- Bundaran Air Mancur Palembang menjadi ikon wisata baru yang ramai dikunjungi terutama pada sore hingga malam hari.
- Pengunjung mengeluhkan adanya praktik parkir liar dengan pungutan tarif tidak wajar, yaitu Rp10 ribu hingga Rp20 ribu.
- Muncul kekhawatiran praktik parkir liar ini merusak citra destinasi wisata baru serta kenyamanan pengunjung Palembang.
SuaraSumsel.id - Bundaran Air Mancur yang kini menjelma menjadi ikon wisata baru di Kota Palembang mulai ramai dikunjungi warga, terutama pada sore hingga malam hari. Cahaya lampu dan suasana terbuka menjadikannya magnet baru bagi masyarakat, termasuk pengunjung dari luar kota.
Namun di balik meningkatnya antusiasme tersebut, muncul keluhan yang mulai ramai diperbincangkan. Sejumlah pengunjung mengaku dimintai tarif parkir yang tidak wajar, bahkan mencapai Rp10 ribu hingga Rp20 ribu.
Informasi ini salah satunya disampaikan oleh warga yang mendapat cerita langsung dari kerabatnya yang datang dari luar kota.
“Dapat info dari saudara-saudara dari luar kota, kalau parkir di Bundaran Air Mancur diminta Rp10 ribu sampai Rp20 ribu,” ungkapnya.
Keluhan ini pun memunculkan kekhawatiran, karena dikhawatirkan dapat merusak citra Bundaran Air Mancur yang baru saja berkembang sebagai destinasi wisata kota.
Sejumlah pengunjung berharap pemerintah daerah dan pihak terkait segera turun tangan untuk menertibkan praktik parkir liar tersebut. Jika tidak ditangani, kondisi ini berpotensi membuat wisatawan merasa tidak nyaman dan enggan kembali berkunjung.
Apalagi, Bundaran Air Mancur saat ini menjadi salah satu wajah baru Palembang yang kerap dipromosikan sebagai ruang publik yang ramah dan menarik.
Praktik parkir liar dengan tarif tidak resmi juga dinilai dapat merugikan masyarakat, karena tidak ada kepastian tarif maupun jaminan keamanan kendaraan.
Situasi ini menjadi pengingat bahwa pengelolaan kawasan wisata tidak hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga penataan sistem pendukung, termasuk parkir dan kenyamanan pengunjung.
Baca Juga: Sumsel Didominasi Zona Coklat, BMKG Sebut Kemarau 2026 Lebih Kering dari Normal
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai penertiban parkir di kawasan tersebut. Namun masyarakat berharap langkah tegas segera diambil agar Bundaran Air Mancur benar-benar menjadi destinasi wisata yang aman, nyaman, dan tertib.
Berita Terkait
-
Baru Maret Sudah 31 C dan Menyengat, BMKG Ungkap Sinyal Awal Kemarau 2026 di Sumsel
-
Dorong UMKM Naik Kelas, BRI Regional Office Palembang Kucurkan KUR Rp 2,34 Triliun
-
Mencekam, Kebakaran SPBU di Palembang Saat Antrean Ramai: Ini 5 Fakta yang Terungkap
-
Arus Balik Makin Padat, Jalintim Terancam Macet, Ini Rute Aman ke dan dari Palembang
-
Dini Hari Mencekam di Palembang, Mobil Dibakar Bom Molotov, Pelaku Terekam CCTV
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Festival Lahan Basah Tempirai: Kedatuan Sriwijaya Menjaga Lahan Basah Sungai Musi
-
Sepekan Festival Lahan Basah Tempirai, Merawat Budaya dan Pengetahuan Masyarakat Musi
-
Bank Sumsel Babel Pacu Digitalisasi Keuangan Daerah, Banyuasin Percepat Implementasi KKPD
-
Di Tengah Ramai Desakan Tes Urine, Prima Salam Kembali Muncul di Acara Gerindra
-
Rp160 Miliar Diduga Tak Pernah Masuk Kas Daerah, Aktor Utama Korupsi Sungai Lalan Dibidik