- Seorang dokter gigi di Palembang mengalami luka serius di kepala akibat diserang pelaku menggunakan palu pada Rabu (3/6/2026).
- Insiden penyerangan terjadi di Jalan Kolonel H Burlian setelah sebelumnya sempat terjadi perselisihan lalu lintas antara kedua pihak.
- Polrestabes Palembang kini melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa rekaman CCTV untuk memburu pelaku penyerangan tersebut.
SuaraSumsel.id - Sebagian besar perselisihan di jalan raya berakhir dengan saling meminta maaf atau masing-masing pihak melanjutkan perjalanan. Namun yang dialami ATW (22), seorang dokter gigi muda di Palembang, justru berbeda.
Peristiwa yang terjadi di kawasan Jalan Kolonel H Burlian KM 9 pada Rabu (3/6/2026) itu kini menjadi perhatian luas masyarakat setelah korban mengalami luka di bagian kepala hingga harus menjalani tujuh jahitan. Polisi pun masih memburu pelaku yang diduga melakukan penyerangan menggunakan palu.
Yang membuat kasus ini menyita perhatian bukan hanya karena korban merupakan tenaga kesehatan muda, tetapi karena dugaan penyerangan terjadi ketika konflik yang sebelumnya terjadi di jalan raya disebut telah mereda.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari penyelidikan awal, korban yang saat itu mengendarai mobil sempat terlibat selisih paham dengan seorang pengendara sepeda motor. Perselisihan itu kemudian dibicarakan di lokasi kejadian. Bahkan kedua pihak disebut sempat berunding terkait kerusakan yang terjadi dan berusaha menyelesaikan persoalan tersebut.
Namun situasi berubah hanya dalam hitungan menit.
Saat korban telah kembali masuk ke dalam mobilnya, pelaku diduga kembali mendekat. Di momen inilah dugaan penyerangan terjadi. Korban mengalami luka di bagian kening setelah terkena benda keras yang disebut berupa palu. Akibat luka tersebut, korban harus mendapatkan penanganan medis dan menjalani tujuh jahitan.
Kasus ini kemudian berkembang cepat setelah informasi mengenai kejadian tersebut menyebar di media sosial. Foto korban dengan luka di kepala dan kondisi kendaraan yang rusak memicu perhatian masyarakat. Banyak warga mempertanyakan bagaimana sebuah konflik singkat di jalan dapat berubah menjadi tindakan yang berujung proses pidana.
Kasat Reskrim Polrestabes Palembang AKBP Musa Jedi Permana membenarkan bahwa laporan korban telah diterima dan kini sedang ditangani bersama Polsek Sukarami. Menurutnya, polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengumpulkan berbagai petunjuk untuk mengidentifikasi pelaku.
"Petugas sudah melakukan olah TKP untuk mencari petunjuk termasuk mengambil CCTV," kata Musa Jedi.
Baca Juga: Ketua Umum Periska PTBA Turun ke Dapur UMKM Lampung, Pastikan Program Pemberdayaan Tepat Sasaran
Rekaman CCTV menjadi salah satu fokus penyelidikan karena diharapkan dapat membantu mengungkap identitas pelaku dan memperjelas urutan kejadian. Selain itu, penyidik juga memeriksa saksi-saksi yang berada di sekitar lokasi saat insiden terjadi.
Di luar proses hukum yang sedang berjalan, kasus ini kembali mengingatkan publik pada fenomena meningkatnya konflik antar-pengendara yang berujung kekerasan. Dalam banyak kasus, persoalan kecil di jalan raya sering kali berakhir tanpa masalah. Namun ketika emosi mengambil alih, dampaknya bisa jauh lebih besar daripada pemicu awalnya.
Perkara yang menimpa dokter gigi muda di Palembang ini kini tidak hanya menjadi soal pencarian pelaku. Kasus tersebut juga menjadi pengingat bahwa keputusan emosional yang terjadi dalam hitungan detik dapat meninggalkan konsekuensi hukum yang panjang bagi semua pihak yang terlibat.
Sementara polisi terus memburu pelaku, masyarakat menunggu jawaban atas satu pertanyaan yang hingga kini masih menjadi perhatian utama: mengapa perselisihan yang disebut sempat diselesaikan justru berakhir dengan dugaan penyerangan yang menyebabkan seorang dokter gigi muda harus menjalani tujuh jahitan di kepala?
Berita Terkait
-
Ketua Umum Periska PTBA Turun ke Dapur UMKM Lampung, Pastikan Program Pemberdayaan Tepat Sasaran
-
Dari Truk Rp300 Juta hingga Jadi Tersangka, Begini Awal Mula Kasus Bos Pool Truk Palembang
-
Bos Pool Truk Palembang Jadi Tersangka, Video 43 Detik yang Mengubah Segalanya
-
Kasus Sungai Lalan Jadi Sorotan, Dugaan Pungutan Rp9 Juta per Kapal Capai Rp160 Miliar
-
Setelah Sita Emas dan Harley, Kejati Sumsel Kini Amankan 5 Pegawai KSOP Palembang
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
5 Anggota DPRD Palembang Diperiksa Kejari, Ada Apa di Balik Kasus Korupsi Lampu Jalan?
-
Pertamina EP Prabumulih Tambah Potensi Produksi Minyak 2.068 BOPD dari Sumur Baru
-
Kilang Plaju Mulai Salurkan Biosolar B50, Pasokan Energi Sumatera Bagian Selatan Masuk Babak Baru
-
5 Fakta Viral Bocah Palembang Mengaku Dipukul Oknum Polisi saat Main Layang
-
Di Mana Prima Salam? Ratu Dewa Ungkap Kondisi Terbaru Wakil Wali Kota Palembang