Tasmalinda
Jum'at, 03 April 2026 | 16:35 WIB
ilustrasi hacker selapan.
Baca 10 detik
  • Istilah Hacker Selapan muncul terkait kasus pembobolan dana BOS di Prabumulih akibat pola pemberitaan berulang media.
  • Fenomena kejahatan siber tidak terbatas pada wilayah tertentu karena dipengaruhi oleh perkembangan akses teknologi digital luas.
  • Penyelesaian kasus harus berfokus pada perbaikan kelemahan sistem keamanan daripada sekadar melabeli asal daerah pelaku peretasan.

SuaraSumsel.id - Munculnya istilah “Hacker Selapan” dalam kasus pembobolan dana BOS di Prabumulih memunculkan pertanyaan baru di tengah publik. Bukan hanya soal pelaku, tetapi juga mengapa nama Selapan kerap disebut dalam konteks kejahatan siber.

Apakah ini kebetulan, atau ada faktor lain yang melatarbelakanginya?

Penyebutan suatu wilayah dalam kasus tertentu sering kali muncul karena adanya kejadian yang menonjol dan kemudian terus diulang dalam pemberitaan. Dalam konteks ini, Selapan—yang merujuk pada wilayah Tulung Selapan di Kabupaten Ogan Komering Ilir menjadi dikenal karena keterkaitannya dengan kasus yang mencuat.

Namun, hal ini tidak serta-merta menunjukkan bahwa wilayah tersebut identik dengan aktivitas kejahatan siber.

Faktor lain yang berperan adalah pola pemberitaan yang berulang. Ketika sebuah nama lokasi terus disebut dalam konteks yang sama, maka persepsi publik pun terbentuk.

Hal ini sering terjadi dalam berbagai kasus, tidak hanya kejahatan siber. Sebuah wilayah bisa dikenal karena satu peristiwa tertentu, meski pada kenyataannya kondisi di lapangan jauh lebih kompleks.

Faktor Teknologi dan Akses Digital

Selain persepsi, faktor lain yang juga perlu diperhatikan adalah perkembangan teknologi dan akses digital yang semakin luas.

Dengan semakin mudahnya akses internet dan perangkat teknologi, potensi kejahatan siber tidak lagi terbatas pada wilayah tertentu. Siapa pun yang memiliki akses dan pengetahuan dasar dapat memanfaatkan celah sistem.

Baca Juga: Apa Itu Hacker Selapan? Sosok di Balik Kasus Bobol Dana BOS Hampir Rp1 Miliar di Prabumulih

Artinya, fenomena seperti ini tidak bisa disederhanakan hanya pada faktor geografis.

Penting juga melihat kasus ini secara proporsional. Pendekatan ini penting agar tidak terjadi stigma yang justru merugikan masyarakat luas di wilayah tersebut.

Dalam kasus pembobolan dana BOS di Prabumulih, perhatian seharusnya tidak hanya tertuju pada asal pelaku, tetapi juga pada celah yang dimanfaatkan.

Kelemahan sistem keamanan, seperti kurangnya proteksi login atau pengawasan transaksi, menjadi faktor yang memungkinkan terjadinya peretasan.

Dengan kata lain, persoalan utama bukan hanya “siapa pelakunya”, tetapi juga “mengapa sistem bisa ditembus”.

Dari Istilah ke Pembelajaran

Load More