- Wakil Bupati PALI, Iwan Tuaji, sedang menjalani pemeriksaan oleh Kejati Sumatera Selatan terkait perkara yang masih didalami penyidik.
- Total kekayaan Iwan Tuaji tercatat meningkat signifikan dari Rp50 juta pada 2019 menjadi Rp6,7 miliar pada 2024.
- Kenaikan aset tersebut didominasi oleh kepemilikan tanah dan bangunan senilai Rp6 miliar yang berlokasi di Kota Palembang.
SuaraSumsel.id - Nama Wakil Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Iwan Tuaji, tengah menjadi perhatian publik setelah menjalani pemeriksaan oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan terkait perkara yang saat ini masih didalami penyidik.
Di tengah perkembangan tersebut, laporan harta kekayaan Iwan Tuaji yang tercatat dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) turut menjadi sorotan masyarakat.
Berdasarkan dokumen LHKPN yang dilaporkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), total kekayaan Iwan Tuaji saat maju sebagai calon Wakil Bupati PALI pada 2024 tercatat mencapai Rp6.726.600.000.
Jumlah tersebut jauh berbeda dibandingkan laporan harta yang pernah disampaikannya saat maju sebagai calon anggota DPRD pada 2019.
Dari Rp50 Juta Menjadi Rp6,7 Miliar
Dalam dokumen LHKPN tahun 2019, Iwan Tuaji melaporkan total kekayaan sebesar Rp50 juta. Saat itu, seluruh kekayaan yang dilaporkan berupa kas dan setara kas. Tidak tercatat kepemilikan tanah, bangunan, kendaraan, maupun aset bergerak lainnya.
Lima tahun kemudian, tepatnya saat mengikuti kontestasi Pilkada PALI 2024, nilai kekayaan yang dilaporkannya meningkat menjadi Rp6,726 miliar.
Data tersebut tercantum dalam dokumen LHKPN yang disampaikan kepada KPK sebagai bagian dari persyaratan pencalonan kepala daerah.
Berdasarkan rincian laporan kekayaan, sebagian besar aset yang dimiliki Iwan Tuaji berasal dari tanah dan bangunan yang berlokasi di Kota Palembang.
Baca Juga: Kronologi Wabup PALI Diamankan Kejati, Dari Rumah Dinas hingga Diperiksa di Palembang
Nilai aset tanah dan bangunan yang dilaporkan mencapai Rp6 miliar atau menjadi komponen terbesar dari total kekayaan yang tercatat.
Selain itu, Iwan Tuaji juga melaporkan kepemilikan sebuah mobil Toyota minibus tahun 2022 dengan nilai Rp550 juta.
Dalam laporan tersebut juga tercatat harta bergerak lainnya senilai Rp35 juta serta kas dan setara kas sebesar Rp150 juta.
Sementara itu, jumlah utang yang dilaporkan mencapai Rp8,4 juta.
Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara merupakan instrumen yang digunakan untuk mendorong transparansi pejabat publik dalam melaporkan aset yang dimiliki kepada KPK.
Melalui sistem tersebut, masyarakat dapat mengetahui harta kekayaan yang dilaporkan oleh penyelenggara negara maupun calon pejabat publik.
Berita Terkait
-
Kronologi Wabup PALI Diamankan Kejati, Dari Rumah Dinas hingga Diperiksa di Palembang
-
Profil Iwan Tuaji, Wakil Bupati PALI yang Kini Jadi Sorotan dalam Kasus Dugaan Fee Proyek
-
5 Fakta Kasus Wabup PALI yang Diamankan Kejati, Dugaan Fee Proyek Jadi Sorotan
-
Kejati Jemput Wakil Bupati PALI dan Kepala Dinas, Dugaan Suap Fee Proyek Terkuak
-
5 Fakta Penemuan Mahkota Emas di PALI Sumsel yang Bikin Warga Heboh
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar
-
Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin
-
Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan
-
22,4 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Sumsel dan Sekitarnya, Mengapa Peredaran Sulit Diberantas?
-
Dua Kali Kebakaran di Konsesi Sawit OKI, Ini Profil PT Ricky Agrindo Sejahtera yang Disidik Polisi