- Orang tua di Palembang mulai mencari SDIT unggulan yang mengintegrasikan kurikulum akademik, pendidikan karakter, serta program tahfidz Al-Qur'an.
- Terdapat lima SDIT favorit di Palembang yang menawarkan fasilitas lengkap dengan estimasi biaya masuk antara delapan hingga dua puluh juta.
- Calon pendaftar PPDB 2026 disarankan segera menghubungi pihak sekolah terkait karena ketersediaan kuota pada sekolah unggulan sangat terbatas.
SuaraSumsel.id - Memasuki musim Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2026/2027, banyak orang tua di Palembang mulai berburu sekolah dasar berbasis Islam yang punya keseimbangan antara pendidikan akademik, akhlak, dan hafalan Al-Qur’an.
Tak heran, pencarian soal SD Islam Terpadu (SDIT) dengan program tahfidz, fasilitas lengkap, hingga biaya masuk menjadi topik yang ramai diperbincangkan. Apalagi, sejumlah sekolah favorit biasanya cepat penuh meski pendaftaran baru dibuka.
Bagi orang tua yang sedang mencari referensi, berikut 5 SDIT favorit di Palembang untuk PPDB 2026 lengkap dengan estimasi biaya, program tahfidz, dan fasilitasnya.
1. SDIT Al Furqon Palembang
SDIT Al Furqon dikenal sebagai salah satu sekolah Islam favorit di Palembang. Sekolah ini memadukan Kurikulum Nasional dengan kurikulum Sekolah Islam Terpadu.
Program unggulan:
- Tahfidz Al-Qur’an
- Everyday with Qur’an
- Active Learning
- Full Day School
Fasilitas:
- Laboratorium komputer
- Perpustakaan
- Area olahraga
- Ekstrakurikuler lengkap
Estimasi biaya 2026:
Uang pangkal/biaya awal: sekitar Rp16 juta–Rp20 juta
SPP bulanan: sekitar Rp700 ribu–Rp1,5 juta
2. Sekolah Islam Terpadu Izzuddin
SIT Izzuddin menjadi salah satu sekolah Islam modern yang cukup diminati di Palembang.
Baca Juga: SD Negeri vs Swasta di Palembang 2026, Mana yang Lebih Bagus dan Berapa Biayanya?
Program unggulan:
- Tahfidz Qur’an
- Penguatan adab dan karakter
- Literasi digital
Fasilitas:
- Smart classroom
- Laboratorium
- Perpustakaan
- Sarana olahraga
Estimasi biaya 2026:
Biaya awal: sekitar Rp12 juta–Rp18 juta
SPP bulanan: sekitar Rp800 ribu–Rp1,7 juta
3. Sekolah Islam Terpadu Fathona
SIT Fathona dikenal dengan pendekatan pendidikan modern dan pembinaan karakter Islami.
Program unggulan:
- Tahsin & Tahfidz
- Pengembangan karakter
- Sains dan matematika unggulan
Fasilitas:
- Gedung representatif
- Area bermain
- Masjid
- Laboratorium
Estimasi biaya 2026:
Biaya awal: sekitar Rp10 juta–Rp16 juta
SPP bulanan: sekitar Rp700 ribu–Rp1,3 juta
Tag
Berita Terkait
-
SD Negeri vs Swasta di Palembang 2026, Mana yang Lebih Bagus dan Berapa Biayanya?
-
Takut Anak Gagal Masuk PTN? 7 SMA Swasta di Palembang Ini Kini Jadi Pilihan Banyak Orang Tua
-
7 SMP Swasta Terbaik di Palembang 2026, Biaya Masuk Mulai Rp7 Jutaan hingga Rp26 Juta
-
7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
-
Pesangon Tak Dibayar Rp286 Juta, 12 Eks Karyawan Sekolah Islam di Palembang Lapor Polisi
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
KPK Geledah Rumah Kadis PUPR Bengkulu 9 Jam, Lima Koper Barang Bukti Dibawa ke Jakarta
-
Tak Sekadar Modal, OJK dan Pemprov Sumsel Siapkan Jalan 100.000 Sultan Muda Tembus Pasar
-
Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya
-
Sebelum Jadi Deputi BGN, Ini Warisan Penanganan Kasus Ketut Sumedana di Kejati Sumsel
-
Kajati Sumsel Berganti, Siapa yang Kini Memimpin Kejati Usai Ketut Sumedana ke BGN?