- Bank Indonesia Sumatera Selatan menggelar forum di Universitas Sriwijaya pada 22 April 2026 untuk membahas strategi hilirisasi komoditas unggulan.
- Hilirisasi sektor batu bara dan kelapa sawit bertujuan meningkatkan nilai tambah ekonomi daerah serta mengurangi ketergantungan ekspor bahan mentah.
- Penerapan kebijakan hilirisasi diharapkan mampu mendorong penciptaan industri baru, memperluas lapangan kerja, dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah berkelanjutan.
SuaraSumsel.id - Provinsi Sumatera Selatan selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung sumber daya alam di Indonesia. Dari hamparan kebun sawit yang luas hingga cadangan batu bara yang melimpah, daerah ini seolah memiliki “harta karun” yang tak pernah habis. Namun di balik kekayaan itu, ada persoalan lama yang terus menghantui yakni sebagian besar hasil bumi masih dijual dalam bentuk mentah.
Situasi inilah yang kini menjadi perhatian serius Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan.
Lewat agenda Policy Talks bertajuk Sinergi Hilirisasi untuk Ketahanan Pangan & Energi Sumatera Selatan dalam rangka Road to 3rd Sriwijaya Economic Forum (SEF) 2026 di Universitas Sriwijaya, Rabu (22/4/2026), BI Sumsel mulai menyiapkan strategi baru agar Sumsel tak lagi sekadar menjadi penjual bahan mentah.
Kepala Perwakilan BI Sumsel Bambang Pramono menegaskan, hilirisasi menjadi salah satu kunci penting untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi daerah.
Menurutnya, Sumsel memiliki peluang besar untuk naik kelas melalui pengolahan komoditas unggulan menjadi produk turunan yang lebih kompetitif di pasar nasional maupun global.
“Sumatera Selatan memiliki potensi besar di sektor batu bara dan kelapa sawit yang didukung oleh ketersediaan sumber daya dan cadangan yang melimpah,” ujar Bambang.
Ia menambahkan, selama ini ketergantungan terhadap ekspor bahan mentah membuat nilai ekonomi yang dinikmati daerah belum maksimal.
Karena itu, hilirisasi dinilai sebagai jalan keluar agar kekayaan alam Sumsel tak hanya menguntungkan pasar luar, tetapi juga bisa menciptakan industri baru, lapangan kerja, dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Tak hanya bicara energi, sektor pangan juga menjadi perhatian.
Baca Juga: Forum Sawit Besar Digelar di Palembang, Benarkah Bisa Selamatkan Industri Sumsel?
Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Palembang Prof. Dr. Azwardi mengatakan, sinergi hilirisasi pangan dan energi sejalan dengan prioritas nasional yang tertuang dalam delapan agenda pembangunan nasional atau Asta Cita Presiden Republik Indonesia.
Menurutnya, Sumsel punya peluang besar untuk mengambil peran lebih besar di tingkat nasional jika mampu mengoptimalkan keunggulan komparatif daerah secara berkelanjutan.
Forum tersebut dihadiri berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, hingga pengamat ekonomi.
Sejumlah narasumber lintas sektor turut memberikan pandangan strategis, di antaranya Dekan Fakultas Pertanian Unsri Prof. Dr. Ir. A. Muslim, M.Agr, Plt Kepala Bappeda Sumsel Dody Eko Prasetyo, serta Investor Relations Department Head PT Bukit Asam Tbk Aldy Pratama.
Dalam forum itu, BI Sumsel juga memaparkan kondisi ekonomi terkini daerah, perkembangan inflasi, serta prospek ekonomi ke depan.
Berbagai rekomendasi kebijakan dihimpun untuk memperkuat ketahanan ekonomi daerah, menjaga stabilitas harga, dan mendorong pertumbuhan yang lebih inklusif.
Berita Terkait
-
Forum Sawit Besar Digelar di Palembang, Benarkah Bisa Selamatkan Industri Sumsel?
-
Bukan Sekadar Digitalisasi, Ini Strategi Bank Indonesia Dongkrak PAD Sumsel Lewat SIGUNTANG
-
Harga Batu Bara Melemah, PTBA Tetap Tumbuh: Produksi Naik 9 Persen, Penjualan Menguat
-
Kenapa Harga Batu Bara Dunia Anjlok? Peran China dan India Jadi Sorotan
-
Harga Batu Bara Anjlok 22 Persen, PTBA Malah Tancap Gas, Ini Rahasia di Baliknya
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Edison Didakwa Terima Rp4,67 Miliar dalam Kasus Smart Board, Jaksa Ungkap Dugaan Transaksi Bertahap
-
Bisnis Properti Sumsel Tak Lagi Baik-Baik Saja, REI Ungkap Penurunan Permintaan di Semua Segmen
-
Lewat Qlola Mobile, BRI Perluas Akses Pengelolaan Keuangan Perusahaan Secara Digital
-
Hari Sumpah Pemuda, BRI Berikan Promo Khusus Belanja Hemat Pakai QRIS BRImo dan BRI Kartu Kredit
-
13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot