- Jembatan Kelekar di Prabumulih runtuh pada Kamis (11/12/2025) sore akibat arus deras Sungai Kelekar menghantam pondasi tua.
- Runtuhnya jembatan tersebut memutus akses tiga kelurahan, memaksa warga menggunakan rute alternatif yang lebih jauh.
- Satu anggota Bhabinkamtibmas terluka akibat terpeleset di lokasi jembatan yang struktur tanahnya tidak stabil.
SuaraSumsel.id - Hujan deras yang mengguyur wilayah Prabumulih sejak beberapa hari terakhir akhirnya memicu ambruknya Jembatan Kelekar di Jalan Tanggamus, Kelurahan Muara Dua Induk, pada Kamis (11/12/2025) sekitar pukul 17.45 WIB. Derasnya arus Sungai Kelekar menghantam pondasi jembatan yang telah berusia sekitar 25 tahun, hingga membuat struktur utama tidak mampu bertahan dan runtuh seketika.
Ambruknya jembatan itu langsung memutus akses penghubung antara Kelurahan Muara Dua Induk, Muara Dua Barat, dan Karang Jaya. Warga yang setiap hari menggunakan jembatan sebagai jalur utama menuju pusat aktivitas kini terpaksa mengambil rute alternatif yang jaraknya lebih jauh.
Kondisi ini membuat mobilitas masyarakat menjadi sangat terganggu, terutama bagi pekerja, pelajar, dan pengemudi kendaraan roda dua yang setiap hari bergantung pada jembatan tersebut.
Dalam insiden itu, seorang anggota Bhabinkamtibmas dilaporkan mengalami luka setelah terpeleset saat berada di sekitar lokasi. Polisi tersebut sempat terjatuh akibat kondisi tanah dan struktur jembatan yang tidak stabil. Rekan-rekan sesama petugas langsung memberikan pertolongan dan membawanya ke fasilitas kesehatan terdekat. Meski tidak mengalami luka berat, kejadian itu menambah panjang dampak yang ditimbulkan oleh keruntuhan jembatan.
Aparat dari Dishub, Polres Prabumulih, dan perangkat kelurahan segera mendatangi lokasi untuk melakukan pengamanan. Garis pembatas dipasang di dua sisi jembatan guna mencegah warga mendekati titik yang berpotensi longsor lebih lanjut. Petugas juga mengimbau masyarakat agar tidak memaksakan diri menyeberangi area yang runtuh karena kondisi tanah di sekitar jembatan masih labil dan bisa kembali amblas sewaktu-waktu.
Warga yang berada di sekitar lokasi mengaku sudah sejak lama mengkhawatirkan kondisi jembatan tersebut. Usia yang sudah lebih dari dua dekade disertai tingginya intensitas hujan membuat kekuatan konstruksi semakin menurun. Beberapa warga bahkan menyebutkan bahwa getaran dan retakan kecil sudah terlihat sejak awal musim hujan, namun belum ada perbaikan struktural yang signifikan.
Keruntuhan Jembatan Kelekar ini menjadi perhatian serius pemerintah kota. Selain merupakan akses vital menuju permukiman padat penduduk, jembatan ini juga menghubungkan jalur ekonomi lokal yang sehari-hari dilalui pedagang dan pekerja. Warga berharap pemerintah segera melakukan asesmen teknis, membangun jembatan darurat, dan mempercepat rencana pembangunan jembatan baru agar aktivitas masyarakat tidak lumpuh berlarut-larut.
Petugas masih melakukan pemantauan kondisi sungai dan struktur yang tersisa. Pemerintah daerah juga berencana berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk melihat kemungkinan penanganan darurat terhadap aliran air yang semakin kuat selama musim hujan.
Kerusakan jembatan ini kembali mengingatkan pentingnya pemeriksaan berkala dan penguatan infrastruktur yang berada di area risiko banjir dan luapan sungai. Masyarakat kini menunggu tindak lanjut pemerintah agar akses penghubung tersebut segera kembali pulih dan tidak membahayakan keselamatan warga.
Baca Juga: Bank Sumsel Babel Hadir Lebih Dekat bagi Masyarakat Pulau Rimau melalui Kantor Kas Baru
Tag
Berita Terkait
-
Banjir Meluas di Prabumulih: 21 Kelurahan Terendam, Warga Mulai Dievakuasi
-
Akhir Drama Wali Kota Arlan dan Kepsek Roni Saling Memaafkan tapi Sang Anak Pindah Sekolah
-
Sudah Ramai di Medsos, Kini Wali Kota Prabumulih Siap-Siap Terima Sanksi dari Gubernur Herman Deru
-
Wali Kota Prabumulih Akhirnya 'Nyerah', Akui Copot Kepsek karena Emosi Anak Kehujanan
-
Pelajaran Mahal untuk Wali Kota Arlan: Kembalinya Kepsek Roni Jadi 'Monumen' Arogansi
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Program MBG di Sumsel Sudah Jangkau 2 Juta Penerima, Lalu Mengapa 10 Dapur Masih Disuspensi?
-
HUT RI ke-81, PTBA Perkuat Komitmen Hadirkan Energi, Masyarakat Berdaya, Lingkungan Terjaga