- Tim DVI Polri berhasil mengidentifikasi 11 jenazah tambahan korban kecelakaan Bus ALS di Musi Rawas Utara melalui pemeriksaan DNA.
- Proses identifikasi ilmiah yang dilakukan sejak 8 Mei 2026 ini meningkatkan total korban teridentifikasi menjadi 14 orang secara keseluruhan.
- Polda Sumatera Selatan masih melakukan pemeriksaan laboratorium lanjutan untuk memastikan identitas tiga jenazah tersisa secara akurat dan profesional.
SuaraSumsel.id - Proses panjang identifikasi korban kecelakaan maut Bus ALS di jalur Lintas Sumatera, Kabupaten Musi Rawas Utara, akhirnya mulai menemukan titik terang. Setelah bekerja intensif selama beberapa hari, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri berhasil mengidentifikasi 11 jenazah tambahan melalui pemeriksaan DNA.
Bagi sejumlah keluarga korban, kepastian identitas tersebut menjadi momen haru setelah menunggu kabar anggota keluarga mereka sejak tragedi nahas itu terjadi pada Rabu (6/5/2026).
Konferensi pers terkait perkembangan identifikasi korban digelar Polda Sumatera Selatan di Palembang, Jumat (15/5/2026). Dalam kesempatan itu, tim forensik memaparkan bagaimana proses identifikasi dilakukan secara ilmiah dan ketat untuk memastikan seluruh data korban benar-benar akurat.
Sejak 8 Mei 2026, tim gabungan dari Pusdokkes Polri bersama Bid Dokkes Polda Sumsel bekerja melakukan pencocokan DNA post mortem dari jenazah dengan DNA ante mortem milik keluarga korban.
Dari hasil pemeriksaan tersebut, sebanyak 11 jenazah tambahan berhasil diidentifikasi secara medis dan legal melalui analisis profil DNA. Dengan demikian, total korban yang telah berhasil teridentifikasi kini mencapai 14 orang.
Kepala Biro Laboratorium Kedokteran dan Kesehatan Pusdokkes Polri, Sumy Hastry Purwanty, menjelaskan seluruh tahapan dilakukan dengan standar forensik ketat.
“Kami menerima sampel DNA post mortem dan ante mortem untuk dilakukan analisis profil DNA secara menyeluruh mulai dari ekstraksi, kuantifikasi, hingga pencocokan akhir sebelum diterbitkan hasil pemeriksaan resmi,” jelasnya.
Dalam proses identifikasi, tim DVI menemukan fakta bahwa dari total 16 kantong jenazah yang dievakuasi dari lokasi kecelakaan, terdapat 17 jenazah karena adanya bagian tubuh berbeda yang berada dalam satu kantong.
Kondisi tersebut membuat proses identifikasi membutuhkan ketelitian tinggi dan pemeriksaan laboratorium lanjutan agar tidak terjadi kesalahan data.
Baca Juga: DVI Mulai Cocokkan DNA Keluarga Korban Bus ALS di Muratara yang Belum Teridentifikasi
Hingga saat ini, tiga jenazah lainnya masih berada dalam tahap pemeriksaan DNA lanjutan di laboratorium forensik.
Wakapolda Sumsel Rony Samtana menegaskan seluruh proses dilakukan untuk memberikan kepastian kepada keluarga korban secara profesional dan humanis.
“Polda Sumatera Selatan memastikan seluruh proses penanganan korban kecelakaan ini dilakukan dengan standar operasional terbaik, mulai dari evakuasi, identifikasi, hingga pemulangan jenazah kepada keluarga,” ujarnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Nandang Mu’min Wijaya mengatakan pihaknya terus memberikan pendampingan kepada keluarga korban selama proses identifikasi berlangsung.
“Kami memastikan proses identifikasi berjalan secara transparan, akurat, dan profesional,” katanya.
Polda Sumsel juga mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dalam insiden Bus ALS agar terus berkoordinasi dengan Posko DVI di RS Bhayangkara Palembang.
Berita Terkait
-
DVI Mulai Cocokkan DNA Keluarga Korban Bus ALS di Muratara yang Belum Teridentifikasi
-
Korban Anak dalam Tragedi Bus ALS di Muratara Masih Sulit Diidentifikasi
-
Bus ALS Maut di Muratara Tetap Angkut Penumpang Meski Izin Mati Sejak 2020
-
Korban Bus ALS di Sumsel Jadi 18 Orang, Tim DVI Temukan Potongan Tubuh Diduga Anak
-
8 Fakta Terbaru Tragedi Bus ALS di Muratara, Armada Lama Jadi Sorotan
Terpopuler
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
- 3 Sepatu Lari Skechers Terbaik untuk Pemula dan Pelari Harian
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Proses DNA Ungkap 11 Identitas Korban Bus ALS di Muratara, 3 Jenazah Masih Misterius
-
Tangis Keluarga Pecah, 11 Korban Bus ALS Akhirnya Teridentifikasi Melalui DNA
-
Pembuang Sampah di Palembang Bisa Disuruh Bersihkan Masjid, Efektif Bikin Jera?
-
Mulai Berlaku di Palembang, Buang Sampah Sembarangan Bisa Kena Denda Rp500 Ribu
-
Anak Histeris Temukan Ibunya Meninggal di Sukarami Palembang, Polisi: Korban Gantung Diri