- Harga emas perhiasan di Palembang hingga akhir Januari 2026 mendekati Rp17 juta per suku, menyebabkan penundaan pembelian.
- Kenaikan signifikan harga emas tersebut didorong oleh faktor pasar global dan ketidakpastian ekonomi saat ini.
- Masyarakat Palembang merespons kenaikan ini dengan menunda transaksi dan menyesuaikan rencana penggunaan emas sebagai aset penting.
SuaraSumsel.id - Lonjakan harga emas di Palembang semakin terasa dampaknya bagi masyarakat. Hingga akhir Januari 2026, harga emas perhiasan di sejumlah toko emas di kota ini nyaris menembus Rp17 juta per suku, membuat banyak warga memilih menunda pembelian sambil menunggu harga kembali stabil.
Pantauan di lapangan menunjukkan harga emas per suku atau sekitar 6,7 gram kini berada di kisaran Rp16 juta hingga Rp16,9 juta, tergantung kadar emas dan ongkos pembuatan. Angka tersebut melonjak cukup signifikan dibandingkan beberapa pekan sebelumnya, sehingga mengejutkan calon pembeli.
Kondisi ini membuat suasana di sejumlah toko emas berubah. Jika sebelumnya pembeli datang untuk langsung bertransaksi, kini banyak warga hanya bertanya harga dan memantau perkembangan tanpa mengambil keputusan membeli.
Salah seorang warga Palembang, Tia, mengaku menunda pembelian emas yang rencananya akan digunakan sebagai mahar pernikahan. Ia tidak menyangka kenaikan harga emas berlangsung begitu cepat sepanjang Januari 2026.
“Kami kira harganya masih sekitar Rp15 juta sesuku. Tadinya mau beli untuk pernikahan pertengahan tahun nanti, tapi sekarang sudah hampir Rp17 juta. Dananya tidak cukup kalau harus beli lebih dari satu suku,” ujarnya.
Di Palembang, emas masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk berbagai kebutuhan penting, mulai dari perhiasan, tabungan, hingga mahar pernikahan. Namun, harga yang terus naik membuat warga mulai menyesuaikan rencana keuangan mereka, baik dengan menunda pembelian maupun mengurangi jumlah emas yang akan dibeli.
Para pedagang emas mengakui minat masyarakat terhadap emas masih ada, tetapi daya beli terlihat melambat. Banyak pembeli memilih bersikap lebih hati-hati dan menunggu perkembangan harga sebelum memutuskan transaksi.
Kenaikan harga emas dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kondisi pasar global, fluktuasi nilai tukar, hingga meningkatnya minat terhadap emas sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi. Faktor-faktor tersebut ikut mendorong harga emas di tingkat lokal.
Pengamat ekonomi mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru membeli emas hanya karena khawatir harga akan terus melonjak. Pembelian emas disarankan tetap disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan finansial, terutama untuk keperluan jangka pendek.
Baca Juga: Mengulik Alasan PLN Masih Mengangkut Batu Bara Lewat Jalan Darat di Sumsel
Di tengah tren harga yang terus naik, warga Palembang kini berada di persimpangan: membeli emas dengan harga tinggi atau menunggu dengan risiko harga kembali meningkat. Bagi sebagian masyarakat, pilihan menunda membeli menjadi langkah paling realistis sambil berharap harga emas kembali lebih bersahabat.
Berita Terkait
-
Inflasi Sumsel Naik Jelang 2026, Ini 8 Fakta yang Perlu Diwaspadai Warga
-
Harga Emas Hari Ini Melejit! Cek Angka Terbarunya, Waktunya Beli atau Jual?
-
7 Pilihan Toko Emas di Palembang untuk Kamu yang Cari Cicilan Ringan
-
Harga Emas Antam Ambruk Rp177 Ribu per Gram, Terparah Sepanjang Sejarah
-
Harga Emas di Palembang Tembus Rp13 Juta per Suku, Warga Malah Ramai Memborong
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Digerebek Lagi, Dua Kilang Minyak Ilegal di Muba Terbongkar, Pemiliknya Masih Buron
-
Karhutla Sumsel Terus Meluas, Mengapa Muba dan Ogan Ilir Jadi Titik Terparah?
-
5 Fakta Kapal Jukung Terbakar di Sungai Musi, Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?