ilustrasi hacker selapan.
Baca 10 detik
- Istilah Hacker Selapan muncul terkait kasus pembobolan dana BOS di Prabumulih akibat pola pemberitaan berulang media.
- Fenomena kejahatan siber tidak terbatas pada wilayah tertentu karena dipengaruhi oleh perkembangan akses teknologi digital luas.
- Penyelesaian kasus harus berfokus pada perbaikan kelemahan sistem keamanan daripada sekadar melabeli asal daerah pelaku peretasan.
Istilah “Selapan” mungkin akan terus muncul dalam perbincangan publik seiring berkembangnya kasus ini. Namun di balik itu, ada pelajaran yang lebih penting.
Bahwa di era digital, keamanan sistem menjadi hal yang tidak bisa diabaikan—baik di sektor pendidikan, pemerintahan, maupun sektor lainnya.
Pada akhirnya, penyebutan “Selapan” dalam kasus ini lebih mencerminkan dinamika informasi dan persepsi publik, bukan gambaran menyeluruh tentang suatu wilayah.
Yang lebih penting adalah bagaimana semua pihak—baik institusi maupun masyarakat—dapat mengambil pelajaran untuk meningkatkan keamanan dan kewaspadaan di era digital.
Karena ketika satu celah terbuka, dampaknya bisa meluas jauh melampaui satu tempat
Berita Terkait
-
Penumpang Kereta di Sumsel Naik 15 Persen, Tembus 296 Ribu, Ini Penyebabnya
-
Nasabah Setia Bank Sumsel Babel Lubuklinggau Dapat Kejutan Mobil Toyota Rush
-
Rp8,68 Miliar untuk Rumah Dinas DPRD Sumsel di 2026, Apa Pertimbangan di Baliknya?
-
Awal Bulan, Momentum Tepat Upgrade Lemari dengan Promo Spesial Bank Sumsel Babel
-
ASN Sumsel WFH Tiap Jumat, Enak atau Justru Jadi Ujian Disiplin?
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?