- Praktisi pengobatan alternatif asal Palembang, Ferizka Utami, mengelola Rumah Sirih sejak 2012 dan membuka cabang Jakarta pada 2022.
- Metode terapi totok daun sirih yang dilakukan Ferizka kepada seorang bayi memicu kontroversi dan perdebatan luas warganet.
- Viralnya video terapi tersebut meningkatkan popularitas Ferizka serta mendorong rasa ingin tahu masyarakat terhadap latar belakang praktiknya.
SuaraSumsel.id - Nama Ferizka Utami mendadak ramai diperbincangkan di media sosial usai video terapi totok daun sirih yang dilakukannya kepada seorang bayi menangis viral dan menuai pro-kontra.
Banyak warganet penasaran dengan sosok perempuan yang dikenal sebagai praktisi pengobatan alternatif tersebut. Tak sedikit yang mencari tahu latar belakang, asal daerah, hingga tempat praktik Ferizka.
Lalu, siapa sebenarnya Ferizka Utami?
Ferizka Utami diketahui berasal dari Palembang. Namanya cukup dikenal di dunia pengobatan alternatif dengan metode terapi totok syaraf menggunakan daun sirih.
Ia disebut telah membuka praktik pengobatan alternatif bernama Rumah Sirih Palembang sejak tahun 2012. Tempat praktik ini cukup dikenal oleh masyarakat yang mencari pengobatan alternatif untuk berbagai keluhan kesehatan.
Tak hanya di Palembang, Ferizka juga memperluas jangkauan praktiknya ke Jakarta pada 2022 dengan membuka cabang baru.
Dalam sejumlah tayangan televisi nasional dan konten media sosial, Ferizka mengaku memiliki kemampuan khusus sejak kecil untuk “melihat” atau mendeteksi penyakit seseorang. Kemampuan itulah yang kemudian ia kembangkan menjadi metode pengobatan alternatif khas yang kini dikenal luas.
Nama Ferizka semakin dikenal setelah beberapa kali tampil di program televisi hiburan dan kesehatan. Di media sosial, akun-akun yang membagikan praktik pengobatannya juga memiliki banyak penonton.
Namun belakangan, nama Ferizka kembali mencuat setelah video terapi totok daun sirih kepada bayi menangis viral. Video tersebut memicu perdebatan publik.
Baca Juga: Aksi Jambret di Depan Palembang Icon Berujung Apes, Korbannya Ternyata Polisi
Sebagian warganet menilai metode yang dilakukan Ferizka terlalu ekstrem untuk bayi. Namun, sebagian lainnya membela dan menyebut terapi tradisional seperti itu sudah lazim dilakukan.
Kontroversi tersebut membuat kata kunci seperti “sosok Ferizka”, “Ferizka Utami”, hingga “Ferizka Palembang” ramai dicari di mesin pencarian.
Selain Ferizka, perhatian publik juga tertuju pada ibu bayi bernama Intan Retno Safitri yang mengunggah video terapi tersebut di media sosial.
Hingga kini, polemik mengenai video viral itu masih terus bergulir. Di sisi lain, popularitas Ferizka justru semakin meningkat karena banyak masyarakat yang ingin mengetahui lebih jauh tentang dirinya dan metode pengobatan alternatif yang ia jalankan.
Tag
Berita Terkait
-
Aksi Jambret di Depan Palembang Icon Berujung Apes, Korbannya Ternyata Polisi
-
Viral Totok Daun Sirih ke Bayi Menangis, Siapa Ferizka yang Kini Jadi Sorotan?
-
5 Tukang Jahit Baju Pengantin Terbaik di Palembang, Hasil Rapi dan Banyak Dicari Jelang Nikah
-
5 SDIT Favorit di Palembang untuk PPDB 2026, Cek Estimasi Biaya, Tahfidz dan Fasilitasnya
-
Terbongkar, Begini Modus Sindikat Diduga Menjual Bayi Seharga Rp25 Juta di Palembang
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
Berada di Polda Sumsel, Bupati Edison Dijadwalkan Dibawa ke Jakarta Besok Pagi usai OTT KPK
-
Dukung Program Perumahan Nasional, Penyaluran KPP BRI Tembus Rp9,21 Triliun
-
BRI Salurkan KUR Rp2,5 Miliar untuk Masyarakat Pesisir Halmahera Selatan Lewat Teras Kapal
-
Jika Edison Jadi Tersangka KPK, Sumarni Berpotensi Pimpin Muara Enim, Siapa Dia?
-
Misteri Dana Hibah Pilkada Rp39,8 Miliar Mulai Terkuak, 243 Barang KPU OKU Timur Disita