- Pratu Ferischal, prajurit Denkesyah Palembang, tewas ditembak rekannya, Sertu RN, di THM Panhead pada Sabtu, 16 Mei 2026.
- Keluarga korban bertemu pelaku di RS Bhayangkara saat proses visum dilakukan sebelum pelaku diamankan intelijen Kodam.
- Pihak keluarga menuntut keadilan agar pelaku dihukum seberat-beratnya dan segera dipecat dari keanggotaan institusi TNI.
SuaraSumsel.id - Suasana dingin di Instalasi Kamar Jenazah RS Bhayangkara Palembang tak mampu membekukan rasa sakit yang dialami Faraditha (19).
Mahasiswi ini berdiri dengan tubuh gemetar, menanti kepulangan jenazah kakak tercintanya, Pratu Ferischal (23), dalam sebuah peti yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Sabtu (16/5/2026) seharusnya menjadi hari biasa bagi Faraditha. Namun, saat sedang duduk di bangku kuliah, sebuah kabar duka membelah dunianya.
Sang kakak, seorang prajurit Denkesyah Palembang, tewas diterjang peluru panas yang dilepaskan oleh sesama rekan korpsnya sendiri, Sertu RN.
Di mata Faraditha, Ferischal bukan sekadar prajurit berbaju loreng, melainkan sosok kakak yang hangat. Tidak ada firasat buruk yang membayangi saat mereka bertemu untuk terakhir kalinya pada Jumat (15/5/2026) di rumah sang nenek di kawasan Sako, Palembang. Namun, ada satu detail kecil yang kini terasa seperti sebuah pesan perpisahan yang samar.
"Tidak ada firasat sama sekali. Terakhir ketemu kemarin, dia sempat minta uang Rp10 ribu sama saya," kenang Faraditha dikutip dari sumselupdate.com--jaringan Suara.com.
Siapa sangka, selembar uang sepuluh ribu itu menjadi transaksi terakhir di antara dua bersaudara ini sebelum maut menjemput di Tempat Hiburan Malam (THM) Panhead.
Ketegangan sempat memuncak di koridor RS Bhayangkara. Di tengah kepedihan menunggu hasil pemeriksaan forensik, keluarga korban justru harus berhadapan dengan kenyataan pahit.
Mereka berpapasan langsung dengan terduga pelaku, Sertu RN, yang mendatangi rumah sakit untuk menjalani visum sebelum diamankan aparat intelijen Kodam.
Baca Juga: Duel Maut 2 Prajurit TNI di Tempat Hiburan Malam Palembang: Pratu Ferischal Tewas Diterjang Peluru
"Tadi sempat ketemu dengan pelaku. Dia datang sama temannya mau visum di sini," ungkap Faraditha.
Keluarga besar Pratu Ferischal kini hanya memiliki satu keinginan yaitu keadilan tanpa kompromi. Faraditha dan keluarga besarnya secara tegas meminta agar institusi TNI mengambil tindakan paling keras terhadap Sertu RN.
"Kami minta pelaku dihukum seberat-beratnya dan harus dipecat dari TNI," tegasnya.
Kini, rencana persemayaman terakhir sedang dipersiapkan. Pratu Ferischal akan diantarkan menuju tempat peristirahatan abadi di TPU Sematang Borang, Palembang.
Berita Terkait
-
Duel Maut 2 Prajurit TNI di Tempat Hiburan Malam Palembang: Pratu Ferischal Tewas Diterjang Peluru
-
Saat Perempuan Punya Penghasilan Sendiri, Risiko Kekerasan Disebut Bisa Berkurang
-
Long Weekend Dimanfaatkan Warga Palembang untuk Borong Emas saat Harga Turun Rp20 Ribu
-
Pembuang Sampah di Palembang Bisa Disuruh Bersihkan Masjid, Efektif Bikin Jera?
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Isak Tangis Adik Pratu Ferischal Lepas Kepergian Kakak yang Tewas Ditembak Rekan TNI di THM Panhead
-
Duel Maut 2 Prajurit TNI di Tempat Hiburan Malam Palembang: Pratu Ferischal Tewas Diterjang Peluru
-
Saat Perempuan Punya Penghasilan Sendiri, Risiko Kekerasan Disebut Bisa Berkurang
-
Long Weekend Dimanfaatkan Warga Palembang untuk Borong Emas saat Harga Turun Rp20 Ribu
-
Proses DNA Ungkap 11 Identitas Korban Bus ALS di Muratara, 3 Jenazah Masih Misterius