- Menjelang Idulfitri 1447 H, terjadi kelangkaan dan kenaikan harga gas LPG subsidi 3 kg di Sumsel.
- Harga gas melon dilaporkan melonjak signifikan, mencapai Rp40 ribu hingga Rp60 ribu di tingkat pengecer.
- Warga Lubuklinggau, Musi Rawas, dan Muratara menuntut pemerintah daerah segera melakukan inspeksi distribusi gas.
SuaraSumsel.id - Menjelang Idulfitri 1447 Hijriah, keresahan mulai dirasakan warga di sejumlah daerah Sumatera Selatan (Sumsel). Gas elpiji (LPG) subsidi 3 kilogram atau yang dikenal sebagai “gas melon” dilaporkan langka, bahkan harganya melonjak hingga Rp60 ribu per tabung.
Keluhan ini ramai beredar di media sosial dan menjadi perbincangan warga, terutama di wilayah Lubuklinggau, Musi Rawas, hingga Muratara. Dalam berbagai unggahan, masyarakat mengaku kesulitan mendapatkan elpiji subsidi di pangkalan maupun pengecer.
Bahkan, harga yang biasanya berkisar Rp18 ribu hingga Rp25 ribu di pangkalan, kini meroket berkali lipat di tingkat pengecer.
Sejumlah warga mengaku harus merogoh kocek hingga Rp40 ribu sampai Rp60 ribu untuk satu tabung gas 3 kg. Kondisi ini disebut sudah terjadi sejak beberapa hari terakhir menjelang Lebaran.
“Bukan lagi Rp40 ribu, sekarang ada yang sampai Rp60 ribu,” tulis salah satu netizen dalam unggahan yang viral.
Tak hanya mahal, stok gas juga disebut sulit didapat. Bahkan ada warga yang mengaku harus berkeliling dari satu warung ke warung lain hanya untuk mendapatkan satu tabung LPG.
Fenomena kenaikan harga LPG 3 kg jelang hari besar keagamaan sebenarnya bukan hal baru. Namun lonjakan hingga menyentuh Rp60 ribu membuat masyarakat semakin terbebani, terutama kalangan ekonomi menengah ke bawah yang menjadi sasaran utama subsidi ini.
Sejumlah warga pun mendesak pemerintah daerah dan pihak terkait untuk segera turun tangan melakukan inspeksi mendadak (sidak), guna memastikan distribusi berjalan normal dan tidak ada permainan harga di lapangan.
“Setiap mau Lebaran pasti begini, harga naik tidak wajar. Harusnya ada pengawasan,” keluh warga lainnya.
Hingga kini, masyarakat berharap distribusi segera dinormalisasi, mengingat kebutuhan gas meningkat tajam untuk memasak menjelang Lebaran.
Jika kondisi ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin beban ekonomi warga akan semakin berat di tengah momentum hari raya yang seharusnya penuh kebahagiaan.
Berita Terkait
-
Kilang Pertamina Plaju Pastikan Pasokan Energi Aman Saat Satgas RAFI 1447 H, Perkuat SDM dan HSSE
-
Kasus Pengoplosan Elpiji 3 Kilogram di Bangka Terungkap, Bagaimana Pengawasan Distribusinya?
-
Elpiji Subsidi Dioplos Jadi Elpiji 12 Kilogram di Palembang, Praktik Ilegal Terbongkar
-
Mengapa Kelangkaan Solar di Sumsel Terus Terulang? Demo Jadi Peringatan
-
7 Fakta Aksi Protes Kelangkaan BBM Solar di Sumsel, Massa Demo di Pertamina Patra Niaga
Terpopuler
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
-
Dipicu Korsleting Listrik, Kebakaran Kalideres Hanguskan 17 Bangunan
Terkini
-
Buka Puasa Palembang 19 Maret 2026 Jam Berapa? Jangan Sampai Terlewat Magrib Hari Ini
-
DPRD Sumsel: 7 Fakta Anggaran dan Fasilitas Rumah Dinas Pimpinan yang Jadi Sorotan Publik
-
Niat Zakat Fitrah untuk Keluarga: Lengkap Arab - Latin dan Artinya, Jangan Sampai Salah
-
Jelang Lebaran, Gas 3 Kilogram Mendadak Langka! Warga Sumsel Harus Bayar hingga Rp60 Ribu
-
Jadwal Libur Bank Sumsel Babel Maret 2026: Nyepi dan Idulfitri 1447 Hijriah Lengkap