- Polisi melakukan operasi tangkap tangan di kantor BKPSDM Muratara pada Senin, 27 April 2026 terkait dugaan pemerasan.
- Petugas mengamankan satu orang beserta barang bukti berupa uang tunai yang diduga untuk melancarkan kenaikan pangkat ASN.
- Kapolres Muratara membenarkan tindakan tersebut dan saat ini masih mengembangkan penyelidikan terhadap pihak yang terlibat dalam kasus.
SuaraSumsel.id - Suasana di kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, mendadak gempar.
Senin siang, 27 April 2026, aparat kepolisian tiba-tiba datang dan melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di kantor yang selama ini mengurus nasib karier para Aparatur Sipil Negara (ASN).
Kabar penggerebekan itu langsung menyebar cepat dari mulut ke mulut.
ASN yang mendengar kabar tersebut langsung heboh. Warga pun ikut bertanya-tanya: ada apa sebenarnya di balik kantor pengurus kenaikan pangkat ini?
Informasinya, OTT tersebut diduga berkaitan dengan praktik pemerasan atau pungutan liar dalam pengurusan administrasi ASN. Kapolres Muratara AKBP Rendy Surya Aditama membenarkan adanya operasi tersebut.
“Iya benar, memang ada OTT,” kata Rendy saat dikonfirmasi.
Menurut dia, polisi bergerak setelah menerima informasi dari masyarakat terkait dugaan praktik pemerasan di lingkungan BKPSDM.
Namun hingga kini, identitas maupun jabatan orang yang diamankan masih dirahasiakan.Hal inilah yang justru memicu spekulasi liar di kalangan ASN.
Sejumlah sumber menyebut orang yang diamankan diduga seorang pejabat internal.
Baca Juga: Dari Mengasuh Anak Majikan ke Kursi Terdakwa: Kisah Refpin, ART yang Dituduh Cubit Anak DPRD
Tak hanya mengamankan orang, polisi juga dikabarkan menyita sejumlah barang bukti. Salah satunya diduga berupa amplop berisi uang tunai.
Uang tersebut disebut-sebut berkaitan dengan pengurusan kenaikan pangkat ASN. Nilainya memang belum fantastis, namun dugaan praktiknya yang membuat publik geram.
Sebab jika benar, ini bukan sekadar soal uang.
Ini menyangkut integritas birokrasi. Jika kenaikan pangkat ASN bisa “diurus” dengan uang, maka sistem merit dan profesionalisme aparatur dipertanyakan.
Kasus ini juga membuat banyak ASN Muratara waswas.
Tag
Berita Terkait
-
Dari Mengasuh Anak Majikan ke Kursi Terdakwa: Kisah Refpin, ART yang Dituduh Cubit Anak DPRD
-
ART Asal Sumsel Disidangkan karena Dituduh Cubit Anak Anggota DPRD Bengkulu
-
Kronologi Siswi SMP di Muratara Disiksa Teman Sendiri, Gara Gara Story WhatsApp Jadi Masalah
-
Publik Geram! Adat Tepung Tawar Dipakai untuk Menyelesaikan Kasus Bullying di Muratara
-
Tangis Korban Belum Kering, Kasus Bullying di Muratara Justru Diselesaikan dengan Tepung Tawar
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar
-
Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin
-
Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan
-
22,4 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Sumsel dan Sekitarnya, Mengapa Peredaran Sulit Diberantas?
-
Dua Kali Kebakaran di Konsesi Sawit OKI, Ini Profil PT Ricky Agrindo Sejahtera yang Disidik Polisi