- Haji Halim, pengusaha Sumatera Selatan, didakwa merugikan negara Rp127 miliar terkait proyek jalan tol.
- Kerajaan bisnisnya meliputi perkebunan sawit, karet, pertambangan, dan properti di wilayah Sumatera Selatan.
- Kasus hukum ini menjadi barometer penting bagi penerapan keadilan dan nasib bisnisnya di masa depan.
SuaraSumsel.id - Nama Haji Halim kembali mencuat dan menjadi topik besar di Sumatera Selatan. Banyak orang bertanya-tanya mengenai Haji Halim pengusaha apa sebenarnya? Pertanyaan itu muncul setelah sosok yang dikenal sebagai salah satu “Crazy Rich Palembang” ini didakwa merugikan negara Rp127 miliar dalam kasus pengadaan lahan proyek jalan tol.
Di balik kontroversi meja hijau, Haji Halim selama ini dikenal sebagai pengusaha besar dengan kerajaan bisnis yang mencakup berbagai sektor strategis. Ia memimpin perusahaan perkebunan kelapa sawit dan karet, mengelola ribuan hektare lahan di Sumsel, dan memiliki izin usaha pertambangan yang tak sedikit. Bisnis properti juga masuk dalam portofolionya, menjadikannya salah satu figur paling berpengaruh di wilayah ekonomi Sumatera Selatan.
Citra itu diperkuat gaya hidupnya,rumah megah, koleksi kendaraan mewah, dan hubungan dekat dengan figur-figur terkenal di tingkat nasional. Bahkan selama bertahun-tahun, Haji Halim kerap mencuri perhatian publik melalui kiprah sosial dan keagamaannya, termasuk wakaf dan bantuan kemanusiaan dalam skala besar.
Karena itulah ketika dakwaan Rp127 miliar diumumkan, publik langsung terbelah. Sebagian percaya kasus ini akan membuktikan apakah kerajaan bisnis Haji Halim dibangun secara bersih atau justru menyimpan praktik yang tak terlihat. Sebagian lain meyakini dakwaan itu sarat kejanggalan dan berharap sidang mengungkap kebenaran yang selama ini tertutup.
Yang menarik, sorotan terhadap kekayaannya bukan sekadar gosip atau rasa penasaran. Penerapan hukum terhadap pengusaha besar seperti Haji Halim akan menjadi barometer keadilan di Sumatera Selatan. Publik ingin tahu apakah pengaruh, kekayaan, dan koneksi masih bisa menembus tembok hukum atau justru hukum akhirnya akan berdiri tegak tanpa pandang bulu.
Di tengah dinamika itu, yang tersisa adalah rasa ingin tahu besar: bagaimana nasib kerajaan bisnis Haji Halim jika dakwaan terbukti? Apakah kejayaan bisnisnya akan runtuh? Atau justru ini akan menjadi titik balik untuk membersihkan namanya dan mengembalikan reputasi sebagai pengusaha besar?
Apapun jawabannya, satu hal pasti: drama ini belum selesai. Persidangan masih berjalan, dan setiap sidang berpotensi membuka fakta baru tentang bisnis, kekuasaan, dan sosok pengusaha yang selama ini berada jauh di balik sorotan publik.
Dan sampai babak akhir tiba, pertanyaan itu akan terus terdengar yakni Haji Halim pengusaha apa dan seberapa besar sebenarnya kekayaannya?
Baca Juga: Borong Penghargaan Nasional, HLM Sumsel-BI Mantapkan Roadmap Stabilitas Harga 2026
Berita Terkait
-
Seberapa Kaya Haji Halim? Crazy Rich dengan Kerajaan Kekayaan tapi Didakwa Rp127 Miliar
-
Drama Sidang Haji Alim: Datang dengan Ambulans & Oksigen, Ratusan Pendukung Padati Pengadilan
-
Crazy Rich Palembang Haji Halim Diseret ke Meja Hijau, Dakwaan Rp127 Miliar Bikin Sidang Gempar
-
Duduk Perkara Konglomerat Haji Halim Jelang Sidang, Benarkah Negara Sebenarnya Tak Dirugikan?
-
Konglomerat Haji Halim Segera Disidang Namun Kerugian Negara Masih Dipertanyakan
Terpopuler
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
- Deretan Mobil Bekas 80 Jutaan Punya Mesin Awet dan Bandel untuk Pemakaian Lama
- Jadwal M7 Mobile Legends Knockout Terbaru: AE di Upper, ONIC Cuma Punya 1 Nyawa
Pilihan
-
Ekonomi Tak Jelas, Gaji Rendah, Warga Jogja Berjuang untuk Hidup
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
Terkini
-
Dobrak Kemiskinan dari Desa, Berikut Kontribusi Nyata BRI
-
Elpiji Subsidi Dioplos Jadi Elpiji 12 Kilogram di Palembang, Praktik Ilegal Terbongkar
-
5 Fakta Terdakwa Kasus Tol Betung-Tempino, Haji Halim Ali Meninggal Dunia
-
Terdakwa Kasus Tol Betung - Tempino, Haji Halim Ali Meninggal Dunia
-
Tokoh Masyarakat Sumsel Haji Kms Halim Ali Tutup Usia di Usia 88 Tahun