- Organisasi sipil Sumsel memperingati IWD 2026 pada 7 Maret di Palembang, menyoroti konflik agraria dan perampasan ruang hidup.
- Aksi tersebut melibatkan unsur perlawanan seperti aksi diam dan jalan mundur sebagai simbol ketidakadilan serta kemunduran demokrasi.
- Diskusi esok hari menyoroti konflik agraria PTPN VII dengan 22 desa Ogan Ilir serta kegagalan pemerintah menyelesaikan masalah lahan.
Menurutnya, hingga kini masyarakat masih menunggu kejelasan penyelesaian konflik lahan tersebut.
Fadila Nur Amalia dari Solidaritas Perempuan Palembang menyampaikan bahwa persoalan perampasan ruang hidup perempuan merupakan bentuk kegagalan pemerintah dalam melindungi hak-hak masyarakat.
Ia menilai pemerintah dari tingkat desa hingga pusat belum mampu memastikan perlindungan hak warga atas tanah sebagai sumber penghidupan.
Fadila juga menyoroti peran Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) di Sumatera Selatan yang dinilai belum maksimal dalam menyelesaikan konflik agraria.
“Kami melihat ATR/BPN Sumsel sering absen dan tidak proaktif dalam menyelesaikan persoalan agraria yang dihadapi perempuan dan masyarakat marjinal,” ujarnya.
Akademisi Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya, Putri Zaltina, menambahkan bahwa negara memiliki tanggung jawab utama dalam menjamin hak atas tanah dan ruang hidup masyarakat.
Menurutnya, negara harus hadir secara aktif untuk menyelesaikan konflik agraria serta memastikan pemenuhan hak-hak masyarakat.
“Negara harus memastikan tidak ada perampasan ruang hidup masyarakat dan menjamin pemulihan hak-hak warga,” kata Putri.
Melalui peringatan Hari Perempuan Sedunia 2026 tersebut, para peserta aksi berharap pemerintah lebih serius dalam menyelesaikan konflik agraria dan berbagai persoalan ketimpangan sosial yang masih terjadi.
Baca Juga: Bukan Cuma Meja Biliar Rp486 Juta, Anggaran Rumdin Pimpinan DPRD Sumsel Tembus Rp2,7 Miliar
Mereka juga mengajak masyarakat untuk terus menyuarakan keadilan bagi kelompok-kelompok yang selama ini rentan terdampak kebijakan pembangunan.
Tag
Berita Terkait
-
Fakta-Fakta Penembakan Lima Petani di Pino Raya: Konflik Lahan Berujung Luka Berat
-
Hari Tani di Sumsel: Konflik Agraria Berkepanjangan, Petani Desak Reforma Agraria Sejati
-
Rayakan International Womens Day 2024, Ini 13 Desakan Parempuan di Sumsel
-
Data HGU Perusahaan Sawit di Babel Seharusnya Dibuka ke Publik, Solusi Konflik Agraria
Terpopuler
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
- 8 Rekomendasi Moisturizer Terbaik untuk Mencerahkan Wajah Jelang Lebaran
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Siapa Istri Zendhy Kusuma? Ini Profil Evi Santi Rahayu yang Polisikan Owner Bibi Kelinci
- Vidi Aldiano Meninggal Dunia Sabtu 7 Maret Pukul 16.33 WIB
Pilihan
-
Trump Cetak Sejarah di AS: Presiden Pertama yang Berperang Tanpa Didukung Warganya
-
IHSG Keok 3,27 Persen Terimbas Konflik Iran-AS, Bos BEI: Kita Sudah Kuat!
-
Harga Minyak Mulai Turun Usai Beredar Kabar G7 Lepas Cadangan 400 Juta Barel
-
Rusia Kasih Data Aset Militer AS ke Iran untuk Dihancurkan, Termasuk Lokasi Kapal dan Jet Tempur
-
Kejagung Geledah Rumah dan Kantor Komisioner Ombudsman, Diduga Terkait Kasus CPO
Terkini
-
Cek Waktu Maghrib Palembang Hari Ini, Jangan Sampai Terlewat Buka Puasa
-
Aksi Diam Hari Perempuan Sedunia di Palembang Soroti Konflik Agraria dan Perampasan Lahan
-
Bukan Cuma Meja Biliar Rp486 Juta, Anggaran Rumdin Pimpinan DPRD Sumsel Tembus Rp2,7 Miliar
-
CFO Perbanas Forum: Industri Perbankan Diminta Antisipatif Hadapi Tekanan Ekonomi Global
-
Promo Ramadan: Buka Puasa di Kenangan Pakai BRImo Dapat Cashback 40%