- Peningkatan penggunaan e-wallet mendorong pelaku kejahatan siber menciptakan modus penipuan baru menargetkan pengguna.
- Modus penipuan terbaru melibatkan tautan promo palsu, notifikasi transfer palsu, hingga manipulasi QR code pembayaran.
- Pakar keamanan siber menekankan pentingnya waspada terhadap permintaan data sensitif demi mencegah pengurasan saldo.
SuaraSumsel.id - Penggunaan e-wallet terus meningkat seiring gaya hidup serba digital, mulai dari pembayaran transportasi, belanja harian, hingga transaksi di warung kecil. Namun, di balik kenyamanan itu, para pelaku kejahatan siber semakin kreatif mencari celah untuk menguras saldo pengguna.
Dalam beberapa bulan terakhir, laporan penipuan digital naik karena adanya modus-modus baru yang menargetkan pengguna e-wallet, terutama mereka yang belum memahami cara kerja keamanan transaksi.
Sejumlah pakar keamanan siber mengingatkan bahwa pelaku penipuan kini tidak lagi mengandalkan teknik lama seperti phising umum. Mereka menciptakan pola baru yang menyamar sebagai layanan resmi, menawarkan promo palsu, hingga memanfaatkan kebiasaan pengguna yang kurang teliti.
Hasilnya, banyak korban kehilangan saldo tanpa menyadari kapan dan bagaimana uang itu berpindah. Berikut tujuh modus penipuan terbaru yang wajib diwaspadai seluruh pengguna e-wallet.
1. Tautan Promo Palsu yang Mirip Situs Resmi
Pelaku membuat halaman promo palsu menyerupai platform dompet digital resmi. Pengguna diminta login untuk klaim cashback, padahal data yang dimasukkan langsung dicuri dan dipakai untuk mengambil alih akun.
2. Notifikasi Transfer Masuk Palsu
Modus ini mengandalkan pesan yang meniru notifikasi saldo masuk. Pelaku meminta korban mengembalikan uang yang “tersalah kirim”, padahal tidak ada transaksi yang terjadi. Banyak pengguna tertipu karena tidak mengecek riwayat transaksi.
3. Penipuan via QR Code yang Dimanipulasi
Di tempat umum seperti parkiran dan warung, pelaku menempelkan QR code palsu di atas QR code asli. Akibatnya, pembayaran pengguna justru masuk ke rekening pelaku.
4. Akun Customer Service Palsu di Media Sosial
Banyak pengguna yang bertanya soal gagal transaksi di media sosial. Pelaku memanfaatkan situasi ini dengan membuat akun mirip CS resmi lalu meminta data sensitif seperti PIN, OTP, atau email pemulihan.
5. Aplikasi Pihak Ketiga yang Menguras Saldo Otomatis
Beberapa aplikasi tidak resmi meminta izin akses yang berlebihan, termasuk membaca notifikasi OTP. Setelah mendapatkan akses, pelaku bisa melakukan transaksi tanpa diketahui pemilik akun.
Baca Juga: Bank Sumsel Babel Hadir Lebih Dekat bagi Masyarakat Pulau Rimau melalui Kantor Kas Baru
6. Penawaran Investasi dengan Bukti Transfer E-Wallet
Modus investasi palsu kini menggunakan bukti transfer e-wallet agar terlihat meyakinkan. Korban dijanjikan profit cepat, lalu diminta top-up saldo berkali-kali hingga akhirnya dana hilang.
7. Modus Refund Palsu untuk “Transaksi Gagal”
Pelaku berpura-pura menjadi petugas platform e-wallet dan mengatakan transaksi gagal sehingga perlu refund. Korban diminta mengikuti instruksi yang justru mengizinkan pelaku mengambil alih akun.
Laporan penipuan digital diprediksi terus meningkat seiring makin mudahnya akses e-wallet bagi masyarakat. Karena itu, pengguna harus berhati-hati dan tidak memberikan informasi pribadi apa pun, termasuk PIN, password, dan terutama OTP. Langkah paling efektif mencegah saldo lenyap adalah selalu memeriksa keaslian situs, akun resmi, dan transaksi sebelum menekan tombol apa pun.
Tag
Berita Terkait
-
7 Etika QRIS untuk Cegah Antrian Macet di Warung Kecil bagi Anak Muda Cashless
-
BRI Memastikan Keamanan Digital dan Perlindungan Informasi Nasabah
-
Persaingan Gaji Kian Panas! Bank di Palembang Siap Hadapi Perang Gaji Menjelang 2026
-
5 Langkah Cerdas Cegah Penipuan Lowongan Kerja Online untuk Anak Muda Palembang
-
Jumlah Lender Pinjaman Online di Sumbagsel Anjlok 34 Persen, Ada Apa dengan Investor?
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Motor Gigi Tanpa Kopling: Praktis, Irit, dan Tetap Bertenaga
- 5 Rekomendasi HP Layar Lengkung Murah 2026 dengan Desain Premium
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 5 Sunscreen Jepang untuk Hempaskan Flek Hitam dan Garis Penuaan
Pilihan
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
Terkini
-
Kompetisi Karya Jurnalistik Bank Sumsel Babel 2026: Syarat, Tema, dan Cara Ikut
-
Sriwijaya FC Terpuruk di Kandang, Sumsel United Justru Pamer Kekuatan
-
7 Foundation untuk Menyamarkan Pori-pori Besar agar Wajah Terlihat Halus
-
Pangkat Dua dan Akar Pangkat Dua: Pengertian, Rumus dan Contoh Soal
-
UMKM Jadi Sorotan Global, Dirut BRI Bicara Keuangan Berkelanjutan di Davos