- Puji dan kelompok perempuan di Desa Suka Maju berhasil menjual 20 kilogram produk olahan pangan menjelang Lebaran 2026.
- Pendapatan sebesar Rp2 juta dari penjualan keripik membantu perekonomian keluarga serta biaya pendidikan anak para anggota kelompok.
- Usaha tersebut merupakan dampak positif dari Program Beeyond Honey milik PT Pertamina Hulu Energi Jambi Merang sejak 2021.
Seiring berjalannya waktu, dampak program tidak berhenti pada produksi madu.
Masyarakat membentuk Koperasi Sukma Jaya sebagai wadah pengelolaan usaha madu secara kolektif. Koperasi tersebut juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan berbagai kegiatan ekonomi produktif yang lahir dari program pemberdayaan.
Tak hanya itu, program juga mendorong penanaman kembali sekitar 2.000 tanaman buah dan bunga untuk mendukung keberlanjutan ekosistem sekaligus memperkuat sumber pakan lebah.
Manager Community Involvement and Development (CID) Regional 1 PT Pertamina Hulu Rokan, Iwan Ridwan Faizal mengatakan jika perubahan yang terjadi di Desa Suka Maju menunjukkan bahwa program pemberdayaan masyarakat dapat berkembang melampaui tujuan awalnya. "Beeyond Honey membuktikan bahwa ketika masyarakat diberdayakan dan alam dijaga, keduanya bisa tumbuh bersama," kata Iwan.
Menurut dia, program tersebut tidak hanya menghasilkan manfaat lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru yang dikelola langsung oleh masyarakat.
Apa yang terjadi di Desa Suka Maju menunjukkan bahwa efek berganda industri hulu migas tidak selalu hadir dalam bentuk investasi besar atau pembangunan fisik yang mencolok.
Sering kali dampaknya tumbuh perlahan dan menjalar ke berbagai aspek kehidupan masyarakat.
Pengamat ekonomi Universitas Muhammadiyah Palembang, Amidi, menilai efek berganda industri hulu migas tidak hanya tercermin dari kontribusi sektor tersebut terhadap perekonomian nasional, tetapi juga dari kemampuannya menciptakan aktivitas ekonomi baru di sekitar wilayah dan sekitar operasi.
"Multiplier effect tidak berhenti pada produksi migas. Ketika keberadaan industri mampu melahirkan usaha baru, koperasi, kelompok perempuan produktif, hingga sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat, maka di situlah dampak ekonominya bekerja," ujarnya.
Baca Juga: Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Ini Dampaknya bagi Kelas Menengah dan UMKM di Sumsel
Menurut Amidi, program pemberdayaan masyarakat yang terintegrasi dengan kebutuhan lokal memiliki peluang lebih besar menciptakan perubahan yang berkelanjutan.
"Kalau sebelumnya masyarakat hanya menjadi penerima manfaat, kemudian berkembang menjadi pelaku usaha yang menghasilkan pendapatan sendiri, itu menunjukkan adanya transformasi ekonomi. Dampaknya mengalir ke keluarga, pendidikan anak, dan pada akhirnya memperkuat ekonomi desa," katanya.
Penilaian itu tampak menemukan relevansinya di Desa Suka Maju. Program yang awalnya berangkat dari upaya menjaga populasi lebah dan keseimbangan lingkungan gambut kini berkembang menjadi ekosistem yang melibatkan masyarakat dalam berbagai aktivitas produktif.
Dari kotak-kotak lebah yang ditempatkan di pinggir desa, lahir koperasi, rumah produksi, kelompok usaha perempuan, hingga sumber penghasilan tambahan bagi keluarga-keluarga yang sebelumnya bergantung pada sektor perkebunan.
Tak heran jika Program Beeyond Honey kemudian meraih Silver Award kategori Best Community Program dalam ajang 18th Annual Global CSR & ESG Awards 2026 di Bangkok, Thailand.
Namun bagi Puji, penghargaan internasional itu bukan hanya hal yang paling ia rasakan dampaknya. Perubahan yang sesungguhnya justru hadir dalam kehidupan sehari-hari perempuan desa.
Berita Terkait
-
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Ini Dampaknya bagi Kelas Menengah dan UMKM di Sumsel
-
Dua Sumur Baru Pertamina EP Zona 4 Tambah Produksi Migas hingga 4.834 Barel per Hari
-
Puluhan Lansia di Prabumulih Dapat Layanan Kesehatan Gratis, Menjaga Tetap Sehat di Usia Senja
-
Harga BBM Pertamina Juni 2026 Berubah, Seberapa Besar Hematnya Jika Pakai Dexlite?
-
Sumur Baru Pertamina EP Limau di Muara Enim Tambah Pasokan Energi Nasional
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
Terkini
-
Dengung Kecil, Jejak Besar Efek Berganda Migas yang Mengubah Nasib Perempuan Desa
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Tata Kelola dan Perlindungan Aset Lewat Kerja Sama dengan Kejari PALI
-
Usai Terima SK Plt Pasca Edison Jadi Tersangka, Bisakah Sumarni Jadi Bupati Muara Enim?
-
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Ini Dampaknya bagi Kelas Menengah dan UMKM di Sumsel
-
Apa Itu Jongot? Cara Orang Musi Menjaga Pangan, Air, dan Ingatan Leluhur di Sumsel