- Hujan deras menyebabkan banjir di berbagai wilayah Kota Palembang sehingga menghambat aktivitas masyarakat dalam beberapa hari terakhir.
- Masyarakat menagih janji politik pasangan Ratu Dewa-Prima Salam untuk mewujudkan program Palembang bebas banjir pasca Pilkada 2024.
- Pemerintah Kota Palembang menghadapi tuntutan warga terkait realisasi nyata restorasi sungai serta perbaikan drainase hingga April 2026.
SuaraSumsel.id - Hujan deras yang mengguyur Kota Palembang dalam beberapa hari terakhir kembali memicu banjir di sejumlah wilayah. Genangan air merendam permukiman warga, ruas jalan protokol, hingga menghambat aktivitas masyarakat.
Di tengah kondisi tersebut, publik kembali menagih janji politik pasangan Ratu Dewa–Prima Salam (RD-PS) yang memenangkan Pilkada Palembang 2024 dengan salah satu visi besar: mewujudkan Palembang bebas banjir.
Saat masa kampanye Pilkada 2024, pasangan RD-PS menjadikan persoalan banjir sebagai salah satu program prioritas utama yang dijanjikan kepada masyarakat.
Sejumlah langkah konkret pun sempat dipaparkan. Mulai dari restorasi 114 anak sungai, perbaikan drainase, penataan daerah aliran sungai (DAS), hingga edukasi kepada masyarakat agar tidak membangun di sempadan sungai.
Selain itu, Pemerintah Kota Palembang juga menggagas pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Banjir tingkat kecamatan untuk penanganan jangka pendek maupun jangka panjang.
Namun, setelah lebih dari satu tahun kepemimpinan sejak kemenangan mereka di Pilkada 2024, sebagian masyarakat menilai persoalan banjir masih menjadi pekerjaan rumah besar.
Keluhan warga pun ramai bermunculan di media sosial.
“Setiap hujan deras pasti banjir lagi. Janji bebas banjir ke mana?” tulis seorang warga dalam unggahan yang ramai dikomentari.
Warga lainnya mengeluhkan kondisi drainase di sejumlah kawasan yang disebut belum mengalami perubahan signifikan.
Baca Juga: Palembang Banjir Lagi di Hari Bumi 2026, Wali Kota Pernah Dinyatakan Bersalah Soal Banjir
“Saluran air mampet, hujan sebentar langsung meluap,” komentar warga lainnya.
Program Kelakar (Keluhan Anda Langsung Kelar) yang sempat digaungkan sebagai kanal respons cepat pemerintah juga ikut menjadi sorotan.
Berdasarkan laporan rmolsumsel.id, masih ada pandangan masyarakat yang menilai program tersebut belum sepenuhnya terasa di lapangan hingga April 2026, karena banjir masih kerap terjadi.
Pemerintah Kota Palembang di bawah kepemimpinan Ratu Dewa menegaskan bahwa kritik masyarakat merupakan masukan penting dalam upaya penanganan banjir.
Pemkot menyebut persoalan banjir tak hanya dipengaruhi faktor alam seperti tingginya curah hujan, tetapi juga faktor manusia seperti penyempitan sungai, saluran air tersumbat, dan bangunan di sempadan aliran air.
Meski demikian, masyarakat kini menanti realisasi konkret dari janji politik yang pernah disampaikan.
Berita Terkait
-
Palembang Banjir Lagi di Hari Bumi 2026, Wali Kota Pernah Dinyatakan Bersalah Soal Banjir
-
Hujan Belum Sejam, Palembang Sudah Lumpuh: Jalan Utama Tergenang, Kendaraan Mogok di Mana-Mana
-
Tetap Mau CFD, Tapi Jangan Bikin Sengsara: Suara Warga Palembang Soal Jembatan Ampera Ditutup
-
WFH untuk Hemat BBM, Transportasi Publik Palembang Belum Sepenuhnya Menjadi Jawaban
-
CFD Palembang Bikin Macet Parah, Rencana Launching Akhirnya Ditunda
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
Pilihan
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
Terkini
-
Hari Sumpah Pemuda, BRI Berikan Promo Khusus Belanja Hemat Pakai QRIS BRImo dan BRI Kartu Kredit
-
13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot
-
Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla
-
Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar
-
51.200 Liter Minyak Disita di Muratara, Bareskrim Ungkap Dugaan Pasokan Solar Ilegal ke Kontraktor