- Musim kemarau membuat debit air Sungai Musi Palembang menyusut dan memunculkan hamparan pasir daratan.
- Warga mendatangi daratan berpasir tersebut pada sore hari untuk bersantai bersama keluarga dan berfoto ria.
- Tumpukan sampah plastik di sekitar lokasi dikhawatirkan dapat merusak daya tarik destinasi musiman baru itu.
SuaraSumsel.id - Hamparan pasir yang muncul di tepian Sungai Musi, kawasan 1 Ilir, Palembang, mendadak menjadi perbincangan di media sosial. Lokasi yang oleh warganet dijuluki One Ilir Beach itu ramai dikunjungi warga yang ingin menikmati suasana layaknya berada di pantai, meski berada di tengah Kota Palembang. Kondisi tersebut terjadi di tengah musim kemarau yang menyebabkan debit air Sungai Musi mengalami penyusutan.
Fenomena tersebut terekam dalam sejumlah unggahan di media sosial. Warga memanfaatkan hamparan pasir untuk bersantai, berfoto, hingga berkumpul bersama keluarga pada sore hari. Lokasi itu bahkan disebut-sebut sebagai tempat nongkrong baru yang murah dan mudah dijangkau.
Kepala Stasiun Klimatologi Sumatera Selatan, Wandayantolis, sebelumnya menjelaskan bahwa sebagian wilayah Sumatera Selatan saat ini memang sedang memasuki puncak musim kemarau. Berkurangnya curah hujan menyebabkan tinggi muka air di sejumlah sungai mengalami penurunan sehingga memunculkan daratan atau hamparan pasir di beberapa titik.
Kemunculan pantai musiman di tepian Sungai Musi sebenarnya bukan kali pertama terjadi. Namun, lokasinya yang berada di kawasan perkotaan membuat fenomena ini cepat menarik perhatian masyarakat.
Di balik keindahan pemandangan tersebut, masih ada persoalan yang menjadi sorotan. Sampah plastik, botol minuman, dan limbah rumah tangga masih terlihat berserakan di sepanjang tepian sungai.
Kondisi itu menuai perhatian warganet. Banyak yang menganggap kemunculan pantai dadakan tersebut dapat menjadi daya tarik baru bagi masyarakat, tetapi kebersihannya harus menjadi perhatian bersama.
Fenomena ini juga menjadi pengingat bahwa Sungai Musi tidak hanya memiliki fungsi sebagai jalur transportasi dan sumber kehidupan masyarakat, tetapi juga menyimpan potensi ruang publik yang dapat dimanfaatkan secara positif.
Namun, tanpa kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan, lokasi yang sedang viral itu dikhawatirkan hanya menjadi destinasi musiman yang kehilangan daya tariknya akibat tumpukan sampah.
Baca Juga: Asal-usul Lomba Bidar di Palembang, Tradisi Sungai Musi yang Berawal dari Kisah Cinta
Tag
Berita Terkait
-
Asal-usul Lomba Bidar di Palembang, Tradisi Sungai Musi yang Berawal dari Kisah Cinta
-
Niat Menolong Teman, Remaja 14 Tahun di Palembang Ditemukan Meninggal di Sungai Musi
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Panas hingga 34 Derajat, BMKG Keluarkan Peringatan Potensi Karhutla di Sumsel
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- 12 Pilihan Mesin Cuci Langsung Kering Tanpa Jemur
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Jejak Aparat pada Kematian Pedagang Cermin saat Demo 27 Agustus 2026
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
Terkini
-
Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat
-
Sumsel Dikepung 2.639 Titik Panas Hari Ini, Apa yang Sebenarnya Sedang Terjadi?
-
Harga Cabai Merah Palembang Rp70 Ribu per Kilogram, Stok Aman tapi Kenapa Tetap Mahal?
-
BRI dan GarudaMiles Tawarkan Ekstra 27.000 Miles Bagi Nasabah Infinite Prioritas
-
Ganesha, Bayi Gajah Tesso Nilo yang Lahir dari Induk Gajah Binaan dan Gajah Liar