-
Seorang siswa SD di Talang Jambe diduga menjadi korban bullying oleh teman sebayanya.
-
Anak tersebut menunjukkan tanda trauma dan menolak kembali ke sekolah.
-
Keluarga meminta pihak sekolah memberikan perhatian dan penanganan atas kejadian itu.
SuaraSumsel.id - Dunia pendidikan di Kota Palembang kembali diguncang kabar memprihatinkan. Seorang siswa di salah satu SD di kawasan Talang Jambe diduga menjadi korban bullying hingga membuatnya takut pergi ke sekolah dan berhenti beraktivitas seperti biasa.
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa sang anak menunjukkan perubahan perilaku drastis dalam beberapa hari terakhir. Ia kerap menangis, enggan bersiap ke sekolah, dan memilih berdiam diri di rumah. Orang tua mulai curiga setelah mendapati anak mereka tampak tertekan dan tidak ingin bercerita tentang apa yang dialami di lingkungan sekolah.
Menurut keterangan keluarga, dugaan kuat mengarah pada tindakan bullying oleh teman sebaya di kelasnya. Tekanan yang dialami sang anak bahkan membuatnya kehilangan semangat belajar dan enggan berinteraksi. Kondisi tersebut tentu menimbulkan kekhawatiran mendalam, mengingat lingkungan sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman dan menumbuhkan rasa percaya diri pada setiap siswa.
Kasus ini memicu perhatian warga sekitar yang meminta pihak sekolah lebih sigap dalam melakukan pengawasan dan penanganan. Mereka menegaskan bahwa tindakan intimidasi sekecil apa pun dapat meninggalkan luka psikologis serius pada anak di usia sekolah dasar.
“Anak-anak harus pulang dengan senyum, bukan dengan rasa takut,” ujar salah satu orang tua yang turut prihatin.
Aktivis perlindungan anak di Palembang juga menyerukan pentingnya kerja sama antara orang tua, guru, dan sekolah untuk mencegah kasus serupa terulang. Mereka menekankan bahwa bullying bukan sekadar perilaku nakal, melainkan kekerasan yang dapat menghambat tumbuh kembang anak.
Kini, keluarga korban masih berupaya memulihkan kondisi mental sang anak sambil menunggu tindak lanjut dari pihak sekolah. Harapan mereka sederhana: sang buah hati bisa kembali merasa aman dan nyaman saat belajar.
Setiap anak berhak merasa aman, dihargai, dan dilindungi — baik di sekolah, di rumah, maupun di lingkungan mana pun.
Baca Juga: Listrik Padam di Paripurna DPRD Sumsel, Benar Gangguan Teknis atau Ada yang Janggal?
Tag
Berita Terkait
-
Hakim PN Palembang Wafat di Indekos, Benarkah Ini Menyingkap Masalah Kesejahteraan?
-
Resmikan Livin' Fest 2025 di Palembang, Bank Mandiri Sinergikan UMKM dan Industri Kreatif
-
135 Event Wisata Palembang 2026 Resmi Dirilis Sepanjang Tahun
-
Baru 3 Bulan Dipakai, Televisi Rusak! Warga Palembang Gugat Polytron Rp2 Miliar
-
Viral di Medsos! Tiga Kedai Mie Celor Ini Disebut Paling Enak di Palembang
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia
Pilihan
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
Terkini
-
5 Fakta Kepulangan Pekerja Migran Sumsel dari Kamboja, Ternyata Tidak Semudah yang Dibayangkan
-
BRI Perluas Layanan Super Apps BRImo, Pesan Obat Kini Semakin Efisien: Langsung ke Apotek K-24
-
5 Fakta Sumur Minyak Baru di Abab, Potensi 505 BOPD dan Harapan Baru Energi Nasional
-
BRI dan Desa BRILiaN Perkuat BUMDes Manemeng Dorong Ekonomi Desa Berkelanjutan
-
Pedestrian Kolonel Atmo Palembang Dibuka 12 April 2026, Ini 5 Fakta Pentingnya