- Pertamina EP Limau Field berhasil menambah pasokan energi melalui pengembangan sumur LM-03 di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.
- Uji alir sumur LM-03 menghasilkan 643 barel minyak per hari serta 0,362 juta standar kaki kubik gas harian.
- Capaian ini meningkatkan target produksi migas sebesar 12 persen dan mencatatkan 62.712 jam kerja tanpa kecelakaan kerja.
SuaraSumsel.id - Upaya menjaga ketahanan energi nasional terus dilakukan oleh Pertamina EP Limau Field. Terbaru, perusahaan berhasil menambah pasokan energi melalui pengembangan sumur LM-03 (L5A-312) yang berada di Struktur Limau Barat, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.
Keberhasilan pengembangan sumur tersebut menjadi kabar positif bagi sektor hulu migas nasional. Pada uji alir awal, sumur LM-03 mampu menghasilkan produksi maksimum mencapai 643 barel minyak per hari (BOPD) dan gas sebesar 0,362 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).
Capaian ini tidak hanya memperkuat kontribusi produksi migas dari wilayah Sumatera Selatan, tetapi juga menjadi tambahan penting dalam mendukung pasokan energi nasional di tengah meningkatnya kebutuhan energi dalam negeri.
Senior Manager Pertamina EP Limau Field, Abdul Rachman Para Buana, mengatakan sumur LM-03 mulai ditajak pada Maret 2026 dan menunjukkan performa yang sangat baik. Selain menghasilkan produksi yang menjanjikan, kualitas minyak yang dihasilkan juga tergolong tinggi dengan kandungan air (water cut) hanya sekitar 1 persen.
“Keberhasilan pengembangan ini menambah sekitar 12 persen dari target produksi PEP Limau tahun 2026. Kami akan terus menjaga keberlanjutan produksi sumur ini dengan operasi yang aman dan andal,” ujarnya.
Pada Work Program and Budget (WP&B) 2026, PEP Limau Field ditargetkan memproduksi minyak sebesar 5.036 BOPD dan gas mencapai 11,3 MMSCFD. Dengan tambahan produksi dari sumur LM-03, perusahaan optimistis target tersebut dapat dicapai secara lebih optimal.
Di balik capaian produksi tersebut, aspek keselamatan kerja tetap menjadi prioritas utama. Operasi pengeboran dan pengembangan sumur LM-03 berhasil mencatatkan total 62.712 jam kerja tanpa kecelakaan sejak pertama kali ditajak.
Catatan tersebut menjadi bukti komitmen perusahaan dalam menjalankan operasi migas yang tidak hanya produktif, tetapi juga mengedepankan aspek kesehatan, keselamatan, keamanan, lingkungan (Health, Safety, Security and Environment/HSSE) serta prinsip Operational Excellence.
Keberhasilan sumur LM-03 juga membuka peluang pengembangan potensi migas baru di kawasan sekitar. PHR Regional Sumatra Zona 4 telah menyiapkan langkah lanjutan untuk mengoptimalkan potensi cadangan yang masih tersedia di area Limau Barat.
Baca Juga: Sudah 3 Bulan di Kamboja, Pemuda Muara Enim Ini Mengaku Harus Bayar Rp55 Juta untuk Pulang
Senior Manager Subsurface Development and Planning PHR Zona 4, Reza Nur Ardianto, mengatakan perusahaan akan melanjutkan pengeboran sumur pengembangan lainnya setelah melihat potensi yang menjanjikan dari hasil evaluasi geologi, geofisika, dan reservoir.
“Tidak berhenti di LM-03, kami akan meneruskan pengeboran satu sumur pengembangan pada 2026. Perusahaan juga akan terus mengupayakan pengembangan sumur lain di sekitarnya setelah melihat potensi dari data geologi, geofisika, dan reservoir yang ada,” katanya.
Keberhasilan pengembangan sumur ini juga tidak terlepas dari dukungan masyarakat dan para pemangku kepentingan di sekitar wilayah operasi. Sebelum pengeboran dimulai, tim Relations PHR Zona 4 telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan pemerintah setempat sebagai bagian dari upaya membangun komunikasi yang harmonis dengan lingkungan sekitar.
Dengan tambahan produksi dari sumur LM-03, Pertamina EP Limau Field kembali menunjukkan perannya sebagai salah satu penggerak produksi migas di Sumatera Selatan sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan energi nasional secara berkelanjutan.
Tag
Berita Terkait
-
Sudah 3 Bulan di Kamboja, Pemuda Muara Enim Ini Mengaku Harus Bayar Rp55 Juta untuk Pulang
-
Tersinggung Perkataan Korban, Pria di Muara Enim Habisi Mantan Kekasih lalu Bakar Jasad
-
Empat Hari Hilang, Wanita di Muara Enim Ditemukan Tewas Terbakar di Tepi Sungai
-
Cadangan Minyak Baru Ditemukan di Musi Banyuasin, Produksi Pertamina Capai 1.857 Barel per Hari
-
Pertamina EP Temukan Potensi Migas Baru di Muara Enim, Produksinya Tembus Ribuan Barel
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
Terkini
-
5 Pertanyaan yang Wajib Ditanyakan saat Survei SD Swasta di Palembang, Jangan Hanya Lihat Gedungnya
-
Empat Hari Hilang, Wanita Muara Enim Ditemukan Tewas Dibakar Mantan Pacar, Ini Kronologinya
-
10 Jurusan dengan UKT Termahal di Unsri 2026, Fakultas Kedokteran Berapa?
-
Bank Sumsel Babel Tebar Berkah Idul Adha, Salurkan Hewan Kurban untuk Masyarakat Sumsel dan Babel
-
Sumur Baru Pertamina EP Limau di Muara Enim Tambah Pasokan Energi Nasional