Tasmalinda
Jum'at, 29 Mei 2026 | 16:37 WIB
Pertamina EP Limau Field mendapatkan suntikan produksi setelah pengembangan sumur LM-03 (L5A-312) berhasil dan menunjukkan potensi produksi minyak 643 BOPD dan gas 0,362 MMSCFD.
Baca 10 detik
  • Pertamina EP Limau Field berhasil menambah pasokan energi melalui pengembangan sumur LM-03 di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.
  • Uji alir sumur LM-03 menghasilkan 643 barel minyak per hari serta 0,362 juta standar kaki kubik gas harian.
  • Capaian ini meningkatkan target produksi migas sebesar 12 persen dan mencatatkan 62.712 jam kerja tanpa kecelakaan kerja.

SuaraSumsel.id - Upaya menjaga ketahanan energi nasional terus dilakukan oleh Pertamina EP Limau Field. Terbaru, perusahaan berhasil menambah pasokan energi melalui pengembangan sumur LM-03 (L5A-312) yang berada di Struktur Limau Barat, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.

Keberhasilan pengembangan sumur tersebut menjadi kabar positif bagi sektor hulu migas nasional. Pada uji alir awal, sumur LM-03 mampu menghasilkan produksi maksimum mencapai 643 barel minyak per hari (BOPD) dan gas sebesar 0,362 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).

Capaian ini tidak hanya memperkuat kontribusi produksi migas dari wilayah Sumatera Selatan, tetapi juga menjadi tambahan penting dalam mendukung pasokan energi nasional di tengah meningkatnya kebutuhan energi dalam negeri.

Senior Manager Pertamina EP Limau Field, Abdul Rachman Para Buana, mengatakan sumur LM-03 mulai ditajak pada Maret 2026 dan menunjukkan performa yang sangat baik. Selain menghasilkan produksi yang menjanjikan, kualitas minyak yang dihasilkan juga tergolong tinggi dengan kandungan air (water cut) hanya sekitar 1 persen.

“Keberhasilan pengembangan ini menambah sekitar 12 persen dari target produksi PEP Limau tahun 2026. Kami akan terus menjaga keberlanjutan produksi sumur ini dengan operasi yang aman dan andal,” ujarnya.

Pada Work Program and Budget (WP&B) 2026, PEP Limau Field ditargetkan memproduksi minyak sebesar 5.036 BOPD dan gas mencapai 11,3 MMSCFD. Dengan tambahan produksi dari sumur LM-03, perusahaan optimistis target tersebut dapat dicapai secara lebih optimal.

Di balik capaian produksi tersebut, aspek keselamatan kerja tetap menjadi prioritas utama. Operasi pengeboran dan pengembangan sumur LM-03 berhasil mencatatkan total 62.712 jam kerja tanpa kecelakaan sejak pertama kali ditajak.

Catatan tersebut menjadi bukti komitmen perusahaan dalam menjalankan operasi migas yang tidak hanya produktif, tetapi juga mengedepankan aspek kesehatan, keselamatan, keamanan, lingkungan (Health, Safety, Security and Environment/HSSE) serta prinsip Operational Excellence.

Keberhasilan sumur LM-03 juga membuka peluang pengembangan potensi migas baru di kawasan sekitar. PHR Regional Sumatra Zona 4 telah menyiapkan langkah lanjutan untuk mengoptimalkan potensi cadangan yang masih tersedia di area Limau Barat.

Baca Juga: Sudah 3 Bulan di Kamboja, Pemuda Muara Enim Ini Mengaku Harus Bayar Rp55 Juta untuk Pulang

Senior Manager Subsurface Development and Planning PHR Zona 4, Reza Nur Ardianto, mengatakan perusahaan akan melanjutkan pengeboran sumur pengembangan lainnya setelah melihat potensi yang menjanjikan dari hasil evaluasi geologi, geofisika, dan reservoir.

“Tidak berhenti di LM-03, kami akan meneruskan pengeboran satu sumur pengembangan pada 2026. Perusahaan juga akan terus mengupayakan pengembangan sumur lain di sekitarnya setelah melihat potensi dari data geologi, geofisika, dan reservoir yang ada,” katanya.

Keberhasilan pengembangan sumur ini juga tidak terlepas dari dukungan masyarakat dan para pemangku kepentingan di sekitar wilayah operasi. Sebelum pengeboran dimulai, tim Relations PHR Zona 4 telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan pemerintah setempat sebagai bagian dari upaya membangun komunikasi yang harmonis dengan lingkungan sekitar.

Dengan tambahan produksi dari sumur LM-03, Pertamina EP Limau Field kembali menunjukkan perannya sebagai salah satu penggerak produksi migas di Sumatera Selatan sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan energi nasional secara berkelanjutan.

Load More