- Kepala cabang bank berinisial HS ditemukan meninggal dunia di kamar mess, Pangkalan Balai, Banyuasin, pada Selasa (31/3/2026).
- Rekan kerja menemukan korban tidak bernyawa setelah mendobrak pintu kamar karena korban absen menghadiri rapat rutin kantor.
- Polres Banyuasin melakukan olah TKP dan mengevakuasi jenazah ke rumah sakit untuk menunggu hasil visum penyebab kematian.
SuaraSumsel.id - Pagi itu seharusnya berjalan normal. Rapat rutin telah dijadwalkan, aktivitas kantor mulai bergerak. Namun satu hal janggal terjadi: pimpinan mereka tak kunjung hadir.
Kecurigaan itu berujung duka. Seorang kepala cabang bank berinisial HS (35) ditemukan meninggal dunia di kamar mess di kawasan Pangkalan Balai, Kabupaten Banyuasin, Selasa (31/3/2026) pagi. Sosok yang sehari-hari memimpin operasional bank itu ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.
Korban diketahu kepala cabang bank tersebuti tidak menghadiri rapat pagi yang telah dijadwalkan. Hal ini langsung menimbulkan kekhawatiran di kalangan karyawan.
Beberapa pegawai kemudian berinisiatif mencari korban hingga ke kamar mess tempat ia tinggal. Namun pintu kamar dalam keadaan tertutup rapat.
Salah satu karyawan mencoba melihat dari jendela dan mendapati kondisi mencurigakan di dalam kamar.
Tanpa menunggu lama, pintu akhirnya didobrak.
Saat pintu terbuka, korban ditemukan sudah tidak bernyawa. Peristiwa itu langsung dilaporkan ke pihak kepolisian.
Kapolres Banyuasin AKBP Ruri Prastowo melalui Kasat Reskrim Polres Banyuasin AKP Sutedjo membenarkan kejadian tersebut.
“Benar, korban ditemukan meninggal dunia di dalam kamar mess. Saat ini anggota sudah melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan dari para saksi,” ujar AKP Sutedjo.
Polisi juga langsung memasang garis polisi di lokasi untuk kepentingan penyelidikan.
Baca Juga: Awal Bulan, Momentum Tepat Upgrade Lemari dengan Promo Spesial Bank Sumsel Babel
Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, korban diduga meninggal akibat gantung diri. Namun pihak kepolisian menegaskan bahwa penyebab pasti kematian belum dapat disimpulkan.
“Untuk penyebab pastinya masih menunggu hasil visum et repertum (VER),” jelas AKP Sutedjo.
Jenazah korban telah dievakuasi ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan penyebab kematian secara ilmiah.
Berita Terkait
-
20 Sumur Minyak Ilegal Membara di Muba, Dugaan Pembiaran Seret Pemkab dan PT Hindoli
-
Api Tak Pernah Padam di Kebun Hindoli: Sumur Minyak Ilegal di Lahan Sawit, Siapa yang Biarkan?
-
Shalat Id Digelar Lebih Awal di Jakabaring, Ratusan Warga Padati Masjid Al Mustanir Hari Ini
-
Jalintim Jambi-Palembang Lumpuh! Truk Sudah Ditahan, Macet di Muba Tak Kunjung Usai
-
5 Fakta Napi Kasus Narkoba Tewas di Lapas Banyuasin, Keluarga Curiga Ada Kejanggalan
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Program MBG di Sumsel Sudah Jangkau 2 Juta Penerima, Lalu Mengapa 10 Dapur Masih Disuspensi?
-
HUT RI ke-81, PTBA Perkuat Komitmen Hadirkan Energi, Masyarakat Berdaya, Lingkungan Terjaga
-
Bukan di BKB, Festival Bidar 2026 Justru Ubah Kampung Kapitan Jadi Pusat Keramaian
-
Semangat Kemerdekaan, Bank Sumsel Babel Perkuat Komitmen Membangun Daerah yang Berdaulat dan Makmur
-
LRT Sumsel Cuma Rp1.000 saat HUT RI, Cek Jadwal Tambahan Perjalanannya