- KPK menetapkan Bupati nonaktif Muara Enim, Edison, sebagai tersangka atas dugaan suap proyek pengadaan di Disdikbud pada Juni 2026.
- Pengembangan kasus berlanjut setelah KPK melakukan OTT terhadap auditor BPK Sumsel, Titin Rita Lestari, pada 10 Juni 2026.
- Tersangka diduga melakukan suap untuk memanipulasi temuan audit BPK terkait proyek pengadaan barang di Kabupaten Muara Enim tersebut.
SuaraSumsel.id - Dalam hitungan hari, kasus yang menjerat Bupati Muara Enim nonaktif Edison berkembang sangat cepat. Bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan suap proyek di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Muara Enim, perkara tersebut kini merambah dugaan suap yang melibatkan auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Sumatera Selatan.
Perkembangan kasus yang menyeret Ketua Tim Pemeriksa BPK Sumsel, Titin Rita Lestari, membuat banyak masyarakat bingung. Bagaimana sebuah proyek pengadaan Smart TV bisa berujung pada penangkapan auditor negara? Apa hubungan Edison dengan Titin Rita? Dan mengapa KPK menyebut ada dua perkara yang berbeda tetapi saling berkaitan?
Berikut kronologi lengkapnya.
Babak Pertama: Dugaan Suap Proyek di Disdikbud Muara Enim
Kasus ini bermula dari dugaan korupsi dalam pengadaan barang dan jasa di lingkungan Disdikbud Kabupaten Muara Enim. KPK menduga terdapat praktik pemberian uang dari pihak swasta kepada pejabat daerah untuk memuluskan proyek-proyek tertentu. Salah satu pengadaan yang menjadi perhatian penyidik adalah proyek Smart TV atau Smart Board di lingkungan pendidikan.
Setelah melakukan OTT pada awal Juni 2026, KPK meningkatkan status perkara ke tahap penyidikan dan menetapkan Edison sebagai tersangka. Selain Edison, KPK juga menetapkan sejumlah pihak lain, termasuk pejabat di lingkungan Disdikbud dan pihak swasta yang diduga terlibat dalam pengaturan proyek.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan bahwa dugaan penerimaan yang dilakukan Edison berkaitan dengan pengadaan-pengadaan di lingkungan Disdikbud Muara Enim.
Babak Kedua: Penyidikan Tidak Berhenti pada Proyek
Dalam banyak kasus korupsi, penyidikan biasanya berfokus pada aliran uang, pelaku, dan proyek yang diduga bermasalah. Namun dalam perkara Muara Enim, KPK menemukan petunjuk baru saat menelusuri dokumen dan aliran dana.
Baca Juga: Mengapa Edison Kembali Jadi Tersangka? Ini Perbedaan Dua Kasus yang Menjerat Bupati Muara Enim
Penyidik kemudian mendalami proses pemeriksaan yang dilakukan terhadap proyek-proyek tersebut. Dari sinilah muncul dugaan adanya upaya untuk mempengaruhi atau menutupi temuan audit yang dilakukan BPK terhadap pengadaan di lingkungan Pemkab Muara Enim.
Temuan inilah yang mengubah arah perkara.
Jika kasus pertama berkaitan dengan dugaan suap proyek, maka pengembangan berikutnya mengarah pada dugaan suap yang berkaitan dengan hasil audit.
Babak Ketiga: KPK OTT ASN BPK
Pada Rabu (10/6/2026), KPK kembali melakukan operasi tangkap tangan. Kali ini sasaran penyidik bukan lagi pejabat Pemkab Muara Enim, melainkan sejumlah aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan BPK Perwakilan Sumatera Selatan.
KPK menduga terdapat pemberian uang yang berkaitan dengan upaya mengamankan atau menutupi temuan audit terhadap proyek-proyek yang sebelumnya telah menjadi objek pemeriksaan.
Berita Terkait
-
Mengapa Edison Kembali Jadi Tersangka? Ini Perbedaan Dua Kasus yang Menjerat Bupati Muara Enim
-
Sumarni Resmi Jadi Plt Bupati Muara Enim, Bisakah Langsung Ganti Pejabat?
-
Bisakah Sumarni Jadi Bupati Muara Enim? Ini Statusnya Setelah Terima SK Plt
-
Edison Jadi Tersangka KPK, NasDem Sumsel Langsung Tegaskan: Bukan Kader Kami
-
Mengapa Keponakan Edison Ikut Jadi Tersangka? Ini Peran Adi Triadi dalam Kasus Suap Muara Enim
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Sopir Logistik Diminta Setop Masuk Empat Lawang, Ada Cerita Perampokan Pukul 05.00 WIB
-
PBB IGM Palembang Menunggak Rp2,33 Miliar, Bapenda dan Yayasan Beda Pandangan soal Status Nirlaba
-
438 Ribu Kasus ISPA di Sumsel, Siapa Menghitung Kerugian Perempuan dan Anak akibat Karhutla?
-
Edison Didakwa Terima Rp4,67 Miliar dalam Kasus Smart Board, Jaksa Ungkap Dugaan Transaksi Bertahap
-
Bisnis Properti Sumsel Tak Lagi Baik-Baik Saja, REI Ungkap Penurunan Permintaan di Semua Segmen