- Sertu MRR menembak Pratu Ferischal hingga tewas di THM Panhead, Palembang, pada Sabtu, 16 Mei 2026 dini hari.
- Pelaku menggunakan senjata api rakitan berbentuk korek api yang berukuran kecil, ilegal, serta tidak memiliki standar keamanan.
- Polisi Militer Kodam II/Sriwijaya menyita senjata tersebut dari warga berinisial DS dan sedang mendalami asal-usul kepemilikan senjata.
SuaraSumsel.id - Kasus penembakan yang menewaskan Pratu Ferischal Alfarizky Abelsa di THM Panhead Palembang terus menjadi perhatian publik. Selain karena melibatkan sesama anggota TNI, masyarakat kini juga penasaran dengan senjata yang diduga digunakan pelaku, yakni senjata rakitan jenis korek api.
Istilah tersebut ramai dicari setelah Polisi Militer Kodam II/Sriwijaya mengungkap bahwa senjata yang dipakai Sertu MRR dalam insiden tersebut bukan senjata resmi, melainkan senjata api rakitan.
Lalu sebenarnya apa itu senjata rakitan jenis korek api?
Senjata rakitan jenis korek api merupakan senjata api ilegal yang dibuat secara sederhana dan dimodifikasi agar bentuknya menyerupai benda tertentu, salah satunya korek api.
Karena desainnya tidak selalu terlihat seperti pistol pada umumnya, senjata jenis ini kerap sulit dikenali sekilas.
Ukurannya yang relatif kecil juga membuat senjata seperti ini mudah disembunyikan atau dibawa tanpa menarik perhatian.
Hal itulah yang membuat keberadaan senjata rakitan sering dianggap berbahaya.
Cara Kerjanya Tetap Bisa Mematikan
Meski dibuat secara ilegal dan sederhana, senjata rakitan tetap dapat mematikan. Secara umum, mekanisme kerjanya hampir sama seperti senjata api biasa, yakni memanfaatkan tekanan ledakan untuk melontarkan proyektil atau peluru.
Baca Juga: Pomdam Sriwijaya Ungkap Kasus Penembakan di THM Panhead Palembang, Sertu MRR Ditangkap
Dalam sejumlah kasus kriminal, senjata rakitan sering digunakan karena dinilai lebih mudah diperoleh dibanding senjata resmi.
Namun karena dibuat tanpa standar keamanan yang jelas, senjata seperti ini juga berisiko membahayakan penggunanya sendiri.
Senjata rakitan jenis korek api menjadi perhatian publik setelah diduga digunakan Sertu MRR dalam insiden penembakan di Pan Head Cafe Palembang, Sabtu (16/5/2026) dini hari.
Peristiwa itu menyebabkan Pratu Ferischal meninggal dunia setelah mengalami luka tembak serius.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara Polisi Militer Kodam II/Sriwijaya, insiden bermula dari cekcok antara korban dan pelaku yang kemudian berujung perkelahian.
Dalam kondisi terdesak, Sertu MRR diduga mengeluarkan senjata api rakitan lalu melepaskan tembakan ke arah korban.
Berita Terkait
-
Pomdam Sriwijaya Ungkap Kasus Penembakan di THM Panhead Palembang, Sertu MRR Ditangkap
-
Apa Motif Sertu MRR Tembak Pratu Ferischal? Fakta Hubungan Keduanya Terungkap Sebelum Penembakan
-
Kronologi Lengkap Penembakan Pratu Ferischal di THM Panhead, Cekcok Berujung Tembakan Maut
-
Kenapa Sertu MRR Bawa Senjata Rakitan ke THM Panhead? Fakta Baru Penembakan Pratu Ferischal
-
Fakta Baru Penembakan Pratu Ferischal di THM Panhead, Sertu MRN dan Warga Sipil Jadi Tersangka
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Program MBG di Sumsel Sudah Jangkau 2 Juta Penerima, Lalu Mengapa 10 Dapur Masih Disuspensi?
-
HUT RI ke-81, PTBA Perkuat Komitmen Hadirkan Energi, Masyarakat Berdaya, Lingkungan Terjaga