- Oknum guru berinisial FY diduga melakukan penggelapan uang jasa penukaran uang senilai Rp1,1 miliar terhadap 50 warga Palembang.
- Pelaku melancarkan aksinya dengan memanfaatkan kepercayaan para korban, termasuk pelajar, melalui skema penukaran uang yang direncanakan secara bertahap.
- LBH Bima Sakti mendampingi korban dan mendorong aparat penegak hukum menelusuri aliran dana serta potensi tindak pidana pencucian uang.
SuaraSumsel.id - Kepercayaan yang dibangun di ruang kelas itu runtuh seketika. Seorang guru di Palembang justru diduga menjadi dalang hilangnya uang hingga Rp1,1 miliar dan yang paling menyayat, sebagian korbannya adalah muridnya sendiri. Lebih dari 50 orang kini melapor, setelah uang yang mereka kumpulkan untuk kebutuhan Lebaran tak pernah kembali.
Terduga pelaku diketahui merupakan seorang oknum guru berinisial FY yang mengajar di salah satu sekolah di Palembang. Ia diduga menawarkan jasa penukaran uang pecahan kecil, layanan yang memang banyak dibutuhkan masyarakat, terutama saat momentum tertentu.
Yang membuat kasus ini semakin menyita perhatian adalah fakta bahwa korban tidak hanya orang dewasa, tetapi juga pelajar.
Fiona (17), siswi SMKN 1 Palembang, mengaku mengalami kerugian hingga Rp183 juta.
“Uang itu sebagian dari orang tua dan ada juga hasil gadai emas,” ungkap Fiona.
Nilai kerugian yang besar di usia muda tersebut menjadi pukulan berat. Bagi Fiona, uang itu bukan sekadar angka, melainkan harapan dan masa depan yang kini ikut terancam.
Kasus ini bukan hanya soal uang yang hilang, tetapi juga tentang runtuhnya kepercayaan di lingkungan pendidikan, tempat yang seharusnya menjadi ruang aman bagi siswa.
Direktur LBH Bima Sakti, M Novel Suwa, yang mendampingi para korban menilai kasus ini memiliki pola yang mengarah pada perencanaan.
“Dari pola yang kami lihat, ini bukan sekadar kelalaian. Ada indikasi kuat dilakukan secara terencana,” ujar M Novel Suwa.
Baca Juga: 7 Alasan Lapangan Hatta Jadi Spot Olahraga Pagi Favorit di Palembang, Ramai Komunitas Sehat
Menurutnya, pelaku diduga terlebih dahulu membangun kepercayaan korban sebelum akhirnya menerima uang dalam jumlah besar.
Novel menjelaskan, pelaku menggunakan strategi bertahap untuk meyakinkan korban. Awalnya, transaksi dalam jumlah kecil berjalan lancar. Hal ini membuat korban percaya, hingga akhirnya menyerahkan uang dalam jumlah besar.
“Pelaku diduga memanfaatkan kepercayaan, bahkan dari lingkungan terdekatnya sendiri,” jelasnya.
Pelaku juga disebut mengaku memiliki akses untuk mendapatkan uang pecahan baru dari jalur resmi, sehingga semakin meyakinkan korban.
Namun setelah uang diserahkan, penukaran yang dijanjikan tidak pernah terealisasi.
Dengan total kerugian yang mencapai Rp1,1 miliar, kasus ini dinilai tidak sederhana. “Kami melihat ada kemungkinan masuk ke tindak pidana yang lebih serius, termasuk dugaan pencucian uang. Aliran dana harus ditelusuri,” tegas Novel.
Berita Terkait
-
7 Alasan Lapangan Hatta Jadi Spot Olahraga Pagi Favorit di Palembang, Ramai Komunitas Sehat
-
Komitmen Tingkatkan Layanan, Penumpang KAI Divre III Palembang Tumbuh 15 Persen pada Triwulan I 2026
-
Belanja Pegawai Membengkak 40 Persen Imbas PPPK, Pemangkasan TPP ASN Palembang Mulai Dikaji
-
Ampera Ditutup 4-5 April, Ini Jalur Alternatif Tercepat yang Bisa Dilalui Warga Palembang
-
Hampir 40 Persen, Belanja Pegawai Palembang Tekan APBD, Ini Dampak Nyatanya
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Jelang Demo Mahasiswa Hari ini, 21 Orang Bawa Bom Molotov Ditangkap Polisi
-
Rumah Susanah yang Diklaim Prabowo Pengupas Bawang Mendadak Dipasang Garis Polisi
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
Terkini
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Program MBG di Sumsel Sudah Jangkau 2 Juta Penerima, Lalu Mengapa 10 Dapur Masih Disuspensi?
-
HUT RI ke-81, PTBA Perkuat Komitmen Hadirkan Energi, Masyarakat Berdaya, Lingkungan Terjaga