- Gubernur Herman Deru menyatakan kesiapan Sumatera Selatan menjadi pelopor penerbitan obligasi daerah untuk mendanai pembangunan infrastruktur publik.
- Obligasi daerah menjadi solusi alternatif pendanaan guna mengatasi keterbatasan APBD serta mengurangi ketergantungan pada dana bantuan pusat.
- Penerapan kebijakan ini membutuhkan regulasi ketat agar tidak menimbulkan beban utang yang mengganggu stabilitas keuangan daerah.
SuaraSumsel.id - Wacana obligasi daerah mulai ramai dibahas di Sumatera Selatan setelah Gubernur Sumsel Herman Deru menyatakan kesiapan daerahnya menjadi pelopor penerapan skema tersebut di Indonesia.
Di tengah keterbatasan APBD dan meningkatnya kebutuhan pembangunan, obligasi daerah disebut bisa menjadi “napas baru” bagi pemerintah daerah untuk mencari sumber pendanaan di luar bantuan pusat.
Namun di balik peluang tersebut, muncul pertanyaan lain yang mulai ramai diperbincangkan yakni apakah obligasi daerah benar-benar aman untuk keuangan Sumsel?
Herman Deru sebelumnya menyebut terdapat sekitar 44 daerah di Indonesia yang dinilai memiliki kemampuan fiskal cukup baik untuk menerbitkan obligasi daerah.
“Sumsel siap menjadi role model penerbitan obligasi daerah,” ujar Herman Deru saat menghadiri Sarasehan Nasional MPR RI di Palembang.
Disebut Bisa Selamatkan APBD Daerah
Secara sederhana, obligasi daerah merupakan surat utang yang diterbitkan pemerintah daerah untuk mendapatkan dana dari masyarakat atau investor guna membiayai proyek pembangunan.
Skema ini mulai dilirik karena banyak daerah menghadapi tekanan anggaran, sementara kebutuhan pembangunan terus meningkat.
Mulai dari pembangunan jalan, infrastruktur publik, transportasi, hingga layanan masyarakat membutuhkan dana besar yang tidak selalu bisa ditopang APBD.
Baca Juga: Apa Itu Obligasi Daerah? Skema yang Ingin Diterapkan Herman Deru di Sumsel
Karena itu, obligasi daerah disebut bisa menjadi solusi agar pembangunan tetap berjalan tanpa harus sepenuhnya bergantung pada dana transfer pusat.
Apalagi, sejumlah daerah saat ini mulai menghadapi tantangan fiskal akibat meningkatnya belanja daerah dan kebutuhan program prioritas kepala daerah.
Tapi Risiko Utang Daerah Mulai Disorot
Meski disebut membuka peluang pembiayaan baru, skema obligasi daerah juga memunculkan kekhawatiran soal potensi beban utang pemerintah daerah di masa depan.
Sebab, dana yang diperoleh lewat obligasi tetap harus dikembalikan beserta imbal hasil kepada investor dalam jangka waktu tertentu.
Artinya, jika tidak dikelola hati-hati, obligasi daerah berisiko menjadi tekanan baru bagi APBD.
Karena itu, sejumlah pihak menilai pengawasan dan regulasi ketat menjadi hal penting sebelum skema tersebut benar-benar diterapkan di daerah.
Tag
Berita Terkait
-
Apa Itu Obligasi Daerah? Skema yang Ingin Diterapkan Herman Deru di Sumsel
-
APBD Daerah Terbatas, Herman Deru Usul Cara Baru Cari Dana Pembangunan Sumsel
-
Herman Deru Ingin Tanjung Carat Jadi Gerbang Ekspor Baru, Truk Tak Lagi Padati Kota Palembang
-
Saat HUT ke 80 Sumsel, Herman Deru Temui Massa Mahasiswa yang Demo Soal Transparansi Anggaran
-
Polemik Helikopter Herman Deru Mulai Terjawab, DPRD Sumsel Bongkar Fakta Anggaran 'Warisan'?
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
- 4 Rekomendasi Sampo Urang-Aring untuk Menghitamkan dan Menyuburkan Rambut
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Perumahan Baru di Palembang Terus Bermunculan, Kenapa Jaringan Listrik Masih Jadi Keluhan?
-
Tari Perang Menteng, Hidupkan Kembali Perlawanan Palembang Melawan Belanda di Benteng Kuto Besak
-
Slank Puji Penonton Palembang, Konser HS Hey Slank Tetap Kondusif Meski Membludak
-
Dikira Diamuk Massa karena Curi Kopi, Pria di OKU Selatan Ternyata Tewas Dikeroyok
-
Obligasi Daerah Disebut Bisa Selamatkan APBD, Tapi Apakah Aman untuk Sumsel?