Tasmalinda
Rabu, 03 Juni 2026 | 15:00 WIB
Hanya karena menegur penyerobot antrean solar, sopir truk di Palembang kehilangan nyawa.
Baca 10 detik
  • Sopir truk berinisial YF tewas setelah terlibat cekcok antrean BBM di SPBU Jalan Noerdin Pandji, Palembang, Selasa (2/6/2026).
  • Kelompok pelaku menyerang korban secara brutal menggunakan senjata tajam hingga menyebabkan korban meninggal dunia akibat luka tusukan.
  • Polrestabes Palembang saat ini sedang memburu para pelaku pengeroyokan untuk diproses secara hukum atas tindakan kekerasan tersebut.

SuaraSumsel.id - Tak ada yang menyangka sebuah teguran di antrean pengisian solar akan berakhir dengan kehilangan nyawa.

YF (33), seorang sopir truk di Palembang, awalnya hanya ingin mempertahankan haknya sebagai pengantre ketika sebuah kendaraan diduga menyerobot barisan pengisian BBM solar di SPBU Jalan Noerdin Pandji, Kecamatan Sukarami.

Namun teguran yang keluar dari mulutnya justru menjadi awal dari tragedi berdarah yang kini mengguncang masyarakat Kota Palembang.

Menurut informasi yang dihimpun kepolisian, peristiwa bermula saat korban tengah mengantre mengisi solar pada Selasa (2/6/2026) malam. Sebuah kendaraan diduga masuk dan memotong antrean. Merasa dirugikan, korban kemudian menegur pengemudi kendaraan tersebut.

Teguran itu memicu adu mulut hingga perkelahian di area pintu keluar SPBU. Sejumlah warga dan sopir yang berada di lokasi langsung turun tangan melerai sehingga situasi sempat mereda. Bahkan banyak yang mengira persoalan telah selesai.

Namun dugaan itu ternyata keliru.

Sekitar 30 menit kemudian, pria yang sebelumnya terlibat cekcok diduga kembali. Kali ini ia tidak datang sendiri. Ia disebut membawa sejumlah rekannya dengan mengendarai sepeda motor.

Jumlah mereka diperkirakan mencapai tujuh orang. Kedatangan kelompok tersebut mengubah suasana SPBU yang semula tenang menjadi mencekam.

Korban yang saat itu masih berada di lokasi diduga langsung menjadi sasaran penyerangan.

Baca Juga: Javaco Hadir di Palembang, Pengrajin Lokal Jadi Fokus Lewat Program Suara Jagoan

Dalam kondisi terluka, YF berusaha menyelamatkan diri. Ia naik ke truk yang dikemudikannya dan mencoba meninggalkan lokasi. Namun para pelaku terus melakukan pengejaran.

Tak jauh dari SPBU, truk yang dikemudikan korban akhirnya berhenti setelah mengalami kecelakaan. Di situlah korban diduga kembali menjadi sasaran serangan hingga terkapar tidak sadarkan diri.

Rekan-rekan korban bersama warga sekitar segera memberikan pertolongan dan membawa korban ke Rumah Sakit Myria Palembang.

Sayangnya, nyawa sopir truk tersebut tidak berhasil diselamatkan.

Hasil pemeriksaan medis menunjukkan korban mengalami sejumlah luka tusuk pada bagian dada, rusuk, punggung, dan lengan kanan. Luka-luka tersebut diduga menjadi penyebab meninggalnya korban.

Peristiwa ini memicu kemarahan banyak sopir truk dan masyarakat. Tidak sedikit yang menilai korban hanya berusaha menegakkan ketertiban antrean, namun justru menjadi korban kekerasan brutal.

Load More