- KPK melakukan operasi tangkap tangan terhadap Bupati Muara Enim, Edison, terkait dugaan pengadaan di lingkungan pemerintah kabupaten tersebut.
- Publik menyoroti Wakil Bupati Sumarni sebagai sosok yang berpotensi melanjutkan roda pemerintahan jika Edison berhalangan menjalankan tugasnya.
- Stabilitas pemerintahan daerah tetap krusial agar program pembangunan serta pelayanan publik di Kabupaten Muara Enim tidak terganggu.
SuaraSumsel.id - Operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyeret Bupati Muara Enim Edison tidak hanya memunculkan perhatian terhadap proses hukum yang sedang berjalan. Di tengah berkembangnya kasus tersebut, muncul satu pertanyaan yang mulai banyak dicari masyarakat: siapa yang akan memimpin Kabupaten Muara Enim jika Edison nantinya ditetapkan sebagai tersangka atau berhalangan menjalankan tugasnya?
Nama yang paling banyak disebut tentu adalah Wakil Bupati Muara Enim, Sumarni. Sebagai pasangan yang memenangkan Pilkada Muara Enim 2024 bersama Edison, Sumarni kini menjadi sosok yang ikut disorot publik.
Meski hingga saat ini KPK masih melakukan pemeriksaan dan belum mengumumkan status hukum para pihak yang diamankan dalam OTT, berbagai spekulasi mengenai kelangsungan roda pemerintahan di Muara Enim mulai bermunculan.
Jika Kepala Daerah Berhalangan, Apa yang Terjadi?
Dalam sistem pemerintahan daerah, wakil kepala daerah memiliki peran penting untuk memastikan jalannya pemerintahan tetap berlangsung ketika kepala daerah berhalangan menjalankan tugas.
Karena itu, perhatian masyarakat kini tertuju pada sosok Sumarni yang selama ini mendampingi Edison memimpin Kabupaten Muara Enim periode 2025–2030.
Pertanyaan mengenai siapa yang akan menjalankan roda pemerintahan menjadi semakin relevan karena Muara Enim merupakan salah satu daerah strategis di Sumatera Selatan dengan berbagai proyek pembangunan, sektor energi, pertambangan, dan pelayanan publik yang harus tetap berjalan.
Siapa Sebenarnya Sumarni?
Berbeda dengan Edison yang dikenal memiliki latar belakang panjang sebagai aparatur sipil negara (ASN) di Badan Pertanahan Nasional (BPN), Sumarni merupakan figur politik yang cukup dikenal di Muara Enim.
Baca Juga: Harta Kekayaan Rp16 Miliar Bupati Edison Jadi Sorotan di Tengah OTT KPK
Namanya semakin dikenal publik setelah maju mendampingi Edison dalam Pilkada Muara Enim 2024.
Pasangan Edison-Sumarni berhasil memenangkan kontestasi politik tersebut setelah memperoleh 114.258 suara atau sekitar 38,76 persen suara sah.
Kemenangan itu mengantarkan keduanya menjadi pasangan kepala daerah yang memimpin Muara Enim untuk periode 2025–2030.
Mendampingi Edison dalam Program Pembangunan
Sejak dilantik Presiden Prabowo Subianto pada Februari 2025, Edison dan Sumarni mulai menjalankan berbagai program pembangunan yang dijanjikan kepada masyarakat.
Sebagai wakil bupati, Sumarni memiliki tugas membantu kepala daerah dalam menjalankan pemerintahan, mengawasi pelaksanaan program, serta memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan dengan baik.
Berita Terkait
-
Harta Kekayaan Rp16 Miliar Bupati Edison Jadi Sorotan di Tengah OTT KPK
-
Profil Edison, Bupati Muara Enim dari NasDem yang Terjaring OTT KPK
-
7 Fakta Terbaru OTT Bupati Muara Enim Edison, KPK Ungkap Dugaan Suap Pengadaan
-
Herman Deru Buka Suara soal OTT Bupati Edison, Beri Peringatan untuk Pejabat
-
Selain Bupati Edison, Ini Sederet Pejabat Muara Enim yang Diamankan KPK dalam OTT
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla
-
Sopir Logistik Diminta Setop Masuk Empat Lawang, Ada Cerita Perampokan Pukul 05.00 WIB
-
PBB IGM Palembang Menunggak Rp2,33 Miliar, Bapenda dan Yayasan Beda Pandangan soal Status Nirlaba
-
438 Ribu Kasus ISPA di Sumsel, Siapa Menghitung Kerugian Perempuan dan Anak akibat Karhutla?
-
Edison Didakwa Terima Rp4,67 Miliar dalam Kasus Smart Board, Jaksa Ungkap Dugaan Transaksi Bertahap