- Kejati Sumsel menetapkan Wakil Bupati PALI, Iwan Tuaji, dan oknum ASN berinisial AK sebagai tersangka kasus suap proyek.
- Tersangka diduga meminta uang komitmen sebesar Rp1 miliar terkait pengerjaan proyek senilai Rp10 miliar di Kabupaten PALI.
- Penyidik menyita uang tunai sejumlah Rp436 juta dari rumah Iwan Tuaji sebagai barang bukti dalam proses penyidikan tersebut.
SuaraSumsel.id - Wakil Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Iwan Tuaji, resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi gratifikasi dan/atau suap terkait pengurusan proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten PALI tahun 2024.
Penetapan tersangka diumumkan langsung Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumatera Selatan, Ketut Sumedana, dalam konferensi pers yang digelar di Kejati Sumsel, Rabu (3/6/2026).
Selain Iwan Tuaji, penyidik juga menetapkan seorang aparatur sipil negara (ASN) berinisial AK alias L sebagai tersangka. AK diketahui merupakan PNS pada Badan Pendapatan Daerah Provinsi Sumsel dan sebelumnya pernah menjabat Kepala Bidang di Dinas PUPR Kabupaten PALI.
“Untuk Wakil Bupati kita amankan di PALI dan untuk AK alias L kita amankan di Palembang,” ujar Kajati Sumsel.
Menurut Kajati Sumsel, perkara yang kini menjerat Iwan Tuaji bermula pada 2 Desember 2024, ketika AK alias L mengajak seorang saksi berinisial H untuk bertemu dengan Iwan Tuaji.
Saat itu, Iwan Tuaji masih berstatus sebagai calon Wakil Bupati PALI yang tengah bersiap menghadapi pelantikan hasil Pilkada 2024.
Pertemuan tersebut berlangsung di kediaman Iwan Tuaji.
Dalam pertemuan itu diduga terjadi pembicaraan mengenai pengurusan proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten PALI.
Proyek Rp10 Miliar dan Dugaan Fee Rp1 Miliar
Baca Juga: Saat Diperiksa Kejati, Perjalanan Harta Iwan Tuaji Ikut Jadi Sorotan: Dari Rp50 Juta ke Rp6,7 Miliar
Kejati Sumsel mengungkap proyek yang menjadi pembahasan berkaitan dengan pekerjaan timbunan agregat dan drainase dengan nilai sekitar Rp10 miliar.
Penyidik menduga terdapat permintaan uang komitmen atau fee proyek sebesar Rp1 miliar agar pihak tertentu dapat memperoleh pekerjaan tersebut.
“Terhadap proyek tersebut diduga terdapat permintaan uang suap komitmen sebesar Rp1 miliar agar saksi H bisa mendapatkan proyek yang dimaksud,” kata Ketut Sumedana.
Dugaan inilah yang kemudian menjadi salah satu fokus penyidikan hingga akhirnya Kejati Sumsel menetapkan dua orang sebagai tersangka.
Uang Rp436 Juta Diamankan dari Rumah Iwan Tuaji
Dalam proses penyidikan, Kejati Sumsel juga melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi, termasuk kediaman Iwan Tuaji.
Tag
Berita Terkait
-
Saat Diperiksa Kejati, Perjalanan Harta Iwan Tuaji Ikut Jadi Sorotan: Dari Rp50 Juta ke Rp6,7 Miliar
-
Dari Garda Pemuda NasDem hingga 15 Bulan Jabat Wabup PALI, Begini Jejak Karier Iwan Tuaji
-
7 Fakta Iwan Tuaji, Wabup PALI dari NasDem yang Kini Diperiksa Kejati Sumsel
-
Siapa Iwan Tuaji? Politikus NasDem yang Kini Jadi Sorotan Karena Diperiksa Kejati Sumsel
-
Dicecar Pertanyaan Wartawan, Iwan Tuaji Tetap Bungkam Saat Masuk Ruang Pemeriksaan
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Di Mana Prima Salam? Ratu Dewa Ungkap Kondisi Terbaru Wakil Wali Kota Palembang
-
Strategi Mikro BRI Tuai Pengakuan, JPMorgan Naikkan Rekomendasi BBRI
-
Fakta Penemuan Pasutri Tewas di Kebun Karet Banyuasin, Polisi Dalami Penyebab Kematian
-
Demi Tingkatkan PAD, Pospera Sumsel Desak Ratu Dewa Utamakan Good Government Bapenda Palembang
-
Diminta Masakkan Makanan untuk Nenek, Pemuda di Banyuasin Aniaya Ibu Kandung