- Bank Indonesia menyelenggarakan rangkaian pelatihan kapasitas SDM dalam Festival Ekonomi Syariah Regional Sumatera pada 4–6 Juni 2026.
- Sebanyak 150 peserta mengikuti pelatihan kreator konten, dai, dan sertifikasi nazhir wakaf untuk memperkuat literasi keuangan syariah.
- Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan edukasi digital dan profesionalisme pengelola wakaf guna mendorong pertumbuhan ekonomi syariah yang berkelanjutan.
SuaraSumsel.id - Upaya memperkuat ekonomi dan keuangan syariah terus dilakukan di tengah tantangan ekonomi global yang masih dinamis. Salah satu langkah yang ditempuh adalah memperluas literasi masyarakat melalui penguatan sumber daya manusia yang mampu menjadi agen edukasi dan perubahan di era digital.
Komitmen tersebut diwujudkan Bank Indonesia melalui berbagai kegiatan peningkatan kapasitas yang menjadi bagian dari rangkaian Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Sumatera 2026. Bersama pemerintah daerah, Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS), kementerian dan lembaga, perguruan tinggi, serta berbagai mitra strategis, Bank Indonesia mendorong lahirnya talenta-talenta baru yang mampu memperluas pemahaman masyarakat terhadap ekonomi syariah.
Sebagai bagian dari program tersebut, Bank Indonesia menyelenggarakan Training of Trainers (ToT) Content Creator, Training of Trainers (ToT) Dai dan Daiyah, serta Sertifikasi Nazhir Wakaf pada 4 hingga 6 Juni 2026. Kegiatan ini diikuti sekitar 150 peserta yang berasal dari berbagai provinsi di Sumatera.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Bambang Pramono, mengatakan penguatan ekonomi dan keuangan syariah tidak hanya membutuhkan dukungan kebijakan dan pengembangan industri halal, tetapi juga memerlukan peningkatan literasi masyarakat yang dilakukan secara masif dan berkelanjutan.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital membuka peluang besar untuk memperluas jangkauan edukasi ekonomi syariah kepada masyarakat, khususnya generasi muda yang saat ini sangat dekat dengan berbagai platform digital.
Melalui ToT Content Creator, para peserta dibekali pemahaman mengenai ekonomi dan keuangan syariah, pengelolaan zakat dan wakaf, keuangan komersial syariah, hingga teknik memproduksi konten digital yang kreatif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
Mengusung tema "From Scroll to Impact: Mengubah Konten Digital Menjadi Gerakan Ekonomi Syariah", pelatihan tersebut mendorong para kreator untuk tidak hanya menghasilkan konten yang menarik, tetapi juga mampu menghadirkan dampak positif melalui penyebaran informasi dan edukasi ekonomi syariah.
Sementara itu, ToT Dai dan Daiyah difokuskan pada penguatan kapasitas para pendakwah agar mampu menyampaikan materi ekonomi dan keuangan syariah secara lebih komprehensif, aplikatif, dan mudah dipahami masyarakat. Para peserta diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang mendorong pengembangan ekonomi umat melalui pendekatan dakwah yang relevan dengan perkembangan zaman.
Pada saat yang sama, Bank Indonesia juga menggelar Sertifikasi Nazhir Wakaf sebagai upaya meningkatkan kompetensi dan profesionalisme pengelola wakaf. Langkah ini dinilai penting untuk mendukung optimalisasi pemanfaatan aset wakaf secara produktif sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Baca Juga: FESyar Sumatera 2026 Hadir di Palembang, Ada 122 UMKM Halal dan Tabligh Akbar Habib Syech
Berbagai kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari regulator, akademisi, praktisi industri halal, lembaga zakat dan wakaf, hingga content creator nasional yang telah berpengalaman dalam mengembangkan konten edukatif berbasis digital.
Selain fokus pada pengembangan kapasitas sumber daya manusia, rangkaian FESyar Sumatera 2026 juga menghadirkan Penjurian Kompetisi Modest Fashion yang menjadi bagian dari upaya mendorong pertumbuhan industri fesyen muslim dan ekonomi kreatif berbasis syariah di Indonesia.
Mengusung tema "Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital", FESyar Regional Sumatera 2026 diharapkan menjadi wadah kolaborasi yang mampu memperkuat ekosistem ekonomi syariah sekaligus melahirkan inovasi, talenta, dan peluang ekonomi baru yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Melalui penguatan literasi, peningkatan kapasitas SDM, serta pemanfaatan teknologi digital, ekonomi dan keuangan syariah diharapkan semakin berperan sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan, baik di Sumatera maupun Indonesia secara keseluruhan.
Tag
Berita Terkait
-
FESyar Sumatera 2026 Hadir di Palembang, Ada 122 UMKM Halal dan Tabligh Akbar Habib Syech
-
Sumsel Siapkan Lompatan Ekonomi Baru lewat Task Force Investasi
-
150 UMKM Sumsel Naik Kelas, Program InkuBI 2026 Siap Dorong Ekonomi Digital
-
Tak Mau Cuma Jual Mentah, BI Sumsel Siapkan Jurus Baru Dongkrak Ekonomi Daerah
-
Inflasi Sumsel Menurun, Tekanan Harga Masih Mengalir di Sektor Konsumsi
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
- 3 HP Murah Samsung Terlaris Global Q1 2026: Mulai Sejutaan, Kamera Sudah OIS
Pilihan
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
Terkini
-
Bank Indonesia Perkuat Literasi Syariah Lewat Pelatihan Content Creator hingga Dai Digital
-
Konflik PGRI Memanas di Sumsel, Bukman Lian dan Riza Pahlevi Saling Klaim Kepengurusan
-
Iwan Tuaji Jadi Tersangka, Apakah Bupati Asgianto Ikut Terseret?
-
PTBA Dampingi Petani Kopi Sawahlunto, Panen Meningkat dan Nilai Tambah Terbuka
-
Belanja Bulanan Makin Mahal? Warga Belitung Timur Bisa Hemat Rp50 Ribu dengan Cara Ini