- Napak tilas memperingati Haul Kiai Marogan ke-125 dengan menyusuri Sungai Musi sebagai jalur dakwah historis.
- Kegiatan ini bertujuan menghidupkan kembali metode dakwah Kiai Marogan yang damai melalui media transportasi sungai.
- Pemerintah daerah mendukung napak tilas sebagai wisata religi dan edukasi sejarah Islam Palembang.
SuaraSumsel.id - Jejak dakwah ulama besar Palembang, Kiai Marogan, kembali dihidupkan melalui napak tilas Sungai Musi dalam rangka peringatan Haul Kiai Marogan ke-125. Ratusan jamaah dari berbagai wilayah mengikuti rangkaian kegiatan religius yang dimulai dari Masjid Lawang Kidul dan berakhir di Masjid Kiai Marogan.
Napak tilas ini tidak sekadar menjadi ritual tahunan, tetapi juga upaya menghadirkan kembali jalur dakwah sungai yang dahulu menjadi denyut penyebaran Islam di Palembang. Dengan menyusuri Sungai Musi, para jamaah diajak menelusuri jejak sejarah sekaligus menyerap nilai dakwah damai yang diwariskan Kiai Marogan.
Pada masanya, Sungai Musi merupakan jalur utama transportasi dan interaksi sosial masyarakat Palembang. Kiai Marogan memanfaatkan sungai ini sebagai sarana menyebarkan ajaran Islam dengan pendekatan yang sejuk, inklusif, dan berakar pada budaya setempat. Napak tilas yang dilakukan hari ini menjadi pengingat bahwa dakwah tidak selalu berlangsung di mimbar, tetapi juga melalui keteladanan dan kedekatan dengan masyarakat.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan doa dan zikir bersama, sebelum rombongan menaiki perahu dan menyusuri Sungai Musi. Suasana religius terasa kental ketika lantunan zikir menggema di atas aliran sungai, menghadirkan pengalaman spiritual yang berbeda bagi para peserta.
Pemerintah daerah melihat napak tilas ini sebagai potensi wisata religi berbasis sejarah Islam. Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menyampaikan komitmen untuk mendorong peringatan Haul Kiai Marogan sebagai agenda tahunan, sehingga nilai-nilai perjuangan sang ulama dapat dikenal lebih luas.
Menurutnya, penguatan wisata religi tidak hanya berdampak pada sektor pariwisata, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda tentang peran ulama dalam membangun peradaban Palembang yang damai dan rukun.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, jamaah juga diingatkan akan pentingnya menjaga kelestarian Sungai Musi. Sungai yang dahulu menjadi jalur dakwah kini menghadapi tantangan pencemaran dan perubahan fungsi. Pesan untuk menjaga kebersihan sungai menjadi bagian dari refleksi napak tilas, agar warisan sejarah dan lingkungan dapat tetap lestari.
Peringatan Haul Kiai Marogan ke-125 melalui napak tilas Sungai Musi menegaskan kembali identitas Palembang sebagai kota yang tumbuh dari peradaban sungai dan dakwah Islam yang damai. Kegiatan ini bukan hanya mengenang sosok ulama besar, tetapi juga mengajak masyarakat merefleksikan nilai kebersamaan, toleransi, dan kepedulian lingkungan.
Dengan menghidupkan kembali jejak dakwah Kiai Marogan, Palembang tidak sekadar merawat ingatan sejarah, tetapi juga menanamkan nilai-nilai luhur bagi kehidupan masa kini dan mendatang.
Baca Juga: Bukan Sekadar Estetika, Revitalisasi Bundaran Air Mancur Palembang Dinilai Keliru Makna
Tag
Berita Terkait
-
Bukan Sekadar Estetika, Revitalisasi Bundaran Air Mancur Palembang Dinilai Keliru Makna
-
7 Fakta Mengejutkan Kasus Dugaan Pelecehan Oknum Dosen FH UMP, Korban Kedua Buka Suara
-
Tarif Baru Penerbangan Perintis Susi Air 2026, Rute Pagar Alam-Palembang Mulai Rp365 Ribuan
-
Nyamar Jadi Pramugari Batik Air di Bandara SMB II, Sepele atau Bisa Berujung Penjara?
-
Kok Bisa Penumpang Nyamar Jadi Pramugari Batik Air? Ini Jawaban Bandara SMB II Palembang
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Saat Sekolah Lain Kebanjiran Murid, SMA Negeri di Lubuk Linggau Ini Cuma Dapat 13 Siswa
-
BRI Konsisten Jadi Penyetor Pajak Terbesar Industri Keuangan, Perkuat Pembangunan Nasional
-
Jembatan Ampera Bakal Berubah Jadi Panggung Kebaya, Ratusan Perempuan Bidik Rekor MURI
-
Program Desa Impian Antarkan PTBA Raih Penghargaan Internasional
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak