- Kemacetan parah terjadi di Jalur Lintas Timur Jambi–Palembang perbatasan Jambi–Muba saat arus mudik meningkat.
- Aparat menahan ratusan truk besar di kantong parkir sebagai upaya mengamankan arus mudik Operasi Ketupat Musi 2026.
- Jalur tersebut sempat lumpuh total karena penguncian arus dua arah, diperparah truk mogok dan perlambatan kendaraan besar.
SuaraSumsel.id - Kemacetan panjang masih membelit Jalan Lintas Timur (Jalintim) Jambi–Palembang, terutama di kawasan perbatasan Jambi–Musi Banyuasin (Muba). Jalur yang selama ini menjadi urat nadi transportasi di Sumatera itu mendadak berubah jadi titik paling melelahkan bagi para pengendara, tepat saat arus mudik mulai meningkat.
Di tengah upaya besar yang dilakukan aparat, kondisi di lapangan justru menunjukkan kenyataan yang tak mudah. Ratusan truk besar memang sudah ditahan dan diarahkan masuk ke kantong parkir. Kebijakan ini diambil untuk memberi ruang bagi kendaraan pemudik agar bisa melintas lebih lancar.
Namun, harapan itu belum sepenuhnya terwujud.
Di sejumlah titik, kendaraan tetap mengular tanpa kepastian. Mesin-mesin mobil menyala dalam diam, sementara pengendara hanya bisa menunggu, berharap arus kembali bergerak. Perjalanan yang seharusnya ditempuh dalam hitungan jam, kini berubah menjadi berjam-jam tanpa kejelasan.
Situasi bahkan sempat mencapai titik genting. Polisi terpaksa menutup sementara jalur tersebut karena arus kendaraan dari dua arah saling mengunci. Kawasan Bayung Lencir hingga Tungkal Jaya menjadi salah satu titik yang paling terdampak, dengan antrean panjang yang membuat jalur nyaris lumpuh total.
Kemacetan ini bukan hanya dipicu oleh lonjakan kendaraan mudik. Sejumlah truk yang mogok di badan jalan serta kendaraan besar yang melambat di jalur sempit ikut memperparah kondisi. Meski sebagian truk telah “dikandangkan”, efek penumpukan yang sudah terjadi sebelumnya masih terasa hingga sekarang.
Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandri Nugroho di Palembang, Minggu, mengatakan langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pengamanan arus mudik dalam rangka pelaksanaan Operasi Ketupat Musi 2026 yang mulai digelar di wilayah Sumatera Selatan.
Salah satu lokasi penerapan kantong parkir berada di Pos Lantas Sumarlin KM 225 yang terletak di kawasan perbatasan Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan, tepatnya di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin.
Kebijakan itu diberlakukan untuk kendaraan bersumbu tiga ke atas yang diarahkan masuk ke kantong parkir sebelum melanjutkan perjalanan.
Baca Juga: Promo Alfamart Sumsel! 7 Paket Snack Mudik Murah, Ada Tango dan Marjan Hanya Rp40 Ribuan
“Pengantongan kendaraan berat di perbatasan ini merupakan langkah strategis agar arus lalu lintas tetap lancar dan risiko kecelakaan dapat diminimalisir,” katanya.
Bagi warga lokal dan pengguna jalan yang kerap melintas, perbatasan Jambi–Muba memang sudah lama dikenal sebagai titik rawan. Namun menjelang mudik tahun ini, tekanan kendaraan meningkat drastis hingga menjadikannya seperti “leher botol” yang menentukan lancar atau tidaknya perjalanan lintas provinsi.
Di lapangan, aparat kepolisian terus berjibaku. Sistem buka-tutup jalur diterapkan, kendaraan diatur ritmenya, dan truk yang ditahan dilepas secara bertahap agar tidak memicu kemacetan baru. Upaya demi upaya dilakukan, namun derasnya arus kendaraan membuat situasi belum sepenuhnya terkendali.
Menjelang puncak mudik, kondisi ini menjadi ujian nyata. Jalintim bukan sekadar jalan penghubung biasa, melainkan jalur vital yang dilalui ribuan kendaraan setiap hari. Ketika satu titik tersendat, dampaknya bisa menjalar jauh ke berbagai wilayah.
Bagi para pemudik, satu hal kini menjadi jelas: perjalanan bukan lagi soal jarak, tetapi tentang seberapa lama harus bertahan di tengah kemacetan yang belum tentu cepat berakhir.
Tag
Berita Terkait
-
Terungkap Nilai Dana Nasabah Bank Jambi yang Diretas, Tembus Rp143 Miliar
-
Viral Nasabah Bank 9 Jambi Ngaku Rp24,6 Juta Hilang Usai Mobile Banking Tak Bisa Diakses
-
Mudik Gratis Sumsel 2026 Jalur Kereta Masih Dibuka, Simak Syarat dan Cara Daftarnya
-
Jadwal Buka Puasa Jambi 23 Februari 2026 Hari Ini: Catat Waktu Magrib & Salat Isya
-
Bank Jambi Nonaktifkan Layanan Digital, Apa Sebenarnya Terjadi Usai Dana Nasabah Hilang?
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Cara Mencari Sinyal TVRI di TV Digital dan TV Analog agar Bisa Nonton Siaran Piala Dunia 2026
- 4 SMA di Banten Terpilih Jadi Sekolah Unggul Garuda 2026, Ini Daftarnya
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
Pilihan
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
Terkini
-
BRILink Agen Bisa Dapat Reward dari BRI, Begini Caranya
-
BRI Hadirkan Program Reward Emas bagi BRILink Agen yang Sukses Tingkatkan Pengguna BRImo
-
12 Kali Raih WTP, Mengapa BPK Masih Minta Sumsel Benahi Sejumlah Hal?
-
Puasa 1 Muharram, Sunnah atau Sekadar Tradisi? Ini Niat dan Penjelasan Ulama
-
Korban Terus Bertambah, Dugaan Penipuan Rp1,4 Miliar yang Seret Ibu Bhayangkari Bikin Heboh