- Kementerian Kesehatan menghentikan sementara PPDS Ilmu Kesehatan Mata Unsri menyusul temuan dugaan perundungan berkedok pungli.
- Investigasi Kemenkes menemukan adanya permintaan pembayaran liar yang diduga menyebabkan tekanan mental pada mahasiswa berinisial OA.
- Unsri telah menjatuhkan sanksi peringatan keras dan penundaan wisuda kepada pihak terbukti melakukan perundungan tersebut.
Penghentian PPDS Mata Unsri bukan hanya soal satu program studi, melainkan menjadi alarm bagi sistem pendidikan dokter spesialis secara nasional. Publik kini menanti langkah nyata agar dunia pendidikan medis tak lagi menjadi ruang sunyi bagi praktik perundungan yang dibungkus atas nama tradisi.
Kasus ini sekaligus menguji komitmen institusi pendidikan dan rumah sakit dalam melindungi mahasiswa, bukan hanya sebagai calon dokter, tetapi juga sebagai manusia yang berhak atas rasa aman dan kesehatan mental.
Universitas Sriwijaya (Unsri) menyatakan telah menjatuhkan sanksi tegas kepada pihak-pihak yang terbukti terlibat dalam praktik perundungan di lingkungan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ilmu Kesehatan Mata terhadap korban berinisial OA.
Sanksi tersebut berupa surat peringatan keras tingkat dua (SP2) serta penundaan wisuda bagi pihak yang terlibat.
Tag
Berita Terkait
-
7 Fakta Terbaru Kasus Dugaan Bullying Senior ke Junior PPDS Unsri yang Bikin Heboh Publik
-
Bayar Kuliah hingga Tiket Pesawat, Permintaan Dokter Senior Diduga Tekan Junior PPDS Unsri
-
Diduga Dibully Senior, Junior PPDS Unsri Tertekan hingga Berniat Bunuh Diri
-
Gagas Sistem PPLH yang Holistik, Berkeadilan, dan Berkarakter Kebangsaan, Fatoni Raih Gelar Doktor
-
Diduga Jadi Korban Bullying, Siswa SD di Talang Jambe Trauma dan Takut Kembali ke Sekolah
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Keruk Batubara RI Tapi Sumbang Rp1,7 T ke Singapura, Eks Kepala BKPM Sentil Bos Bayan Resources
- Sepatu Lari Buatan Lokal Unjuk Gigi di Berlin dan Chicago Marathon
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
BRI Gandeng Prodia, Tawarkan Diskon MCU Hingga Free Medical Check-Up
-
Kabut Asap Kembali Selimuti Palembang, 4 Wilayah Catat Kualitas Udara Berbahaya
-
Karhutla Sumsel: 20 Korporasi Masuk Penyidikan, Identitas 4 Perusahaan Baru Belum Dibuka
-
KMP Batumandi Terbakar di Merak, 4 ASN Ogan Ilir Hendak Konsultasi ke BKN dan Kemendagri
-
Bobby Rizaldi Disebut dalam Dakwaan Suap Rp500 Juta, Temuan BPK Muara Enim Turun Jadi Rp2,32 Miliar