- KPK menetapkan Bupati Muara Enim Edison dan tiga tersangka lainnya terkait dugaan suap proyek Dinas Pendidikan.
- Operasi tangkap tangan di Sumatera Selatan pada 7 Juni 2026 tersebut berhasil menyita barang bukti sekitar Rp2 miliar.
- Keponakan Bupati, Adi Triadi, ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan bukti keterlibatannya dalam pengadaan, bukan karena hubungan kekerabatan.
SuaraSumsel.id - Penetapan Bupati Muara Enim Edison sebagai tersangka kasus dugaan suap pengadaan di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muara Enim bukan satu-satunya kejutan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Di antara empat orang yang ditetapkan sebagai tersangka, terdapat nama Adi Triadi, yang oleh KPK dikonfirmasi merupakan keponakan Edison. Fakta hubungan keluarga tersebut langsung menyedot perhatian publik dan memunculkan pertanyaan besar: mengapa seorang keponakan ikut terseret dalam perkara yang menjerat kepala daerah?
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan bahwa Adi Triadi memiliki hubungan keluarga dengan Edison. KPK memasukkan Adi Triadi sebagai salah satu dari empat tersangka bersama Edison, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muara Enim Abi Nurwardani, serta pihak swasta Cory Erin Hardi.
Bukan Sekadar Hubungan Keluarga
Dalam banyak perkara korupsi yang ditangani KPK, hubungan keluarga semata tidak menjadi dasar penetapan tersangka.
Karena itu, perhatian penyidik kini tidak tertuju pada status Adi Triadi sebagai keponakan bupati, melainkan pada dugaan perannya dalam rangkaian proyek pengadaan yang tengah diusut.
KPK menegaskan bahwa penetapan tersangka dilakukan berdasarkan alat bukti yang diperoleh selama operasi tangkap tangan dan proses penyelidikan yang berlangsung sebelumnya.
Artinya, posisi Adi Triadi dalam perkara ini diduga berkaitan dengan aktivitas yang menjadi objek penyidikan, bukan semata-mata karena memiliki hubungan kekerabatan dengan Edison.
Kasus Berawal dari Pengadaan di Dinas Pendidikan
Baca Juga: Selain Rp2 Miliar, KPK Temukan Rekening Nomine atas Nama OB dalam Kasus Bupati Edison
Perkara yang menjerat Edison dan Adi Triadi berkaitan dengan dugaan suap dalam proyek pengadaan di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muara Enim.
Kasus ini kemudian berkembang menjadi OTT yang dilakukan KPK di Sumatera Selatan dan berujung pada penetapan empat tersangka.
Dalam operasi tersebut, KPK mengamankan 10 orang dan menyita barang bukti yang nilainya berkembang hingga hampir Rp2 miliar setelah dilakukan pendalaman. Barang bukti itu mencakup uang tunai, berbagai mata uang asing, saldo rekening, hingga temuan rekening nomine yang kini menjadi fokus penyidikan.
Mengapa Nama Adi Triadi Menjadi Sorotan?
Dibanding tersangka lainnya, nama Adi Triadi menarik perhatian karena memiliki kedekatan keluarga dengan kepala daerah yang sedang menjabat.
Dalam sejumlah kasus korupsi kepala daerah sebelumnya, penyidik kerap menelusuri apakah terdapat peran keluarga, orang dekat, atau pihak yang memiliki akses khusus terhadap proses pengadaan maupun komunikasi dengan kontraktor.
Berita Terkait
-
Selain Rp2 Miliar, KPK Temukan Rekening Nomine atas Nama OB dalam Kasus Bupati Edison
-
Dolar, Riyal dan Saldo Rekening Terungkap dalam OTT Edison, Nilainya Hampir Rp2 Miliar
-
Berada di Polda Sumsel, Bupati Edison Dijadwalkan Dibawa ke Jakarta Besok Pagi usai OTT KPK
-
Jika Edison Jadi Tersangka KPK, Sumarni Berpotensi Pimpin Muara Enim, Siapa Dia?
-
Harta Kekayaan Rp16 Miliar Bupati Edison Jadi Sorotan di Tengah OTT KPK
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot
-
Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla
-
Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar
-
51.200 Liter Minyak Disita di Muratara, Bareskrim Ungkap Dugaan Pasokan Solar Ilegal ke Kontraktor
-
PTBA dan UGM Uji Pupuk Kalium Humat dari Batu Bara untuk Tingkatkan Hasil Panen