aktivitas ekonomi baru di sekitar wilayah dan sekitar operasi.

"Multiplier effect tidak berhenti pada produksi migas. Ketika keberadaan industri mampu melahirkan usaha baru, koperasi, kelompok perempuan produktif, hingga sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat, maka di situlah dampak ekonominya bekerja," ujarnya.

Baca Juga: Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Ini Dampaknya bagi Kelas Menengah dan UMKM di Sumsel

Menurut Amidi, program pemberdayaan masyarakat yang terintegrasi dengan kebutuhan lokal memiliki peluang lebih besar menciptakan perubahan yang berkelanjutan.

"Kalau sebelumnya masyarakat hanya menjadi penerima manfaat, kemudian berkembang menjadi pelaku usaha yang menghasilkan pendapatan sendiri, itu menunjukkan adanya transformasi ekonomi. Dampaknya mengalir ke keluarga, pendidikan anak, dan pada akhirnya memperkuat ekonomi desa," katanya.

Penilaian itu tampak menemukan relevansinya di Desa Suka Maju. Program yang awalnya berangkat dari upaya menjaga populasi lebah dan keseimbangan lingkungan gambut kini berkembang menjadi ekosistem yang melibatkan masyarakat dalam berbagai aktivitas produktif.

Dari kotak-kotak lebah yang ditempatkan di pinggir desa, lahir koperasi, rumah produksi, kelompok usaha perempuan, hingga sumber penghasilan tambahan bagi keluarga-keluarga yang sebelumnya bergantung pada sektor perkebunan.

Tak heran jika Program Beeyond Honey kemudian meraih Silver Award kategori Best Community Program dalam ajang 18th Annual Global CSR & ESG Awards 2026 di Bangkok, Thailand.

Namun bagi Puji, penghargaan internasional itu bukan hanya hal yang paling ia rasakan dampaknya. Perubahan yang sesungguhnya justru hadir dalam kehidupan sehari-hari perempuan desa.

Load More