- WFH di Sumatera Selatan dipertimbangkan sebagai respons potensi kelangkaan BBM dan tuntutan efisiensi energi.
- Gubernur Herman Deru menekankan kebijakan WFH menunggu petunjuk teknis resmi dari pemerintah pusat.
- Tujuan utama kebijakan ini adalah menekan konsumsi BBM akibat meningkatnya mobilitas.
SuaraSumsel.id - Di tengah upaya efisiensi energi yang didorong pemerintah pusat, wacana kerja dari rumah kembali dibahas di Sumatera Selatan. Kali ini, fokusnya bukan pada kondisi darurat, melainkan pada pengendalian konsumsi BBM.
Gubernur Herman Deru menyatakan, opsi WFH tengah dipertimbangkan sebagai bagian dari langkah strategis daerah dalam menyesuaikan kebijakan dengan arah nasional.
"Masih menunggu petunjuk teknis dari pusat," ujarnya kepada awak media.
Langkah ini juga selaras dengan dorongan efisiensi yang disuarakan pemerintah pusat, yang saat ini tengah mengantisipasi berbagai dinamika ekonomi global, termasuk fluktuasi harga energi dan tekanan distribusi.
Di tengah meningkatnya mobilitas pasca pandemi, konsumsi BBM ikut terdorong naik. Dalam situasi tertentu, kondisi ini bisa berdampak pada ketersediaan pasokan, terutama jika distribusi terganggu.
Karena itu, kebijakan WFH dinilai bukan lagi sekadar alternatif kerja, melainkan strategi konkret untuk mengurangi pergerakan harian masyarakat.
Dengan berkurangnya aktivitas perjalanan, kebutuhan BBM pun dapat ditekan secara signifikan.
Namun, Gubernur Herman Deru menegaskan bahwa kebijakan ini tidak akan diambil secara tergesa-gesa.
Hingga saat ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan belum menerapkan WFH secara resmi. Pemprov masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat agar kebijakan yang diambil tetap selaras dan tidak menimbulkan kebingungan di lapangan.
Baca Juga: Selain Rendang, 7 Lauk Ketupat Khas Sumsel Ini Diam-Diam Jadi Favorit Saat Lebaran
Langkah ini dinilai penting untuk memastikan implementasi berjalan efektif, terutama bagi instansi pemerintahan dan sektor layanan publik yang tidak bisa sepenuhnya dilakukan secara daring.
Dengan kata lain, WFH akan diterapkan secara terukur, bukan sekadar mengikuti tren.
Kebijakan ini tidak berdiri sendiri. Dalam beberapa waktu terakhir, isu efisiensi energi menjadi perhatian di berbagai daerah, seiring dinamika global yang memengaruhi harga dan distribusi energi.
Sumatera Selatan, sebagai salah satu wilayah dengan mobilitas tinggi, tentu tidak lepas dari dampak tersebut.
Karena itu, langkah antisipatif seperti WFH dinilai sebagai bagian dari adaptasi terhadap kondisi yang terus berubah.
Meski belum diterapkan, wacana WFH sudah memberi sinyal bahwa pemerintah daerah mulai bergerak lebih fleksibel dalam menghadapi tantangan baru.
Tag
Berita Terkait
-
6 Cara Hemat BBM dan Energi dari Herman Deru, Saat Lebaran Warga Diminta Siaga Ekonomi Global
-
Revitalisasi Bundaran Air Mancur Palembang Rp10 Miliar, Wajah Baru atau Sekadar Percantik Kota?
-
Herman Deru Dorong Tanjung Carat dan Bendungan Tiga Dihaji di Hadapan Menko AHY
-
Kondisi Terkini Banjir OKU Timur: Warga Terima Sembako dan Janji Benih Padi
-
Keuangan Daerah Cekak? DPRD dan Pemprov Sumsel Bentuk Pansus Cari Tambahan PAD
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
BMKG Petakan Kemarau di Sumsel, Sejumlah Daerah Mulai Masuk Zona Kering
-
Harga DMO Batu Bara Dirombak, Apa Dampaknya bagi PTBA dan PLN?
-
Harga Karet Sumsel Tetap di Atas Rp40 Ribu saat Dolar Menguat, Kok Petani Belum Lega?
-
BEM Unsri Akhirnya Turun Aksi Kritisi Pemerintahan Prabowo, Bawa 8 Tuntutan
-
EcoGrow Mom, Langkah PTBA Wujudkan Perempuan Tani Berdaya dan Sejahtera