Tasmalinda
Minggu, 17 Mei 2026 | 18:47 WIB
Kapendam II/Sriwijaya Letkol Inf Yordania memberikan keterangan pers terkait kasus penembakan TNI
Baca 10 detik
  • Sertu MRR menembak mati Pratu Ferischal Alfarizky Abelsa akibat perselisihan pribadi di Panhead Cafe, Palembang, pada Sabtu dini hari.
  • Pomdam II/Sriwijaya berhasil menangkap terduga pelaku dan warga sipil yang menyembunyikan senjata api rakitan kurang dari 24 jam.
  • Pihak Kodam II/Sriwijaya berkomitmen menangani kasus penembakan tersebut secara profesional dan transparan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

SuaraSumsel.id - Pomdam II/Sriwijaya bergerak cepat mengungkap kasus penembakan yang terjadi di Panhead Cafe, Palembang, Sabtu (16/5/2026) dini hari. Kurang dari 24 jam setelah kejadian, aparat berhasil mengamankan terduga pelaku penembakan beserta pihak yang diduga menyembunyikan barang bukti senjata api rakitan.

Peristiwa tragis tersebut mengakibatkan Pratu Ferischal Alfarizky Abelsa, personel Denkesyah Palembang Kesdam II/Sriwijaya, meninggal dunia setelah mengalami luka tembak.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, terduga pelaku penembakan adalah Sertu MRR. Sementara seorang warga sipil berinisial DS diduga terlibat dalam upaya menyembunyikan barang bukti berupa senjata api rakitan yang digunakan dalam kejadian tersebut.

Kapendam II/Sriwijaya Letkol Inf Yordania menjelaskan, insiden bermula saat korban dan terduga pelaku berada di lokasi hiburan malam tersebut. Keduanya kemudian terlibat perselisihan yang dipicu persoalan pribadi hingga berujung perkelahian.

“Dalam situasi tersebut, terduga pelaku diduga menggunakan senjata api rakitan dan melepaskan tembakan yang mengenai korban,” ujar Kapendam.

Usai terkena tembakan, korban sempat dilarikan ke RS Permata Palembang untuk mendapatkan penanganan medis. Namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada pukul 03.45 WIB.

Menindaklanjuti kejadian itu, Denpom II/4 Palembang langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa 21 orang saksi, mengamankan rekaman CCTV, serta berkoordinasi dengan RS Bhayangkara Palembang untuk proses autopsi.

Berdasarkan hasil autopsi sementara, korban meninggal akibat luka tembak yang menyebabkan pendarahan berat pada organ vital.

Sementara itu, proyektil peluru yang berhasil dikeluarkan dari tubuh korban masih menunggu hasil uji balistik dari Bidlabfor Polda Sumsel.

Baca Juga: Apa Motif Sertu MRR Tembak Pratu Ferischal? Fakta Hubungan Keduanya Terungkap Sebelum Penembakan

Adapun senjata api rakitan yang diduga digunakan dalam penembakan berhasil ditemukan di kediaman DS di kawasan Sematang Borang, Palembang, Sabtu malam sekitar pukul 20.15 WIB.

Terduga pelaku Sertu MRR sendiri berhasil diamankan saat berada di area parkir RS Bhayangkara Palembang. Saat ini, pelaku bersama sejumlah saksi masih menjalani pemeriksaan intensif di Madenpom II/4 Palembang.

Kapendam menegaskan, Pangdam II/Sriwijaya telah memerintahkan Asintel Kasdam II/Sriwijaya dan Danpomdam II/Sriwijaya untuk menangani kasus tersebut secara profesional, transparan, dan tuntas sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Kodam II/Sriwijaya berkomitmen menindak tegas setiap pelanggaran hukum yang melibatkan prajurit serta memastikan seluruh proses berjalan sesuai prosedur,” tegasnya.

Sementara itu, upacara pemakaman militer almarhum Pratu Ferischal Alfarizky Abelsa telah dilaksanakan pada Sabtu sore pukul 17.45 WIB di TPU Sematang Borang, Palembang, dengan suasana khidmat.

Load More