Tasmalinda
Kamis, 19 Februari 2026 | 20:26 WIB
Warga Sumatera Selatan yang mengaku dijual di Kamboja
Baca 10 detik
  • Sebuah video warga Palembang viral meminta difasilitasi pulang dari Kamboja, memicu spekulasi dugaan TPPO.
  • Gubernur Sumsel, Herman Deru, mengonfirmasi koordinasi dengan perwakilan RI untuk memulangkan warga tersebut.
  • Aparat penegak hukum sedang menelusuri status hukum kasus tersebut, sementara Pemprov mengimbau kewaspadaan publik.

SuaraSumsel.id - Sebuah video yang memperlihatkan sejumlah pria mengaku warga Palembang viral di media sosial dan memicu kekhawatiran publik. Dalam rekaman tersebut, mereka menyampaikan permohonan langsung kepada pemerintah daerah agar difasilitasi pulang dari Kamboja.

Dengan nada memohon, salah satu pria dalam video itu berkata: “Assalamualaikum wr wb, untuk Bapak Herman Deru dan Ratu Dewa. Kami selaku warga Palembang minta dipulangkan ke Palembang. Kami dijual pak, kami ini korban pak, ada yang jual kami pak. Kami perlu bantuan bapak dipulangkan.”

Pernyataan tersebut langsung memicu spekulasi dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Publik mempertanyakan bagaimana mereka bisa berangkat dan apakah benar ada unsur perdagangan orang di balik keberangkatan tersebut.

Menanggapi video yang viral, Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, memastikan pemerintah daerah langsung bergerak melakukan koordinasi.

Dalam keterangannya, Herman Deru menyebutkan bahwa pihaknya telah berkomunikasi dengan perwakilan Indonesia di luar negeri untuk memastikan kondisi para warga tersebut.

“Sudah kita koordinasikan. Mereka sudah di KBRI. Akan kita urus, baru tersambung teleponnya. Nanti kita pulangkan ke sini,” ujar Herman Deru.

Pernyataan itu menegaskan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah keselamatan dan proses pemulangan warga, sembari menunggu hasil pendalaman aparat terkait dugaan yang mencuat.

Hingga kini, status hukum kasus tersebut masih dalam proses penelusuran oleh aparat penegak hukum. Dugaan TPPO belum dipastikan, karena perlu verifikasi terkait proses perekrutan, jalur keberangkatan, serta kondisi mereka selama berada di luar negeri.

Kasus ini kembali menjadi pengingat akan risiko tawaran kerja luar negeri yang tidak melalui prosedur resmi. Pemerintah Provinsi Sumsel juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap iming-iming pekerjaan bergaji besar tanpa kejelasan legalitas.

Baca Juga: 7 Fakta Viral Warga Sumsel di Kamboja, Mengaku Dijual dan Minta Pulang ke Palembang

Di tengah simpang siur informasi, keluarga para warga di Sumatera Selatan kini hanya menunggu kepastian. Janji gubernur untuk memulangkan mereka menjadi harapan besar agar kasus ini segera menemukan titik terang.

Sementara proses koordinasi terus berjalan, publik masih menantikan jawaban atas satu pertanyaan penting: benarkah mereka korban perdagangan orang, atau ada persoalan lain yang belum terungkap?

Yang pasti, pemerintah daerah memastikan satu hal, warga Sumsel yang meminta pertolongan itu tidak akan dibiarkan sendiri.

Load More