- Kapal motor MS Arpin Jaya yang membawa sembako karam dan tenggelam di Sungai Banyuasin pada Rabu, 30 September 2026.
- Polisi menduga jarak pandang terbatas akibat kabut asap karhutla menjadi salah satu faktor penyebab kecelakaan kapal tersebut.
- Seluruh kru kapal berhasil selamat tanpa korban jiwa, sementara proses evakuasi muatan dan bangkai kapal masih berlangsung.
SuaraSumsel.id - Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan tak hanya terasa di jalan raya dan mengganggu penerbangan. Di jalur sungai Banyuasin, kabut asap dengan jarak pandang terbatas ikut menjadi persoalan bagi transportasi air.
Sebuah kapal motor pengangkut sembako, MS Arpin Jaya, kandas hingga akhirnya karam dan tenggelam di jalur sungai 21, Kecamatan Muara Padang, Kabupaten Banyuasin, saat dalam perjalanan dari Palembang menuju Sungai Baung, Ogan Komering Ilir (OKI).
Kapolres Banyuasin AKBP Risnan Aldino mengatakan kondisi asap tebal membuat jarak pandang di alur sungai terbatas. Polisi menduga kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kapal mengalami kecelakaan, meski aspek kehati-hatian dalam pelayaran juga masih didalami.
Kapal melaju pelan karena pandangan terbatas
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (30/9/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. MS Arpin Jaya saat itu membawa sembako dan sejumlah barang titipan dari Palembang menuju Sungai Baung. Kapal dinakhodai Leo (30), warga Muara Batun, Kecamatan Jejawi, OKI.
Saat memasuki jalur 21 yang menghubungkan Muara Padang dengan Sungai Baung, kondisi asap membuat pandangan di sekitar alur pelayaran terbatas.
Kapal kemudian melaju dengan kecepatan rendah. Namun, saat berada di lokasi kejadian, kapal mengalami kandas. Badan kapal kemudian karam hingga akhirnya tenggelam dan tidak dapat melanjutkan perjalanan.
Bagi kapal yang membawa sembako, kejadian tersebut bukan sekadar persoalan transportasi. Sebagian barang yang dibawa ikut tercecer dan berhamburan ke sungai ketika badan kapal mulai tenggelam.
Leo bersama anak buah kapal berhasil menyelamatkan diri ketika kapal perlahan tenggelam. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Baca Juga: 16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla, Warga Sumsel Ajukan 7 Tuntutan
Setelah kapal kandas, Leo meminta bantuan untuk mengevakuasi barang-barang yang masih berada di dalam kapal maupun yang sudah terjatuh ke sungai.
Bantuan kemudian datang menggunakan speedboat berkapasitas 200 PK. Sebagian muatan dipindahkan ke daratan, sementara barang lainnya dievakuasi menggunakan kapal lain.
Hingga laporan kepolisian dibuat, proses evakuasi kapal dan muatan masih berlangsung.
Kerugian material juga belum dapat dihitung karena sejumlah barang masih berada di dalam badan kapal yang tenggelam.
Ketika asap mengganggu jalur distribusi
Kapal MS Arpin Jaya membawa sembako dari Palembang menuju kawasan Sungai Baung. Jalur sungai tersebut menjadi salah satu bagian dari mobilitas masyarakat dan distribusi barang di wilayah Banyuasin dan OKI.
Berita Terkait
-
16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla, Warga Sumsel Ajukan 7 Tuntutan
-
Palembang Diselimuti Asap Karhutla, Kualitas Udara Masuk Zona Berbahaya Lagi
-
Kabut Asap Karhutla Kembali Ganggu Penerbangan Palembang, 5 Pesawat Terdampak Hari Ini
-
Habitat Terbakar, Anak Kucing Kuwuk 2 Bulan Ditemukan Sendirian di Ogan Ilir
-
7 Kali Reshuffle Prabowo, Pengamat UIN Raden Fatah Palembang Soroti Efeknya ke Birokrasi
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla, Warga Sumsel Ajukan 7 Tuntutan
-
Palembang Diselimuti Asap Karhutla, Kualitas Udara Masuk Zona Berbahaya Lagi
-
Kabut Asap Karhutla Kembali Ganggu Penerbangan Palembang, 5 Pesawat Terdampak Hari Ini
-
Habitat Terbakar, Anak Kucing Kuwuk 2 Bulan Ditemukan Sendirian di Ogan Ilir
-
7 Kali Reshuffle Prabowo, Pengamat UIN Raden Fatah Palembang Soroti Efeknya ke Birokrasi