- Ekonomi Sumatera Selatan tumbuh 5,34 persen pada triwulan I 2026, memperkuat posisinya sebagai destinasi investasi strategis di Sumatera.
- Bank Indonesia dan Pemerintah Provinsi Sumsel membentuk Task Force Percepatan Investasi guna meningkatkan kualitas proyek agar lebih kompetitif.
- Langkah strategis ini bertujuan mempercepat realisasi investasi, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing ekonomi daerah secara berkelanjutan.
SuaraSumsel.id - Sumatera Selatan mulai memperkuat langkah transformasi ekonominya di tengah persaingan investasi antarwilayah yang semakin ketat. Tidak lagi sekadar mengandalkan kekayaan sumber daya alam, Sumsel kini mulai menyiapkan strategi baru untuk mempercepat masuknya investasi dan memperkuat hilirisasi industri daerah.
Langkah tersebut terlihat dari pembentukan Task Force Percepatan Investasi yang diinisiasi Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan bersama Pemerintah Provinsi Sumsel.
Pembentukan Task Force ini menjadi bagian dari upaya mempercepat realisasi proyek investasi, mengurai hambatan di lapangan, sekaligus meningkatkan kesiapan proyek-proyek strategis agar lebih menarik di mata investor.
Di tengah tekanan ekonomi global, Sumsel justru mampu mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang positif. Pada triwulan I 2026, ekonomi Sumsel tercatat tumbuh 5,34 persen secara tahunan (year on year/yoy) dengan kontribusi mencapai 13,60 persen terhadap perekonomian regional Sumatera. Capaian tersebut ditopang sejumlah sektor utama seperti pertambangan, industri pengolahan, pertanian, perdagangan, transportasi, hingga jasa.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumsel, Bambang Pramono, mengatakan Sumsel memiliki modal kuat untuk berkembang menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Sumatera.
Menurutnya, tantangan investasi saat ini tidak hanya soal promosi daerah, tetapi juga bagaimana proyek investasi yang ditawarkan benar-benar siap dijalankan dan memiliki kepastian.
“Sinergi antar pemangku kepentingan menjadi penting agar proyek investasi daerah semakin siap, kompetitif, dan mampu menarik investor,” ujar Bambang dalam kegiatan Launching, Talkshow and Capacity Building Penyusunan Dokumen Studi Pendahuluan di Palembang.
Ia menilai, keberadaan Task Force Investasi akan membantu mempercepat koordinasi lintas sektor, mulai dari promosi proyek, penyelesaian hambatan investasi, hingga penguatan kualitas proyek strategis daerah.
Pemerintah Provinsi Sumsel juga menilai percepatan investasi menjadi salah satu instrumen penting untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka peluang kerja baru bagi masyarakat.
Baca Juga: Pengusaha Tiongkok Makin Lirik Sumsel, Cik Ujang Promosikan Tanjung Carat
Staf Ahli Gubernur Sumsel Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Pandji Tjahjanto, turut mengapresiasi dukungan Bank Indonesia dalam memperkuat iklim investasi di Sumsel.
Selain membahas strategi percepatan investasi, forum tersebut juga menghadirkan penguatan kapasitas daerah dalam menyiapkan dokumen proyek investasi, pemetaan investor potensial, hingga sinkronisasi proyek daerah dengan agenda pembangunan nasional.
Sejumlah sektor strategis seperti hilirisasi industri, pengolahan sumber daya alam, hingga penguatan konektivitas logistik disebut masih memiliki ruang pengembangan besar dalam beberapa tahun mendatang.
Dengan posisi geografis yang strategis, kekuatan sumber daya alam, serta pertumbuhan ekonomi yang tetap stabil, Sumsel kini dinilai mulai menyiapkan fondasi baru untuk menjadi salah satu magnet investasi utama di Pulau Sumatera.
Tag
Berita Terkait
-
Pengusaha Tiongkok Makin Lirik Sumsel, Cik Ujang Promosikan Tanjung Carat
-
'Kalau Dolar Terus Naik, Kami Bisa Susah', Pedagang dan Peternak di Sumsel Mulai Khawatir
-
150 UMKM Sumsel Naik Kelas, Program InkuBI 2026 Siap Dorong Ekonomi Digital
-
Tak Mau Cuma Jual Mentah, BI Sumsel Siapkan Jurus Baru Dongkrak Ekonomi Daerah
-
Bukan Sekadar Digitalisasi, Ini Strategi Bank Indonesia Dongkrak PAD Sumsel Lewat SIGUNTANG
Terpopuler
- Pilih Kursi Komisaris Ketimbang Partai, Musyafirin Resmi Diusulkan Dipecat PDIP
- Survei Capres PPI: Prabowo Masih Perkasa, Anies Tempel Ketat, Gibran di Bawah AHY
- Mudah, Ini Cara Menghentikan Spam Call di HP Android dan iPhone
- Kronologi Kader PDIP Musyafirin Pilih Kursi Komisaris Ketimbang Partai Berujung Usulan Pemecatan
- 4 Shio Ini Diprediksi Panen Cuan dan Sukses Besar di Tahun Kambing Api 2027
Pilihan
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
-
Mantan Kadiv Hubinter Napoleon Bonaparte Meninggal, Pengacara: Doakan Bapak Diampuni Dosa-dosanya
-
Pekan Kelam IHSG: Drama BYAN Haji Isam, Turun Kelas MSCI Hingga Rekor Terburuk Bursa
-
Rakyat Kecil Jadi Korban Antrean BBM, dari Ojol Kehilangan Pendapatan hingga Kampus Terpaksa WFH
Terkini
-
DPRD Palembang Dorong Perda Karhutla, Cegah Lahan Terbakar Jadi Perumahan
-
Saling Sindir di TikTok Berujung Maut di OKI, 3 Orang Tewas, Polisi Tetapkan 2 Tersangka
-
Langit Palembang Sempat Cerah, Kabut Asap Kembali Pekat, BMKG Ungkap Faktor Pemicu
-
BRI Salurkan Kredit UMKM Rp1.235,4 Triliun, Dorong Ekonomi Inklusif
-
Jadwal Listrik Padam Palembang Pekan Ini, Cek Lokasi dan Jam Pemadaman