- Napi kasus narkoba bernama Sandi (29) meninggal di Lapas Banyuasin pada Selasa, 10 Maret 2026.
- Keluarga mencurigai kejanggalan karena jenazah korban ditemukan penuh luka memar di berbagai bagian tubuh.
- Keluarga mengetahui kematian dari teman sekamar, bukan Lapas, dan telah meminta visum untuk penyelidikan.
SuaraSumsel.id - Kematian seorang narapidana kasus narkoba di Lapas Narkotika Kelas IIB Banyuasin, Sumatera Selatan, menimbulkan tanda tanya dari pihak keluarga. Warga binaan bernama Sandi (29), warga Talang Betutu, Kecamatan Sukarami, Palembang, dilaporkan meninggal dunia pada Selasa, 10 Maret 2026 saat masih menjalani masa hukuman.
Kondisi tubuh korban narapidana di Lapas Banyuasin yang ditemukan penuh luka memar membuat keluarga mencurigai adanya kejanggalan dalam kematian tersebut. Hingga kini, penyebab pasti meninggalnya korban masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang.
Berikut 5 fakta kematian napi kasus narkoba di Lapas Banyuasin yang memicu tanda tanya keluarga.
1. Korban Adalah Napi Kasus Narkoba Asal Palembang
Korban diketahui bernama Sandi (29), warga Talang Betutu, Kecamatan Sukarami, Palembang. Ia sedang menjalani hukuman 4,5 tahun penjara atas kasus narkotika di Lapas Narkotika Kelas IIB Banyuasin.
2. Meninggal Saat Masih Menjalani Masa Hukuman
Sandi dilaporkan meninggal dunia pada Selasa, 10 Maret 2026. Kabar kematian tersebut mengejutkan keluarga karena sebelumnya korban diketahui masih dalam kondisi sehat.
3. Keluarga Mengaku Tidak Diberi Kabar dari Pihak Lapas
Ayah korban, Arifin (55), mengungkapkan keluarga pertama kali mengetahui kabar tersebut justru dari teman satu kamar korban di dalam lapas, bukan dari pihak lapas.
Menurut Arifin, informasi yang diterima keluarga menyebutkan Sandi sempat dibawa ke rumah sakit sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
4. Tubuh Korban Disebut Penuh Luka Memar
Kecurigaan keluarga muncul setelah melihat kondisi jenazah. Mereka menemukan luka memar di beberapa bagian tubuh, seperti wajah, hidung, telinga, tangan, hingga kaki.
Temuan tersebut membuat keluarga merasa ada yang tidak wajar dengan kematian korban.
Baca Juga: Setelah Meja Biliar Disorot, Ini Sederet Anggaran Rumah Dinas Pimpinan DPRD Sumsel Berbiaya Mewah
5. Keluarga Minta Kasus Diusut Tuntas
Merasa kematian Sandi tidak wajar, keluarga kemudian membawa jenazah ke Rumah Sakit Bhayangkara Moh Hasan Palembang untuk dilakukan visum guna mengetahui penyebab pasti kematian.
Sementara itu, pihak Lapas Narkotika Banyuasin menyatakan kasus tersebut telah ditangani oleh kepolisian dan masih dalam proses penyelidikan.
Keluarga berharap aparat penegak hukum dapat mengusut kasus ini secara transparan agar penyebab kematian korban dapat terungkap dengan jelas.
Berita Terkait
-
Setelah Meja Biliar Disorot, Ini Sederet Anggaran Rumah Dinas Pimpinan DPRD Sumsel Berbiaya Mewah
-
5 Fakta Penemuan Mahkota Emas di PALI Sumsel yang Bikin Warga Heboh
-
Viral Meja Biliar DPRD Sumsel Kini Hilang dari SIRUP LKPP, Batal atau Diam-Diam Dihapus?
-
Bank Sumsel Babel Ingatkan Bahaya File APK, Modus Penipuan Digital Kian Marak
-
6 Fakta Ilyas Panji Alam, Wakil Ketua DPRD Sumsel dari PDIP Disorot soal Meja Biliar Ratusan Juta
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
Kronologi Karyawan SPPG Bengkulu Tewas, Sempat Tolong Satpam Sebelum Ditemukan di Sungai
-
Pit Stop Tahap II 2026 Rampung, Kilang Plaju Perkuat Keandalan dan Ekonomi Lokal
-
BRI DPLK: Cara Siapkan Dana Pensiun Sejak Usia Produktif
-
5 Jurnalis Hilang di Krakatau, Jurnalis Sumsel Gelar Doa dan Ingatkan Pesan Saling Jaga
-
ISPU Palembang Belum Stabil, Kapan Anak TK-SMP Boleh Kembali ke Sekolah?