- Kemenkes RI menghentikan sementara Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) mata di RSMH Palembang akibat dugaan perundungan.
- Dugaan *bullying* tersebut meliputi pemaksaan junior menanggung biaya pribadi senior yang tidak terkait pendidikan resmi.
- Pencopotan program ini bertujuan menciptakan efek jera bagi praktik tidak profesional di lingkungan pendidikan kedokteran.
SuaraSumsel.id - Kasus dugaan bullying di lingkungan pendidikan dokter spesialis mata di RSUP Dr Mohammad Hoesin mendadak viral dan menjadi perhatian nasional. Kementerian Kesehatan RI sampai mengambil langkah tegas dengan rencana menghentikan sementara Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) mata Universitas Sriwijaya di RSMH.
Berikut ringkasan fakta penting yang perlu kamu tahu.
1. Kemenkes Hentikan Sementara PPDS Mata di RSMH
Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes RI memutuskan untuk memberhentikan sementara kegiatan residensi PPDS mata di RSMH Palembang setelah laporan dugaan bullying ramai dibicarakan publik.
2. Viral Lewat Pesan WhatsApp dan Media Sosial
Kasus ini mencuat setelah tangkapan layar pesan broadcast di WhatsApp tersebar, kemudian dibagikan di Instagram dan platform lain. Pesan tersebut berisi tudingan perilaku tidak profesional oleh senior terhadap mahasiswa junior.
3. Dinilai Ada Pungutan Liar di Luar Biaya Pendidikan
Dalam penelusuran Kemenkes, ditemukan pengeluaran uang yang tidak semestinya dan di luar biaya pendidikan resmi, yang diduga menjadi bagian dari perilaku bullying atau pemerasan terhadap junior PPDS.
4. Bentuk Bullying Bikin Heboh Warganet
Baca Juga: 7 Fakta Terbaru Kasus Dugaan Bullying Senior ke Junior PPDS Unsri yang Bikin Heboh Publik
Menurut isi pesan broadcast yang beredar luas di media sosial, sejumlah senior PPDS diduga melakukan praktik pemaksaan terhadap junior dengan meminta mereka menanggung berbagai kebutuhan pribadi yang sama sekali tidak berkaitan dengan pendidikan.
Beban biaya itu disebut mencakup clubbing dan pesta, sewa alat olahraga seperti padel, pembelian tiket konser dan pesawat, hingga biaya sewa rumah dan kos para senior. Praktik tersebut diduga dijalankan secara rapi dan tertutup, sehingga sulit terdeteksi dan baru terungkap setelah korban memberanikan diri bersuara.
5. Dampaknya Bukan Main
Kabar ini jadi viral luas setelah disebutkan bahwa salah satu junior yang jadi korban sempat melakukan percobaan bunuh diri karena tekanan tersebut, lalu akhirnya mengundurkan diri dari program studi.
6. Kemenkes Tegaskan Efek Jera
Dirjen Kesehatan Lanjutan mengatakan bahwa penghentian sementara ini dimaksudkan sebagai bentuk efek jera agar praktik serupa tidak terjadi lagi — bukan hanya di PPDS mata, tetapi juga di prodi lain yang masih melanggengkan praktik tidak wajar.
Tag
Berita Terkait
-
7 Fakta Terbaru Kasus Dugaan Bullying Senior ke Junior PPDS Unsri yang Bikin Heboh Publik
-
Diduga Dibully Senior, Junior PPDS Unsri Tertekan hingga Berniat Bunuh Diri
-
Publik Geram! Adat Tepung Tawar Dipakai untuk Menyelesaikan Kasus Bullying di Muratara
-
Tangis Korban Belum Kering, Kasus Bullying di Muratara Justru Diselesaikan dengan Tepung Tawar
-
Gara-Gara Salah Kirim Stiker WhatsApp, Siswa SMP di Muratara Dirundung Teman Sekelas
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Di Bawah Bayang-Bayang Pos Jaga 'SNIPER', Petani Sidomulyo Mempertahankan Tanah Garapan
-
Kemarau Panjang Belum Usai, Hujan Mulai Turun di Musi Rawas dan Wilayah Sumsel
-
Laba Rp31,2 Triliun, BRI Pertegas Kiprah sebagai Motor Ekonomi Kerakyatan
-
Kilang Plaju dan Polda Sumsel Perkuat Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak
-
Tekan Risiko Kebakaran Lahan di Puncak Kemarau, Kilang Plaju Gandeng BPBD Gelar Pelatihan Pemadaman