- Seorang junior PPDS Unsri diduga mengalami tekanan psikologis berat hingga muncul niat bunuh diri akibat perundungan.
- Dugaan modus bullying mencakup tekanan psikologis, verbal, serta tuntutan finansial tidak relevan dari senior kepada junior.
- Kementerian Kesehatan RI telah menindaklanjuti laporan tersebut, sementara publik mendesak investigasi independen Unsri.
SuaraSumsel.id - Kasus dugaan bullying senior kepada junior di lingkungan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Sriwijaya (Unsri) kembali menjadi sorotan. Berikut rangkuman fakta penting yang perlu Anda tahu:
1. Junior PPDS Diduga Terguncang Tekanan Psikologis Berat
Seorang junior PPDS dikabarkan mengalami tekanan psikologis serius akibat dugaan bullying dari senior hingga muncul niat untuk mengakhiri hidup. Narasi ini viral di media sosial dan memicu keprihatinan publik.
2. Modus Bullying Tidak Sekadar Verbal
Tekanan yang diduga dialami tidak hanya berupa perundungan verbal, tetapi juga psikologis dan tuntutan yang dinilai tidak relevan serta memberatkan kondisi mental junior.
3. Tuntutan Finansial dari Senior Menuju Junior
Dalam pesan berantai yang viral, oknum senior disebut meminta junior membiayai kebutuhan yang sama sekali tidak berkaitan dengan pendidikan, seperti biaya kuliah, hiburan, transportasi, bahkan tiket pesawat dan konser.
4. Kemenkes RI Turun Tangan dengan Investigasi
Kementerian Kesehatan RI telah menerima laporan dan sedang menindaklanjuti kasus ini melalui koordinasi antarlembaga untuk memastikan apakah benar terjadi pelanggaran di lingkungan PPDS.
5. Desakan Investigasi Independen Menguat
Publik dan kalangan masyarakat sipil meminta agar kampus melakukan investigasi independen dan transparan. Banyak yang menilai perlu ada penjelasan resmi dari pihak Universitas Sriwijaya terkait seluruh tuduhan yang beredar.
6. Pengunduran Diri Dikaitkan dengan Tekanan Berat
Selain pengalaman terguncang secara emosional, ada informasi yang menyebut beberapa junior memilih mengundurkan diri dari program pendidikan akibat tekanan yang dialami selama ini.
7. Kasus Serupa Pernah Mencuat Sebelumnya
Kasus bullying di lingkungan mahasiswa PPDS Unsri bukan kali pertama. Belum lama ini, seorang mahasiswa PPDS dilaporkan mengalami kekerasan fisik oleh konsulen di rumah sakit pendidikan yang memicu reaksi dari DPRD dan Dinas Kesehatan Sumatera Selatan.
Kasus ini menyentuh isu kesehatan mental, kekerasan di dunia pendidikan kedokteran, dan kepemimpinan akademik di institusi pendidikan tinggi. Banyak yang menilai, jika terbukti, perilaku seperti ini tidak hanya merugikan individu korban, tetapi juga mencederai profesionalisme pendidikan kedokteran di Indonesia.
Baca Juga: Bayar Kuliah hingga Tiket Pesawat, Permintaan Dokter Senior Diduga Tekan Junior PPDS Unsri
Apakah kampus dan otoritas terkait akan mengeluarkan pernyataan resmi? Publik masih menunggu klarifikasi lengkap dari Universitas Sriwijaya serta langkah konkret untuk melindungi keselamatan dan kesejahteraan mahasiswa.
Tag
Berita Terkait
-
Bayar Kuliah hingga Tiket Pesawat, Permintaan Dokter Senior Diduga Tekan Junior PPDS Unsri
-
Diduga Dibully Senior, Junior PPDS Unsri Tertekan hingga Berniat Bunuh Diri
-
Gagas Sistem PPLH yang Holistik, Berkeadilan, dan Berkarakter Kebangsaan, Fatoni Raih Gelar Doktor
-
Satu Klik Mengubah Nasib: Paket Rp50 Ribu Telkomsel Buka Ruang Belajar Tanpa Batas
-
Harga Kos Sekitar Kampus Palembang Terkini 2025, Banyak yang Murah tapi Aman
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas di Bawah 60 Juta, Pilihan Terbaik per Januari 2026
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
Pilihan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
-
5 HP Infinix Memori 256 GB Paling Murah untuk Gaming Lancar dan Simpan Foto Lega
-
John Herdman Teratas Soal Pelatih ASEAN dengan Bayaran Tertinggi
-
Coca-Cola Umumkan PHK Karyawan
-
Unilever Jual Sariwangi ke Grup Djarum Senilai Rp1,5 Triliun
Terkini
-
Air Naik Saat Warga Terlelap, 7 Fakta Banjir Rendam Tujuh Desa di OKU Timur
-
Nyamar Jadi Pramugari Batik Air di Bandara SMB II, Sepele atau Bisa Berujung Penjara?
-
Kok Bisa Penumpang Nyamar Jadi Pramugari Batik Air? Ini Jawaban Bandara SMB II Palembang
-
Terbongkar! Detail Kecil Ini Bikin Perempuan yang Nyamar Jadi Pramugari Batik Air Ketahuan
-
Viral Pemalakan Mobil Bantuan ke Aceh, Dishub Palembang: Itu Petugas Kementerian