- PLN meminta Gubernur Sumsel membuka akses jalan batu bara karena stok PLTU Bengkulu kritis, hanya cukup untuk sekitar tiga hari.
- PLN memilih jalur darat sebagai opsi tercepat distribusi batu bara akibat terbatasnya infrastruktur logistik alternatif.
- Kondisi ini menempatkan PLN dalam dilema antara menjaga keandalan listrik dan mengatasi dampak negatif di jalan umum.
SuaraSumsel.id - Lalu lintas truk batu bara di jalan umum Sumatera Selatan kembali menjadi sorotan. Di tengah keluhan warga soal keselamatan dan kerusakan infrastruktur, muncul pertanyaan yang terus mengemuka: mengapa PT PLN (Persero) masih mengangkut batu bara lewat jalur darat?
Isu ini mencuat setelah PLN meminta Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru membuka kembali akses jalan bagi angkutan batu bara di Lubuk Linggau. Permintaan tersebut disampaikan seiring kondisi pasokan batu bara ke pembangkit listrik yang dinilai kian mengkhawatirkan.
Direktur Manajemen Pembangkitan PLN Rizal Calvary Marimbo menyatakan bahwa stok batu bara di salah satu pembangkit listrik di Sumatera berada pada level kritis.
“Stok batu bara PLTU Bengkulu hanya cukup sekitar tiga hari. Jika pasokan tidak segera masuk, maka ada potensi gangguan pasokan listrik,” ujar Rizal seperti dikutip ANTARA.
Pernyataan itu menjelaskan mengapa jalur darat kembali dipilih sebagai opsi distribusi. Dalam kondisi darurat, PLN menilai pengangkutan melalui jalan umum menjadi cara tercepat untuk memastikan batu bara tiba di pembangkit tepat waktu.
Di Sumatera Selatan, sebagian besar tambang batu bara berada di wilayah pedalaman yang tidak terhubung langsung dengan pelabuhan laut maupun sungai besar. Akses kereta api khusus batu bara juga belum menjangkau seluruh wilayah tambang. Situasi ini membuat truk masih menjadi penghubung utama dari lokasi tambang menuju titik distribusi.
PLN juga menghadapi keterbatasan infrastruktur alternatif. Jalur sungai sangat bergantung pada debit air dan kondisi alam, sementara kapasitas rel kereta api masih terbatas. Pembangunan infrastruktur logistik batu bara memerlukan waktu panjang dan investasi besar, sehingga belum sepenuhnya dapat menggantikan jalur darat.
Selain itu, sistem kelistrikan Sumatera bersifat saling terhubung. Gangguan pasokan di satu pembangkit berpotensi berdampak ke wilayah lain. Karena itu, keterlambatan distribusi batu bara tidak hanya menjadi persoalan daerah, melainkan dapat memicu gangguan listrik lintas provinsi.
Di sisi lain, pemerintah daerah dan masyarakat terus mendorong agar angkutan batu bara tidak lagi melintasi jalan umum. Pemerintah sebenarnya telah mengarahkan pembangunan jalan khusus batu bara, namun realisasinya belum merata dan belum seluruh tambang terhubung.
Baca Juga: OJK: Reputasi dan Tata Kelola Jadi Fondasi Bank Sumsel Babel
Dalam kondisi ini, PLN berada di posisi dilematis. Di satu sisi harus menjaga keandalan listrik nasional, di sisi lain menghadapi tekanan sosial dan lingkungan di daerah. Permintaan kepada pemerintah daerah, seperti disampaikan kepada Gubernur Sumsel, menunjukkan bahwa persoalan ini bukan sekadar teknis, melainkan menyangkut kebijakan publik.
Pengangkutan batu bara lewat jalan darat pun diposisikan sebagai langkah darurat, bukan solusi jangka panjang. Tanpa percepatan pembangunan infrastruktur dan diversifikasi energi, polemik truk batu bara di Sumatera Selatan diperkirakan akan terus berulang.
Berita Terkait
-
OJK: Reputasi dan Tata Kelola Jadi Fondasi Bank Sumsel Babel
-
Kejar Penghargaan Bergengsi, Lomba Jurnalistik Bank Sumsel Babel 2026 Dimulai
-
Kompetisi Karya Jurnalistik Bank Sumsel Babel 2026: Syarat, Tema, dan Cara Ikut
-
Sriwijaya FC Terpuruk di Kandang, Sumsel United Justru Pamer Kekuatan
-
Saatnya Berkarya 2026! Bank Sumsel Babel Kick Off Kompetisi Karya Jurnalistik untuk Insan Media
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Kronologi Pasutri Palembang Diduga Kunci Pria di Kamar Mandi, Motor dan 3 HP Raib
-
Lima Tahun Holding UMi, BRI Bangun Ekosistem Keuangan Terintegrasi
-
Bulan Literasi Keuangan, OVO Finansial dan OJK Dorong UMKM Palembang Naik Kelas lewat Teras Perwira
-
CIP Award 2026, Wadah PTBA Ubah Gagasan Jadi Solusi Nyata
-
Sultan Muda Goes to OKU Timur, Dorong UMKM Melek Keuangan dan Akses Pembiayaan